Nanny SA's Reviews > Lajja

Lajja by Taslima Nasrin
Rate this book
Clear rating

by
1591889
's review
Jun 04, 11

liked it
bookshelves: borrowed, novel, 2009
Read in June, 2009

Sebelum membaca buku ini aku sudah baca beberapa reviewnya, jadi sudah dapat memperkirakan isinya, tapi tetap masih penasaran untuk membacanya. Beruntung dapat pinjaman dari Nurul.

Lajja (dalam bahasa Bangladesh berarti malu) ,novel fiksi yang bersumber dari fakta yang nyata tentang 13 hari kehidupan keluarga Sudhamoy di Bangladesh yang penuh teror dan ketakutan.

Bangladesh adalah Negara pecahan dari Pakistan, tepatnya di Pakistan sebelah timur. Bangladesh berdiri pada th. 1971 mayoritas rakyatnya beragama Islam dan agama Hindu sebagai minoritas. Pada awalnya perbedaan ini tidak menjadi masalah karena mereka sama-sama berjuang untuk kemerdekaan. Tapi ketika thn 1977 UUD Bangladesh diubah dengan mencantumkan Islam sebagai agama resmi, maka keadaan berubah, kedamaian tidak dirasakan lagi.

Adalah mesjid Babri di Ayodya India yang menjadi pangkal mulanya. Mesjid ini didirikan pada abad 16 oleh Mughal I Babur dengan menghancurkan bentuk asalnya yaitu sebuah kuil. Pada tanggal 6 Desember 1992 terjadi pembakaran mesjid Babri ini oleh umat Hindu. Umat Islam di Bangladesh melakukan pembalasan kepada umat Hindu yang ada di Bangladesh. Harta benda mereka dirampas, rumah ibadah Hindu dihancurkan dan perempuan-perempuannya diperkosa. Terjadi kekacauan dan teror yang mengerikan sehingga umat Hindu banyak yang berimigrasi ke India dan Srilangka karena sudah merasa tidak aman di negaranya sendiri

Taslima Nasrin bercerita dengan data yang detail sehingga seperti membaca sebuah berita dari koran dan agak mengerikan membaca kejadian-kejadiannya, sehingga mungkin inilah yang membuat beberapa pembaca muslim tersinggung. Tapi bila dicermati hal ini sebenarnya ditujukan buat pemeluk agama apapun yang fanatik berlebihan sehingga menghalalkan segala cara bahkan melanggar ajaran agamanya sendiri.

Membaca buku ini bagiku memberikan pembelajaran bagaimana agar kita sebagai manusia beragama dapat berempati kepada kaum minoritas. Hal-hal yang dianggap biasa selama ini,- contoh kecil adalah pelajaran agama di sekolah 'negri' (cerita di sini hampir sama dengan pengalamanku duluu) dimana anak yang beragama 'lain' boleh memilih diam di kelas atau ke luar(tapi u mendapat ranking di kelas nilai ini ikut dihitung jadi merugikan anak tsb.)- ternyata menurut Taslima hal demikian amat menyakitkan bagi yang mengalaminya, apakah demikian juga dengan teman ku dulu ?

Kejadian-kejadian seperti yang ditulis Taslima Nasrin dapat terjadi dimanapun dengan agama apapun apabila pemeluknya bersikap fanatik berlebihan sehingga dapat menimbulkan pertumpahan darah dan mengorbankan rasa kemanusiaan

Tak ada salahnya jika aku mengutip kata-kata K.H. Mustafa Bisri : "Setiap semangat beragama harus diikuti oleh semangat memperdalam pengetahuan agama,karena kalau lebih besar semangat daripada pemahaman tentang agama malah akan menimbulkan masalah seperti yang selama ini sering terjadi di sekitar kita."
Wallahu'alam



Terimakasih buat Nurul atas pinjaman bukunya, terimakasih buat Qui atas rekomendasinya :)

6 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Lajja.
Sign In »

Reading Progress

06/08/2009 page 39
11.61% "hari kedua"
06/15/2009 page 336
100.0% "finished"
show 1 hidden update…

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Pandasurya (new)

Pandasurya An eye for an eye makes the whole world blind --Mahatma Gandhi


Nanny SA naon hartina Panda :)


Nanny SA Thanx all


back to top