Robert's Reviews > Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Supernova by Dee Lestari
Rate this book
Clear rating

by
2464013
's review
Jun 28, 09

it was amazing
bookshelves: indonesian, novel

Jujur, ini buku novel yang mempengaruhi gaya saya menulis! Dee (Dewi Lestari) telah menulis sebuah buku yang sangat jenius. Anda akan menemukan banyak elemen di buku ini, mulai dari sains, filsafat postmodernisme, spiritual, humanisme, romantisme, sampai hedonisme. Semuanya terbagi merata ke dalam tiga cerita yang sama memikatnya. Tetapi dari ketiganya, saya jatuh cinta dengan cerita mengenai seorang pelacur kelas tinggi yang digambarkan sebagai perempuan muda yang cantik, cerdas, penuh optimisme, bahkan lebih pintar dari semua klien-kliennya yang bergelar akademik sederet dan gemar berkoar-koar di depan mimbar. Ia mungkin bisa menjual tubuhnya, tetapi tidak menjual pikiran serta idealismenya. Berapa banyak dari kita yang malah sudi "menjual murah" pikiran dan idealisme kita?

Dari tiga seri "Supernova" yang ditulis Dee, bagi saya inilah yang terbaik dan tersempurna. Sangat direkomendasikan, out of the box!

Sekilas seperti: mengalami "total orgasm" bersama Dee, hehehe...
4 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Supernova.
Sign In »

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown arrow    newest »

Farah dari buku ini, gue cuma tertarik pada cerita tentang ksatria, putri dan bintang jatuhnya. Bukan Diva, Ferre, maupun Rana.



Robert Farah wrote: "dari buku ini, gue cuma tertarik pada cerita tentang ksatria, putri dan bintang jatuhnya. Bukan Diva, Ferre, maupun Rana.
"


Iya, tapi overall buku ini keren kok, termasuk salah satu buku yg menginspirasi pemikiran gue.


message 3: by E.namikaze (new) - added it

E.namikaze udah liat juga filmnya. dan yah, seperti novel pada umumnya yang di tarik ke layar kaca. tidak semenarik novelnya


Robert E.namikaze wrote: "udah liat juga filmnya. dan yah, seperti novel pada umumnya yang di tarik ke layar kaca. tidak semenarik novelnya"

Setuju, saya juga sempat menonton filmnya beberapa bulan lalu yang kebetulan ditayangkan di televisi swasta. Kesimpulannya, kurang greget malahan tidak segreget trailernya, hehe. Barangkali memang demikianlah kendala novel yang diangkat menjadi sebuah film, selalu menemui banyak keterbatasan waktu dan imajinasi.


back to top