Sylvia's Reviews > Sky Burial - Pemakaman Langit

Sky Burial - Pemakaman Langit by Xinran
Rate this book
Clear rating

by
92370
's review
Apr 23, 12

bookshelves: fiction
Read in April, 2009

A beautiful story, beautifully written, and beautifully translated. Rasanya membaca buku ini membawa kita ke alam pegunungan Tibet, serta ikut merasakan kedinginan, kepanasan, dan berbagai musim di sana.

Ketika lembaran terakhir buku ini ditutup, cuma bisa menarik nafas dan mikir: "Kok bisa sih dia nulis cerita sebagus ini?" jadi pengen baca versi english nya, mungkinkah ceritanya akan lebih bagus? Tapi penerjemahannya sangat indah kok, sama sekali tidak mengecewakan.

Anyway, kisah ini dimulai dengan keinginan yang kuat dari Shu Wen untuk mencari suaminya yang baru beberapa minggu menikah dengannya. Kejun, sang suami yang berprofesi sebagai dokter, dikirim ke Tibet untuk membantu tentara pembebasan rakyat yang sedang bertempur. Sebagai warga yang baik tentu saja Kejun menerima penugasan itu.

Tapi kemudian Wen menerima kabar bahwa suaminya meninggal, dan tak ada informasi lain mengenai kematiannya, penyebabnya, dan dimana jasadnya. Wen pun bertekad mencari suaminya ke Tibet. Dengan profesinya sebagai dokter, mudah baginya untuk bisa pergi ke sana dengan pertimbangan keahliannya bisa membantu tentara yang terkena penyakit ketinggian.

Tapi ketika sampai di Tibet, Wen justru terpisah dari kesatuannya, dan berkelana dengan teman barunya. Di sini sempet mikir, kok bisa kesatuannya nggak nyariin dia? Secara dia kan perempuan, masa dibiarkan aja berkeliaran tanpa pengawalan? Apa separah itu keadaan di sana, sehingga menghilang sedikit dianggap mati dan tak perlu dicari?

Anyway, 'petualangan' Wen dalam mencari kekasih sejatinya tidak terhenti setahun-dua tahun, namun berlanjut hingga puluhan tahun. Karena tak mengerti bahasa lokal dan tak mengerti juga daerah yang dilaluinya, Wen jadi harus hidup selama bertahun-tahun dengan sebuah keluarga Nomadik. Di sini diceritakan bagaimana keluarga tersebut hidup tanpa bantuan dari tetangga (secara nomaden gt loh, mana sempet punya tetangga), gimana mereka menjalani praktek poliandri (Ha! ada juga ternyata kan perempuan yang punya suami banyak?), dan kehidupan religius mereka.

Survey yang dilakukan penulis sepertinya sangat mendalam mengenai orang Tibet, sehingga tanpa terasa sudah separo halaman lebih dan Kejun belum ketemu namun bacaan masih terasa asik. Akhirnya misteri kematian Kejun pun terjawab di bab-bab terakhir, dan sumpe deeh terharu banget bacanyaaa. Wen harus cukup puas melampiaskan kerinduan pada sang suami lewat diary Kejun. Dan mengetahui kisah akhirnya dari seorang pertapa tua. Disini baru dijelasin dengan detil tuh apa sih maksudnya pemakaman langit? Yang ternyata memang pemakaman tanpa dikubur yang melibatkan adegan sadis dari burung-burung pemakan bangkai.

Yang sempat bikin penasaran sebenernya justru kisah Zhuoma dan Tiananmen. Sepanjang akhir cerita setelah mereka bertemu Tiananmen, sebenernya ngarep kalo mereka akan nekad melanggar aturan dan kawin lari or something. Tapi ternyata mereka benar-benar religius dan tidak ada dalam benak mereka untuk melakukan hal yang dilarang agama. Luar biasa!

Thanks to Ncing yang udah minjemin buku ini. Kalo gak harus dibalikin pasti udah gw keep ;)
7 likes · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Sky Burial - Pemakaman Langit.
Sign In »

Reading Progress

04/20/2009 page 24
7.74% "Baru pengantin baru udah dipisahkan oleh perang. Hiks sedih juga. Sepertinya ini buku yang bagus.. lanjuut.."
04/21/2009 page 47
15.16% "And the journey starts..."
04/21/2009 page 47
15.16% "and the journey began..."
04/21/2009 page 88
28.39% "Demikianlah kisah hidup Zhuoma.. mengenaskan dan makin penasaran. Tiananmen masih hidup gak ya?"
04/22/2009 page 114
36.77% "Wen dirawat oleh keluarga nomad. Di dandanin ala Tibet. Bener nih buku gak bisa berenti bacanya. Keren!" 1 comment
04/23/2009 page 128
41.29% "Mulai beradaptasi dengan kehidupan orang Tibet. Kejun, where are you...?" 14 comments

Comments (showing 1-19 of 19) (19 new)

dateDown arrow    newest »

Hippo dari Hongkong gak usah dibalikin, pura2 gak inget aja

:D


Sylvia Oiya bener... *siul-siul*


Roos Untung gak jadi minjemin....
*ngelus dada lega*


Sylvia Huahahhaa!!! Roos darling, awas yaa!


message 5: by miaaa (new)

miaaa disimpen aja yut :D
*tanduknya keluar*


Roos Hihihihihi...Naga lagi membolos yah Mia? Gak kelihatan tumben.


Ordinary Dahlia adaaaa...dan g niat mo baca tuh buku ntar2 ;(


Roos Hiyaaaaaaaaaaaaaaaa....muncul Naganya....hehehehe.
Sayang yah, buku bagus harganya cuma 10 rebu...


Hippo dari Hongkong heh.. terusin ngobrolnya,
sayah mo tidur dulu neh :D


message 10: by miaaa (new)

miaaa hmmmmm kaya jelangkung aja nag, gitu disebut nongol huwahahaha *ngacir sebelum dikampak* :p


message 11: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia hohoho...baru baca reviewnya :p
Ga boleh Syl! G aja bloman bacaaaa...
Oia mba, yang si Bloody Jack juga...sayang bgt ya?!
*padahal dalam hati berdo'a sering2 aja!*


Roos Yoa......siapa tahu nemu buku langka...bagus harga murah...hehehehehe.


message 13: by Tiwik (new)

Tiwik Sayang yah, buku bagus harganya cuma 10 rebu...

Belinya dimana tuh Roos? *Ngiler*


Roos Di gramedia Melawai waktu itu Wik...pas lagi obral...eh diskon denk.


message 15: by Tiwik (new)

Tiwik Huhuhu...di daerah mah jarang dapet obralan macem2, paling kalo pas pulkam baru mampir ke solo ato surabaya (itupun kalo pas beruntung dapet obralan yang lumayan kayak lebaran kemarin di Gramed solo)


Roos Cup-cup-cup...Ya dah kalo gitu dikirimin dari Jakarta ajah yah...biar gak nangis lagi deh. Ku cariin dulu yah Wik...semoga masih ada...suka dadakan soale.


message 17: by Tiwik (new)

Tiwik Ntar2 juga gpp Roos, katanya juni-juli di jkt mo ada book fair lg ya? sapa tau ada diskonan yg lumajang gitu...ngincer beberapa buku kayak to kill a mockingbird, anne of green gables, dll :)
Kalo' ada ntar nitip aja ya...


Roos Siap....kalo gak nanti aku ke Banjar deh...pengen nyicip Restoran Padang depan kantor tuh...hehehehe...*teuteup*


message 19: by Tiwik (new)

Tiwik Hehehe...ayuh ajah...


back to top