Ririenz's Reviews > Arok Dedes

Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer
Rate this book
Clear rating

by
393578
's review
Jun 30, 09

bookshelves: sastra-sejarah
Read in January, 2009

Rasionalitas dari legenda Arok – Dedes menurut Pramoedya Ananta Toer

" Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak dari tanganmu. Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secukupnya dari peristiwa itu "
~ Pramoedya Ananta Toer ~

Ini adalah sekelumit kalimat Loh Gawe untuk Arok yang dibahasakan oleh Pram dlm novel Arok Dedes. Sebelumnya aku telah membaca Tetralogi Pulau Buru ( Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca ) yang berlatar belakang perkembangan masyarakat Indonesia di awal abad 20. Novel itu membuatku takjub karena memberikan gambaran yang berbeda tentang sejarah pergerakan masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan buku2 dan pelajaran sejarah yang disuapkan kepadaku sewaktu dibangku sekolah.

Dan rasa itu kembali terulang ketika aku membaca Arok-Dedes. Dalam legenda yang berkembang di masyarakat dan dalam berbagai literatur pendidikan cerita sejarah tentang Arok – Dedes dituturkan secara mistis. Tetapi dalam novel ini Pram meramu legenda bersejarah itu menjadi cerita logis dan jauh dari kesan mistis. Jadi jangan heran jika kita tidak menemui cerita tentang betapa bertuahnya keris Mpu Gandring serta cerita mistis lain dalam diri Arok, Dedes atau Mpu Gandring. Novel Arok – Dedes adalah novel politik yang bercerita tentang suksesi yang terjadi di Tumapel karena negeri itu dipimpin oleh seorang tiran bernama Tunggul Ametung. Kemudian di tengah rakyat yang tertindas itu lahirlah seorang pemuda yang dengan segala kecerdikan, kepintaran juga kelicikannya memberikan harapan baru untuk men-sejahterakan negeri itu.

Aku sungguh terkesan dengan analogi2 yang dihadirkan oleh Pram baik terhadap para tokohnya, plot ceritanya dan setting sejarahnya. Hampir semua yang dituangkan oleh Pram bisa dibilang logis dan realistis, seperti asal usul nama Endog atau bagaimana sosok Arok sesungguhnya. Jika dalam legenda sejarah kerajaan2 jawa disebutkan bahwa Arok adalah seorang yang sakti mandraguna tetapi oleh Pram Arok digambarkan sebagai seorang yang berpendidikan tinggi dan sangat terpelajar. Namun perbedaan pemikiran ini tidak membuat cerita legenda Arok – Dedes keluar dari pakem yang sudah ada. Malahan menurutku novel ini adalah tafsir dari legenda Arok _ Dedes yang berkembang di Indonesia.

Jadi buat yang belum membacanya, coba deh…


~ Rienz ~
3 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Arok Dedes.
sign in »

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by nanto (new) - added it

nanto "novel ini adalah tafsir dari legenda Arok-Dedes"==> tafsir realisme Pram memang mantap!

"Arok digambarkan sebagai seorang yang berpendidikan tinggi dan sangat terpelajar" ==> Arok adalah seorang sudra berjiwa ksatria berhati brahmana, agak lebay tapi kalo gak salah itu tafsir Pram atas sosok Arok. :D

salam kenal dan vote buat tafsir atas tafsir Pram-nya


Ririenz Aq hampir selalu suka cara Pram memandang bangsa ini coz selama ini bangsa ini telah dilenakan dgn cerita2 heroik yang umumnya kurang membangun dan kurang visioner. Dan Pram hadir memberikan wacana segar meski melawan arus.


Nanny SA
vote bwt reviewnya
Tafsir dan cara becerita Pram di novel ini memang menyegarkan..


Ririenz Alow Nanny..thks ya...
Makanya Pram tak benar2 menghilang...


Pandasurya abis baca novel ini malah sayah sempat berpikiran muluk: kenapa ga semua sejarah ditulis dengan cara keren seperti ini?:-p
Pram emang belom ada tandingannya..:-)


Ririenz Alow Pandan...
Aku rasa Pram mampu men-sinergikan dan memaksimalkan semua kebaikan yg ada pada dirinya meski itu bersebrangan dengan kebanyakan orang.
Kenapa ? jawabannya ada di pemegang waktu...
Tapi sekarang banyak juga loh novel-novel sastra dengan setting sejarah atau legenda yang ada di Indonesia...



back to top