Inggita's review
The Alchemist (Plus)
by Paulo Coelho (Goodreads author!)
Gue baca buku ini gara2 diujuk2in temen. Gue nggak bisa nangkep, nilai filosofinya di mana? Gue bacanya seperti baca kisah2 rakyat a la Grimm bersaudara.
Coba kasih gue penerangan, ini buku hebatnya dimana, gitu? :P
kaciaaaaaaaaaaaaaaan deh lo, ketipu... jangan2 bacanya lama?? gue bacanya sambil nunggu di airport lounges... abis udah jam lewat midnite temen2 gw udah pada ngantuk & brenti berkicau.... makanya i offer it for sale or swap secara enggak gue tekkenin. hebatnya... coelho preaching through fable... emang maksudnya kaya brother grimm... sekarang kalo 'the secret' lined up testimonies from centuries of 'celebrities' a la documentary style, coelho use the narrative avenue - karena syusyah kan menyemangati banyak orang, mereka mungkin nda punya fire in their belly kaya Upik.. jadi musti di"rah-rah-rah" - naaah banyak yg terinspirasi krn ini.. gue malah terlalu semangat jadi kudu diingetin dengan fabel the small boy with the spoon... which is a terrific reminder, far better than the cliche "keep life in equilibrium... keep things in balance.." it's a lie that we can keep things in equal balance, but we can keep such balance mentally, through our mindset.
'the secret' apaan sih?
(upik makin bingung).
gue nggak inget bacanya berapa lama... itu buku gue pinjem dari syahgena heheheheheheee.... (eh, apa udah gue balikin belum ye??).
kalau buku yang penuh inspirasi buat gue itu tuuu... The Art of Loving, Erich Fromm. Gue baca waktu umur 18, sejak itu kerjaan gue patah hati melulu. Hahahahahahahahahahahahhaahaaaaaaaaaah.......
Wah boleh juga tuh Pik, buku The Art of Loving. Jadi penasaran. Secara sesuai suasana hati hari ini. Aku baru tahu Erich Fromm nulis buku roman. Setahu ku, buku-bukunya Kritik Pendidikan.
the secret itu tuh... rhonda byrnes.. secara si abang beli jadi gw ikut ngintip - mungkin terjemahannya ajaib ato emang bukunya ajaib, jadi gw nda ngeh 'the secret'nya itu apaan - tapi dr penjelasannya abang sih mirip2 yg dibilang the king dlm alchemist... pokoknya ada rumusan di jagad ini (yg nda bs ditarik logikanya - tapi kok buku ini malah laku bgt hehe) - Upik lbh untung dong, nda beli bukunya.. kalo gw jual Rp40,000 ada yg mo beli nda ya??
Za,
itu bukan buku roman, tapi buku psikologi yang basisnya teori kritis Frankfurt School (neo-Marxist). Waktu gue baca umur 18 tahun itu, walaaaa.... susah banget ngertinya, apalagi Fromm suka ngutip2 Kabbalah. Tapi lumayan memberikan pencerahan. Sekarang masih suka gue baca-baca, dan masih relevan sekali setelah lebih dari 50 tahun ditulis (malah MAKIN relevan).
Gue tahu buku itu gara-gara tulisannya Leila Ch. Budiman di kolomnya di Kompas. Jaman segitu kan susah cari buku bahasa Enggres, gue dipinjemin buku itu oleh anak pendeta :P
Inggita,
gue mesti baca lagi nih The Alchemist. Tokeknya gue belum nemu :D Itu Za, mau beli bukunya Inggita nggak? 40 rebu, lumayan.....
Upik, gue rasa the Alchemist memang itu bukan buku yang bersifat filosofis. tapi dia juga lebih dari sekedar narasi biasa. gue cukup suka buku dia yang satu ini. mungkin agak overrated kalau dibilang buku ini luar biasa. tapi cara bercerita dengan narasi yang tidak biasa (gue kehilangan vocab) dan pesan-pesan tentang hidup yang terjalin dalam narasi tsb membuat buku ini tidak biasa. I think this book is very good, very well written, and "occasionally" great :)
nah, kalo beli buku gue, occasions where it's great ini udah ditandain dengan post it note... memang upik lagi dimana sih? masih ada bukunya Gigin? balikin dong..
lah, gue masih di sini Nggit.... Emang di mana lagi? Tanya ama Gigin ya, apa iya bukunya gue pinjem.... Jangan2 itu buku gue beli hahahaha.....
Nggit, lo kan beli bukunya cuma 5 dolar. Sini deh, gue tuker sama buku bekas dari sini... :P
disini tuh dimana? lah "location"nya nda diisi, kenapa, takut dikejar2 fans? boleh, gw emang butuh bandar buku bekas, secara nda ada yg ngirim dr sana. Mau dong "Kid Heroes for the Environment" - udah discontinued dan rata2 1 dolaran (perlu lebih dari satu utk prize giveaway)...
Eh, baru baca komentar-komentarnya. Buku Inggita yang mana nih yang mau dijual? Secret, Rhonda Bynres? Ada ISBN-nya? Jadi bisa lihat dulu di Goodreads.
Upik, gue baru tahu Leila nulis di Kompas. Setahu gw dia nulis di TEMPO. Wah, beda umur jauh kita kali ya ;-)
Za, yg mau dijual yg the Alchemist, hehe.... kalo yg "Secret" cuman minjem dr suami (numpang baca)... kali kamu rancu antara Leila Ch Budiman (emang kolumnis Kompas ttg psikologi dll) dengan Leila Chudori (wartawan Tempo, pengamat film, novelis dan cerpenis)... wah jauh bgt hehehe - antara kedua Leila aja udah beda generasi, apalagi ame kite2 dan ame adek2 kite...
Za...
Emang kapan Erich Fromm nulis roman? Itu kan buku Psikologi : The Art of Loving. Trus ada jg bukunya The Art of Listening...
huhuhu... kalo Erich Fromm baca tulisan loe bisa ngiris2 nadi tuh...
Waduh, persepsi ku salah semua. Jadilah dilurusin sama Inggita dan Meli. Yah, kalau Alkemis aku dah bosan. Yang mau dijual, yang versi Bahasa Inggris ya Inggita? Edisi paperback atau edisi yang murah (buku kecil, tulisan kecil, yang buat males baca)?
Haduh salah lagi. Habisnya sama-sama Leila Ch gitu sih.
Iya, salah satu dosen ku juga pernah cerita, kalau buku-buku di India itu murah pisan. Ini memang khusus dicetak di India gitu bukan sih?
kalo ga salah sih memang dicetak di india za, tp denger2 mereka minta hak cipta khusus dari penerbit amrik/uk jadinya bisa harganya murah.
di indo jg ada tuh, liat aja buku2 mcgraw-hill, pearson, thomson, dan wiley. Kalo memang dipake di kampus sini, bukunya dijual dg harga jauh lebih murah dari harga asli yg biasanya more than $100. Umumnya disini dijual cuma sekitar 200 ribu, itu aja udah susah dibeli ya? hihihi...
kalah deh kalah, di india di pinggir jalan, hardcovernya jack welch aja $5, ampir beli good to great, tapi nda jadi abis mau dikasih ama temen. ini di tengah2 pasar kaget delhi ada depot buku. kabarnya bukan cuman buku yg murah, sekolahnya juga, termasuk program MBA. menurut pengalaman dulu waktu mau nerjemahin bukunya Postman, penerbitnya memang menganakemaskan negara2 tertentu termasuk indonesia jadi nda ada fee (mungkin india jg tmasuk). tapi memang hrs tulis surat utk klarifikasi plus minta ijin. cuman penerjemahnya kali males2.. jadi nda sebanyak di jepang. dr segi kualitas, kelas gramedia pun bukan hanya masih banyak salahnya, tapi malah terjadi "penghilangan" content (diduga karena susah nerjemahinnya, jadi diapus seenaknya. memilukan ya nasib pembaca di indonesia).
Betul kata Meliana, penerbit buku-buku murah itu membeli reprint rights dari penerbit aslinya. (Dulu aku pernah jadi rights coordinator, kerjanya sih kebanyakan ngurus translation rights, tapi reprint rights juga pernah sesekali). Karena biaya cetak di sini (dan di India) lebih murah, belum lagi nggak ada ongkos kirim kalau ngimpor dari luar, jadinya harga buku reprint ini juga lebih murah.
(Inggita, bukunya Postman yang mana yang diterjemahin?)
Pada umumnya, yang ngurus izin terjemahan itu penerbitnya, jadi soal ini biasasnya kemalasan penerjemah tidak bersangkut-paut :-p
Soal kualitas terjemahan, menurutku ini tergantung sama penerjemahnya juga sih. Aku jarang baca buku terjemahan, jadi nggak punya banyak pengalaman. Tapi, misalnya, aku suka terjemahan seri Shopaholic, tapi kapok baca terjemahan Kompas Emas, yang sama-sama terbitan Gramedia. Terjemahan buku penerbit Mizan juga oke-oke (tapi ini mungkin bias karena aku pernah kerja di sana, hehehe).
amusing ourselves to death.
ya maksudnya penerbit males nerjemahin.
tapi buku postman tsb aku yg mau nerjemahin, dan aku yg nulis surat ke penerbitnya - lantas cuman nebeng PSH utk penerbitannya. jadi penerjemah dan penggemar buku bukannya tidak berperan.
yap, aku juga bicara secara umum. ya misalnya, sebagai penerjemah, aku nggak pernah ikut mengurus copyright buku-buku yang kuterjemahkan, dan kukira demikian pula para penerjemah lain untuk penerbit Gramedia.
tentu aja dalam kasus lain, ada juga penerjemah yang mengontak langsung si pemegang hak cipta.
sekarang malah lebih berperan lagi... karena teknologi, we can be our own publisher... ada dua temen yg sudah "menerbitkan" buku2nya (lengkap dgn isbn dll) berpatungan dengan suamiku, penerbit online - jadi produksinya tergantung pesanan lewat website... jadi benar2 di-drive oleh minat, bukan oleh hitung2an penerbit.
wah asyik tuh. aku pengen sebenarnya pengen nerbitin buku-buku yang kuminati, cuma selama ini dunia yang kukenal cuma penerbitan konvensional.
iya ini konvensional juga... maksudnya dicetak biasa... tapi bisa minimal sekali (sesuai minat "pasar") sehingga modalnya kecil.. dan promosinya getok tular dibantu website utk memroses pemesanan dll.
Inggita's review
The Alchemist (Plus) by Paulo Coelho (Goodreads author!)
Inggita's review
rating:
![]()
![]()
![]()
![]()
bookshelves:
fiction-lit-kidlit,
media-socsci-journ-philo,
to-read
"if you really want it, the universe will conspire to help you" Coelho wrote this long before "The Secret"... another one that i learned from is the tale of the boy who gets to tour the palace with a spoonful of condiment (he can't spill it)... i don't know if Coelho penned it or he captured it from elsewhere - but it's a powerful yet simple analogy of living your life by balancing personal growth and responsibilities. I bought it at the Bangalore airport close to midnight... this version isn't sold outside India. Hm... is it because it's $5?
Gue baca buku ini gara2 diujuk2in temen. Gue nggak bisa nangkep, nilai filosofinya di mana? Gue bacanya seperti baca kisah2 rakyat a la Grimm bersaudara. Coba kasih gue penerangan, ini buku hebatnya dimana, gitu? :P
kaciaaaaaaaaaaaaaaan deh lo, ketipu... jangan2 bacanya lama?? gue bacanya sambil nunggu di airport lounges... abis udah jam lewat midnite temen2 gw udah pada ngantuk & brenti berkicau.... makanya i offer it for sale or swap secara enggak gue tekkenin. hebatnya... coelho preaching through fable... emang maksudnya kaya brother grimm... sekarang kalo 'the secret' lined up testimonies from centuries of 'celebrities' a la documentary style, coelho use the narrative avenue - karena syusyah kan menyemangati banyak orang, mereka mungkin nda punya fire in their belly kaya Upik.. jadi musti di"rah-rah-rah" - naaah banyak yg terinspirasi krn ini.. gue malah terlalu semangat jadi kudu diingetin dengan fabel the small boy with the spoon... which is a terrific reminder, far better than the cliche "keep life in equilibrium... keep things in balance.." it's a lie that we can keep things in equal balance, but we can keep such balance mentally, through our mindset.
'the secret' apaan sih? (upik makin bingung).
gue nggak inget bacanya berapa lama... itu buku gue pinjem dari syahgena heheheheheheee.... (eh, apa udah gue balikin belum ye??).
kalau buku yang penuh inspirasi buat gue itu tuuu... The Art of Loving, Erich Fromm. Gue baca waktu umur 18, sejak itu kerjaan gue patah hati melulu. Hahahahahahahahahahahahhaahaaaaaaaaaah.......
Wah boleh juga tuh Pik, buku The Art of Loving. Jadi penasaran. Secara sesuai suasana hati hari ini. Aku baru tahu Erich Fromm nulis buku roman. Setahu ku, buku-bukunya Kritik Pendidikan.
the secret itu tuh... rhonda byrnes.. secara si abang beli jadi gw ikut ngintip - mungkin terjemahannya ajaib ato emang bukunya ajaib, jadi gw nda ngeh 'the secret'nya itu apaan - tapi dr penjelasannya abang sih mirip2 yg dibilang the king dlm alchemist... pokoknya ada rumusan di jagad ini (yg nda bs ditarik logikanya - tapi kok buku ini malah laku bgt hehe) - Upik lbh untung dong, nda beli bukunya.. kalo gw jual Rp40,000 ada yg mo beli nda ya??
Za,
itu bukan buku roman, tapi buku psikologi yang basisnya teori kritis Frankfurt School (neo-Marxist). Waktu gue baca umur 18 tahun itu, walaaaa.... susah banget ngertinya, apalagi Fromm suka ngutip2 Kabbalah. Tapi lumayan memberikan pencerahan. Sekarang masih suka gue baca-baca, dan masih relevan sekali setelah lebih dari 50 tahun ditulis (malah MAKIN relevan).
Gue tahu buku itu gara-gara tulisannya Leila Ch. Budiman di kolomnya di Kompas. Jaman segitu kan susah cari buku bahasa Enggres, gue dipinjemin buku itu oleh anak pendeta :P
Inggita,
gue mesti baca lagi nih The Alchemist. Tokeknya gue belum nemu :D Itu Za, mau beli bukunya Inggita nggak? 40 rebu, lumayan.....
Upik, gue rasa the Alchemist memang itu bukan buku yang bersifat filosofis. tapi dia juga lebih dari sekedar narasi biasa. gue cukup suka buku dia yang satu ini. mungkin agak overrated kalau dibilang buku ini luar biasa. tapi cara bercerita dengan narasi yang tidak biasa (gue kehilangan vocab) dan pesan-pesan tentang hidup yang terjalin dalam narasi tsb membuat buku ini tidak biasa. I think this book is very good, very well written, and "occasionally" great :)
nah, kalo beli buku gue, occasions where it's great ini udah ditandain dengan post it note... memang upik lagi dimana sih? masih ada bukunya Gigin? balikin dong..
lah, gue masih di sini Nggit.... Emang di mana lagi? Tanya ama Gigin ya, apa iya bukunya gue pinjem.... Jangan2 itu buku gue beli hahahaha..... Nggit, lo kan beli bukunya cuma 5 dolar. Sini deh, gue tuker sama buku bekas dari sini... :P
disini tuh dimana? lah "location"nya nda diisi, kenapa, takut dikejar2 fans? boleh, gw emang butuh bandar buku bekas, secara nda ada yg ngirim dr sana. Mau dong "Kid Heroes for the Environment" - udah discontinued dan rata2 1 dolaran (perlu lebih dari satu utk prize giveaway)...
Eh, baru baca komentar-komentarnya. Buku Inggita yang mana nih yang mau dijual? Secret, Rhonda Bynres? Ada ISBN-nya? Jadi bisa lihat dulu di Goodreads. Upik, gue baru tahu Leila nulis di Kompas. Setahu gw dia nulis di TEMPO. Wah, beda umur jauh kita kali ya ;-)
Za, yg mau dijual yg the Alchemist, hehe.... kalo yg "Secret" cuman minjem dr suami (numpang baca)... kali kamu rancu antara Leila Ch Budiman (emang kolumnis Kompas ttg psikologi dll) dengan Leila Chudori (wartawan Tempo, pengamat film, novelis dan cerpenis)... wah jauh bgt hehehe - antara kedua Leila aja udah beda generasi, apalagi ame kite2 dan ame adek2 kite...
Za...
Emang kapan Erich Fromm nulis roman? Itu kan buku Psikologi : The Art of Loving. Trus ada jg bukunya The Art of Listening...
huhuhu... kalo Erich Fromm baca tulisan loe bisa ngiris2 nadi tuh...
Waduh, persepsi ku salah semua. Jadilah dilurusin sama Inggita dan Meli. Yah, kalau Alkemis aku dah bosan. Yang mau dijual, yang versi Bahasa Inggris ya Inggita? Edisi paperback atau edisi yang murah (buku kecil, tulisan kecil, yang buat males baca)? Haduh salah lagi. Habisnya sama-sama Leila Ch gitu sih.
Iya, salah satu dosen ku juga pernah cerita, kalau buku-buku di India itu murah pisan. Ini memang khusus dicetak di India gitu bukan sih?
kalo ga salah sih memang dicetak di india za, tp denger2 mereka minta hak cipta khusus dari penerbit amrik/uk jadinya bisa harganya murah.
di indo jg ada tuh, liat aja buku2 mcgraw-hill, pearson, thomson, dan wiley. Kalo memang dipake di kampus sini, bukunya dijual dg harga jauh lebih murah dari harga asli yg biasanya more than $100. Umumnya disini dijual cuma sekitar 200 ribu, itu aja udah susah dibeli ya? hihihi...
kalah deh kalah, di india di pinggir jalan, hardcovernya jack welch aja $5, ampir beli good to great, tapi nda jadi abis mau dikasih ama temen. ini di tengah2 pasar kaget delhi ada depot buku. kabarnya bukan cuman buku yg murah, sekolahnya juga, termasuk program MBA. menurut pengalaman dulu waktu mau nerjemahin bukunya Postman, penerbitnya memang menganakemaskan negara2 tertentu termasuk indonesia jadi nda ada fee (mungkin india jg tmasuk). tapi memang hrs tulis surat utk klarifikasi plus minta ijin. cuman penerjemahnya kali males2.. jadi nda sebanyak di jepang. dr segi kualitas, kelas gramedia pun bukan hanya masih banyak salahnya, tapi malah terjadi "penghilangan" content (diduga karena susah nerjemahinnya, jadi diapus seenaknya. memilukan ya nasib pembaca di indonesia).
Betul kata Meliana, penerbit buku-buku murah itu membeli reprint rights dari penerbit aslinya. (Dulu aku pernah jadi rights coordinator, kerjanya sih kebanyakan ngurus translation rights, tapi reprint rights juga pernah sesekali). Karena biaya cetak di sini (dan di India) lebih murah, belum lagi nggak ada ongkos kirim kalau ngimpor dari luar, jadinya harga buku reprint ini juga lebih murah.
(Inggita, bukunya Postman yang mana yang diterjemahin?)
Pada umumnya, yang ngurus izin terjemahan itu penerbitnya, jadi soal ini biasasnya kemalasan penerjemah tidak bersangkut-paut :-p
Soal kualitas terjemahan, menurutku ini tergantung sama penerjemahnya juga sih. Aku jarang baca buku terjemahan, jadi nggak punya banyak pengalaman. Tapi, misalnya, aku suka terjemahan seri Shopaholic, tapi kapok baca terjemahan Kompas Emas, yang sama-sama terbitan Gramedia. Terjemahan buku penerbit Mizan juga oke-oke (tapi ini mungkin bias karena aku pernah kerja di sana, hehehe).
amusing ourselves to death.
ya maksudnya penerbit males nerjemahin.
tapi buku postman tsb aku yg mau nerjemahin, dan aku yg nulis surat ke penerbitnya - lantas cuman nebeng PSH utk penerbitannya. jadi penerjemah dan penggemar buku bukannya tidak berperan.
yap, aku juga bicara secara umum. ya misalnya, sebagai penerjemah, aku nggak pernah ikut mengurus copyright buku-buku yang kuterjemahkan, dan kukira demikian pula para penerjemah lain untuk penerbit Gramedia.tentu aja dalam kasus lain, ada juga penerjemah yang mengontak langsung si pemegang hak cipta.
sekarang malah lebih berperan lagi... karena teknologi, we can be our own publisher... ada dua temen yg sudah "menerbitkan" buku2nya (lengkap dgn isbn dll) berpatungan dengan suamiku, penerbit online - jadi produksinya tergantung pesanan lewat website... jadi benar2 di-drive oleh minat, bukan oleh hitung2an penerbit.
wah asyik tuh. aku pengen sebenarnya pengen nerbitin buku-buku yang kuminati, cuma selama ini dunia yang kukenal cuma penerbitan konvensional.
iya ini konvensional juga... maksudnya dicetak biasa... tapi bisa minimal sekali (sesuai minat "pasar") sehingga modalnya kecil.. dan promosinya getok tular dibantu website utk memroses pemesanan dll.

