Diana's Reviews > Botchan

Botchan by Sōseki Natsume
Rate this book
Clear rating

by
F_50x66
's review
Jun 11, 09

Recommended for: My students and my friends
Read in June, 2009, read count: 1

Sebenarnya buku ini biasa saja. Settingnya di situ-situ saja, antara rumah kontrakan, sekolah, atau pemandian air panas. Alurnya datar, klimaksnya tidak terlalu membuat tenggang, penyelesaiannya pun biasa saja. Yang menarik dari Botchan adalah gaya penuturan dan penokohannya. Karakter di buku ini semua menarik apa lagi dilihat dari sudut pandang si tokoh utama yang blak-blakan, bicara tanpa tedeng aling-aling.
Botchan sebenarnya enggan jadi guru apa lagi ketika ia mengajar ia mendapatkan murid-murid yang istimewa. Tetapi hubungan antara guru-murid di sini bukan menjadi fokus utamanya. Jadi ketika membaca novel ini jangan mengharapkan cerita di dalamnya seperti “Dead Poets Society” atau “Freedom Writers”. Yang menjadi fokus utamanya adalah sudut pandang Botchan menilai orang-orang sekitarnya. Di novel ini juga terdapat kritikan-kritikan tentang boboroknya pendidikan di masa itu.
Di mata Botcan ada lima jenis orang. Yang pertama adalah orang yang mirip dirinya yaitu orang yang jujur, konsisten, berbicara seadanya, berpikiran sederhana, mudah marah, dan “pantang menjilat ludah sendiri”. Orang itu adalah guru matematika (sama seperti Botchan yang juga mengajar matematika di sekolah itu)bernama Hotta yang diberi julukan si Landak oleh Botchan. Mereka berdua sering mendapat masalah karena sifat mereka yang keras dan mudah marah. Mereka pun sering sekali beradu mulut tetapi anehnya mereka berdua akrab sekali.
Tipe kedua adalah tipe “Gentleman”. Orang yang disebut “Gentleman” oleh Botchan adalah orang yang tidak banyak bicara tetapi tetap menghormati orang lain. Orang itu adalah Koga, guru Bahasa Inggris yang diberi julukan si Labu oleh Botchan. Di balik sikapnya yang pendiam itu Koga adalah orang yang patut dikasihani. Hidupnya tragis karena ulah rekannya sendiri.
Tipe ketiga adalah orang yang menurut saja apa kata orang lain tanpa bisa melakukan apa-apa. Orang ini adalah si kepala sekolah—Botchan menjulukinya Tanuki (sejenis rubah). Si kepala sekolah ini anggap saja seprti boneka mainan. Pendiriannya tidak teguh, jika memutuskan sesuatu harus melalui prosedur yang berbelit-belit.
Yang keempat adalah oportunis, penjilat bermulut manis yang kata-katanya berbisa. Orang ini adalah kepala guru yang dijuluki kemaja merah. Ia mendapati julukannya karena ia mengenakan kemeja merah setiap waktu. Si Kemeja Merah memiliki kaki tangan tepercaya yang bernama Yoshikawa (julukannya si Badut). Sejoli ini benar-benar setali tiga uang. Yang satu penghasut, yang lain penjilat. Dua orang ini adalah musuh sejati Hotta dan Botchan. Mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Pada akhirnya si Kemeja Meran dan si Badut habis dipukuli oleh Botchan dan Hotta. Botchan dan Hotta beranggapan itu adalah keadilan dari langit. Memang pada masa itu sampai sekarang pun keadilan dan main hakim sendiri sulit dibedakan.
Terakhir adalah tipe orang yang bijak, memandang sesuatu tanpa prasangka, penuh kasih sayang dan selalu berpikir positif. Orang ini adalah Kiyo, pengsuh Botchan yang setia. Kiyo adalah satu-satunya orang yang tidak diberi julukan oleh Botchan. Sebenarnya Botchan adalah julukan kesayangan yang dibeikan Kiyo untuk tokoh utama novel ini. Menurut saya, yang lebih pantas menjadi guru adalah Kiyo. Kiyo orang tua yang penyayang. Saya jadi teringat tuturan dalam bahasa Inggris yang kurang lebih seperti ini, “the least lovable child is sctually someone who needs your love the most”. Kiyo tidak tahu tuturan ini tapi secara instingtif ia menerapkannya. Botchan adalah anak aneh yang nakalnya luar biasa. Orang tuanya sudah menyerah dan bahkan ayahnya mengusir Botchan dari rumah. Tetapi Kiyo selalu menyayangi Botchan dengn tulus. Pada akhirnya, setelah Botchan kembali ke Tokyo ia dan Kiyo tinggal bersama tetapi karena sudah tua dan menderita penyakit, Kiyo meninggal.
Secara keseluruhan, walaupun novel ini berakhir datar-datar saja tetapi novel ini memang pantas dibaca. Apa lagi ini novel klasik yang terkenal di Jepang. Banyak sekali yang dapat dipelajari terutama tentang karakter orang.
So, Happy reading!


1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Botchan.
sign in »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown_arrow    newest »

Magdalena Amanda Gentleman itu bukannya guru kanji? Yg dia sebut gentleman pas waktu perkenalan di ruang guru pertama kali?

Hehe.


back to top