Harun Harahap's Reviews > Anak-anak Langit

Anak-anak Langit by Terrence Cheng
Rate this book
Clear rating

by
2109023
's review
Nov 17, 09

bookshelves: punya, terjemahan, fiksi
Read in November, 2009

Mood saya langsung anjlok saat membaca novel ini. Perasaaan saya campur aduk antara kekesalan, kesedihan dan kebanggaan. Energi saya terkuras, begitupun emosi saya. Berkali-kali merinding dan membuat mata saya panas.

Kisah yang berlatar belakang Peristiwa Lapangan Tianamen ini diceritakan dengan tiga sudut pandang berbeda: Xiao Di (seorang demonstran), Lu (seorang tentara) dan Deng Xiao Ping (seorang pemimpin Komunis Cina).

Tidak usahlah saya menceritakan bagaimana keseluruhan kisah ini, karena saya menginnginkan anda semua mengalami pengalaman yang mungkin akan membuat mata anda terbuka, bukan saja mata yanga da di wajah anda, tapi mata dihati anda.

Yang ingin saya pertanyakan adalah: Apakah sesungguhnya Komunis itu salah??Apakah sosialis itu salah??Sistemnyakah??Manusianyakah?? Semua menjadi abu-abu, ketika rakyat mendapatkan kenyataan bahwa setiap sitem berganti ataupun pemerintahan berganti tapi kemiskinan dan kemelaratan tidaklah goyah malah makin terperosok jatuh jauh kedalam.

Pedih sekali mengetahui saat pembunuhan atau lebih tepatnya disebut pembantaian ini didasarkan oleh keinginan untuk menjaga stabilitas negara. Stabilkah suatu negara dengan cara memberondong peluru ke sesama manusia, bahkan memiliki jiwa dan cinta yang smaa terhadap negara???Benarkah untuk kepentingan negara??atau untuk kepentingan pribadi segelintir orang??

Jadi apakah Sistem atau Manusia yang menyebabkan semua kekacauan ini?

Jawabannya: Abu-abu!!!


NB:mudah2an kisah ini tak akan terjadi lagi di Indonesia, setelah tragedi Trisakti/Semanggi. Walaupun sepertinya belakangan ini Indonesia menjadi kacau, semua mengatas namakan rakyat dan negara, tapi kebijakannya tidak berpihak pada rakyat. Sedih sungguh sedih, mengapa Negeriku menjadi sperti ini!!!!
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Anak-anak Langit.
sign in »

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Lutfi (new)

Lutfi Retno Emang ceritanya tentang apa? Kasih cerita dikit dunk!

Jadi penasaran karena sekarang aku lagi bikin film tentang "korban" peristiwa 65. Aku nggak percaya G 30 S PKI versi film yang dulu selalu diputer tiap September. Aku lebih percaya klo pembrontakan PKI tu sengaja dibuat untuk menghapus dominasi Timur di Indonesia supaya Amrik bisa masuk dan masarin produk-produknya di sini.


Harun Harahap ceritanya tentang peristiwa tianamen!!


message 3: by Lutfi (new)

Lutfi Retno Maksudku... kasih penjelasan dunk ada apa di tianamen menurut tiga tokohnya.


message 4: by Ismi (new)

Ismi jadi pengan baca deh run... tapi kalo lagi stes gini gw baca buku yang menguras emosi gini yg ada gw malah jadi migrain sendiri... ntrar2an aja deh, kalo dah liburan...


Harun Harahap wah tadinya saya ga mau nyeritain, takutnya malah jadi spoiler n jadi tau jalan ceritanya!!ntar bacanya ga seru lagi. tapi okay gw ceritakan:

Xiao di ini seorang anak miskin yang dapat beasiswa ke Amerika, dia mendapatkannya karena bantuan seseorang yang ingin menikahkan Xiao Di dengan anaknya. nah pas dia di Amerika, dia pacaran sama cewek amerika dan memutuskan hubungan dengan tunangannya di china ituh. sesampainya pulang dari amerika, Xiao di ini kesulitan mendapatkan pekerjaan karena rekomendasi buruk oleh mantan calon mertuanya itu. Saat luntang-lantung itu, Xiao di ikut dalam demonstrasi mahasiswa, saat ikut mogok makan, dia diwawancarai oleh media Barat dalam bahasa Inggris. Nah terjemahan dari yang ia omongkan ini tidak sama seperti ayng ia ucapkan. Xiao di menjadi buronan pemerintah karena sudah menganggap menghina Deng Xiao Ping dan pemerintahan.

nah sapa yang mengejarnya??Lu, kakaknya sendiri yang seorang tentara. tentara yang ikut andil dalam membantai apra mahasiswa di lapangan tianamen. Lu, sedari kecil memang merasa hidupnya tidak adil. Lu selalu merasa bahwa Xiao disayang sedangkan ia tidak. Lu harus selalu mengalah di setiap saat dan kejadian. Pergolakan batin Lu yang membuat seru cerita ini.

Nah satu lagi sudut pandang dari Deng Xiao Ping, Salah satu pemimpin di China kala itu, dialah yang menyetujui untuk dicanangkannya darurat militer yang menginginkan pengosongan lapangan Tianamen dengan cara apapun, semua dilakukan atas nama rakyat tapi menindas rakyat. Deng Xiao Ping ni terlihat seperti gila karena sering termimpi2 Mao Ze Dong yang kerap emngkritiknya dan takut apa yang diabangunya sejak revolusi Kebudayaan akan hancur.

yang aku tangkep sih seperti itu


message 6: by Miss Kodok (last edited Nov 18, 2009 10:12PM) (new)

Miss Kodok Aku punya buku "Tragedi Tianamen" yang smp srkg masih berstatus 'to-read'. Baca ripiuna Pangeran jadi pengen cepet2 baca plus buku ini juga.


back to top