Jia's Reviews > Kitchen

Kitchen by Banana Yoshimoto
Rate this book
Clear rating

by
1598290
's review
Mar 09, 2010

really liked it
Read in June, 2009 , read count: 1

"Mikage, kau terpesona pada ibuku?" tanyanya.

"Begitulah. Habis dia cantik sekali," kataku jujur.

"Ya, ya," sambil tertawa, Yuichi berjalan ke arahku lalu duduk di lantai di depanku. "Dia menjalani operasi plastik."

"Masa?" tanyaku berpura-pura tenang. "Mungkin karena itu wajah kalian samasekali tidak mirip."

"Bukan itu saja...," Yuichi melanjutkan tanpa mampu menahan geli, "dia itu laki-laki."

(Kitchen, Banana Yoshimoto, hal.16)
________________________________________________________________
Ah, dari awal saya tahu, ini bukan buku yang akan membuat saya terpingkal-pingkal. Meski ya, petikan halaman 16 itu membuat saya tertawa. Lihat saja covernya yang sunyi itu, dan tulisan di back covernya. Pasti salah satu novel jepang yang depresif.

Kedua orang tua Mikage Sakurai meninggal sejak ia kecil, lalu gadis itu tinggal bersama kakek dan neneknya. Lalu kakeknya pun meninggal. Dan saat ia berada di bangku kuliah, ia menjadi sebatang kara karena neneknya pun ikut pergi. Setelah kematian neneknya, rasanya tak ada lagi alasan untuk tinggal di apartemen yang sama. Apartemen itu terlalu luas dan menyimpan terlalu banyak kenangan.

Tiga hari setelah pemakaman, pintu apartemennya diketuk oleh seorang pemuda, Yuichi Tanabe. Ia adalah pemuda yang bekerja paruh waktu di toko bunga yang sering dikunjungi mendiang neneknya. Entah dapat ide dari mana, Yuichi mengajak Mikage untuk tinggal di apartemen yang ia tinggali bersama ibunya.

Ibu, yang ternyata laki-laki. Yuki, ayah Yuichi, memutuskan untuk menjadi perempuan bernama Keiko setelah kematian istrinya karena kanker. Cara yang ekstrim untuk berduka.

Mikage menemukan dirinya langsung jatuh cinta pada dapur keluarga Tanabe, dan orang-orang yang menghuni apartemen itu. Ia tinggal selama musim panas sebelum akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri.

Suasana hatinya yang membaik kembali diuji dengan berita kematian Keiko. Ia sekali lagi dilanda duka hebat, kali ini lebih parah. Ia merasa benar-benar seperti yatim piatu. Dalam rundungan duka, ia baru menyadari kalau sebenarnya dia jatuh cinta pada Yuichi.
___________________________________________________________________

Ternyata ada dua cerita di buku ini. Kitchen dan Moonlight Shadow. Dua-duanya mengantarkan tema yang sama; kematian orang yang disayangi. Tokohnya perempuan berusia antara 20-25 tahunan. Terjemahannya enak, jadi bacanya ngalir, mungkin karena ceritanya juga nggak rumit-rumit amat.


Fun fact: setelah baca Kitchen, gue tiba-tiba diserang oleh inspirasi. Menyenangkan, karena udah tiga bulan gue undang tuh yang namanya inspirasi nggak ada yang mau dateng. Lalu gue nulis cerpen.
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kitchen.
Sign In »

Reading Progress

06/11/2009 page 19
9.31% "lucu khas jepang..."

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Dina (new) - added it

Dina Meidianti ini ada bahasa indonesianya yah? saya udah cari kemana2 tapi ga dapet2. Ada referensi untuk mencari buku ini ga?
Terima kasih :)


message 2: by Jia (new) - rated it 4 stars

Jia saya baca bahasa indonesianya, dulu beli di gramedia kok :)
coba ke online shop aja, atau cari ke penerbit kpg


back to top