miaaa's Reviews > Feminisme: Sebuah Kata Hati

Feminisme by Gadis Arivia
Rate this book
Clear rating

by
858390
's review
Apr 07, 09

bookshelves: ophelia-s-library, non-fictions-others, indonesian
Read in April, 2009

Menarik. Topik-topik yang diangkat Gadis dalam setiap tulisannya ini menyinggung banyak hal. Perkembangan kelompok feminis, budaya patriarki dan kekerasan yang selalu merugikan perempuan, politik 'susu' yang bukan sekedar tentang susu untuk bayi, lingkungan, pekerja rumah tangga hingga pemilihan ratu kecantikan.

Namun aku bertanya, lalu bagaimana tentang perempuan dalam olah raga? Yang aku maksud di sini tentunya bukan tentang para WAGS tapi para perempuan yang secara profesional menjadi atlit. Masa iya tidak ada bias jender dalam olah raga? Aku ingat pertengahan 90-an ketika Serie A Italia sedang berjaya (Zidane di Juventus, Nedved di Lazio, Totti baru jadi pangeran Roma, Nesta yang digadang menjadi the next Baresi) sebuah klub (Sampdoria??) berencana menunjuk seorang perempuan menjadi pelatih.

Yang terjadi adalah hujatan, caci maki, bahkan ada semacam tindak pelecehan dengan mengatakan, "berarti kami tidak bisa lagi bebas berkeliaran tanpa busana di ruang ganti karena ada dia di sana!" Ujicoba wasit perempuan juga jalan di tempat karena hanya beberapa kali ada perempuan di lapangan, itu pun kebanyakan mentok jadi hakim garis.

Kepopuleran Mia Hamm di timnas Amerika Serikat sedikit banyak menarik perhatian orang, terutama mereka yang selama ini menganggap sepakbola bukan untuk perempuan. Tapi sering juga yang ditunggu dari aksi-aksi para perempuan di lapangan hijau adalah selebrasi melepas kausnya (bahkan ada iklan produk mengenai ini!).

Gadis benar, lawan kaum feminis bukan laki-laki tetapi budaya patriarki yang telah berjalan kurang lebih 3.000 tahun. Dan yang paling menyakitkan negara yang dikuasai budaya patriarki ini juga menjadi musuh perempuan karena banyak tindak kekerasan terhadap perempuan dibiarkan oleh negara dan aparatnya dengan alasan itu ranah privat bukan publik!
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Feminisme.
Sign In »

Reading Progress

03/31/2009 page 2
0.41% "baru baca pengantar"
04/02/2009 page 153
31.48% "laki-laki bisa menjadi feminis tanpa harus menjadi female hihi"
04/05/2009 page 189
38.89% "budaya kekerasan"
04/06/2009 page 264
54.32% "politik susu"

Comments (showing 1-10 of 10) (10 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Mery (new)

Mery mauuuuuu di toko buku ada gak mba?


miaaa seharusnya ada mey, tapi kalo ndak nemu kabarin aku entar aku cariin di toko buku kalam di deket kantor yah :D


message 3: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Nah..ini kmrn ada di tumpukan buku yang 15000. Lo nggak liat bukunya, mo? Kayanya gw kasih lihat dech, trus bilang "ada yg sudah review nih tapi siapa ya?" eh ternyata lo, mbak hahahaha


message 4: by Mery (new)

Mery iyah kemaren ada...wakakak aku gak beli. pinjem aja ah *gak modal* ;D ;D


message 5: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Padahal khan harganya murah bangettttttt :D


miaaa huehue jadi si momo blum dpt juga? tunggu pameran buku berikutnya ya :p
*ngaciiiiiiir*


message 7: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Hahahahaha

Berarti awal november tuuuhhhhhhh.....


message 8: by Mery (new)

Mery kemaren harganya 15 rb yah? tapi gak diplastikin sih jadi males ;D
iyah nunggu nanti aja deh... sapa tau harganya 10rb =))


message 9: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Yang ada, sudah susah nyarinya. Itu gw lupa 15 rebu apa 10 rebu. Yah di antara 2 harga itu lha :D


message 10: by Mery (new)

Mery kemaren 15rb dan sudah tak berplastik....
tp emang sih ragu gitu mau belinya.
berat banget soalnya wkkk
kemaren pas bawa 1 tas itu aja gempor... ;D
*padahal pinjeman semua* ;D


back to top