Palsay 's Reviews > Identity - Identitas

Identity - Identitas by Milan Kundera
Rate this book
Clear rating

by
567709
's review
Mar 12, 2009

it was amazing
bookshelves: translated-fiction, drama
Read in March, 2009

Melalui novel ini akhirnya saya mengenal Milan Kundera, sebuah nama yang sering saya dengar, dan novel-novelnya yang sering mendapat pujian .
Sulit menceritakan kembali isi novel ini, karena bagi saya bukan saja kisah mengenai Jean Marc dan Chantal saja yang menjadi plot dalam kisah ini, akan tetapi gagasan-gagasan tentang identitas kita, kekhawatiran menjadi tua, hakikat hidup dan cinta yang menarik.

“Lelaki tidak lagi menoleh kepadaku”,

Demikian suatu hari Chantal berujar. Hal yang sederhana dan dianggap remeh oleh Jean Marc kekasihnya. Ini adalah suatu pernyataan luka dari Chantal. Seorang wanita cantik, terpelajar dan sukses yang tiba-tiba saja merasakan krisis paruh baya yang membuatnya seakan terlempar dari satu lempengan hidup. Dan apa tanggapan Jean Marc?

”Lelaki tidak lagi menoleh memandangmu, memang itu yang bikin kamu sedih?”
(oh so tipikal lelaki)

Namun meski demikian, Jean Marc mencoba memahami kegelisahan kekasihnya dengan melakukan hal yang sekiranya dapat menghibur Chantal. Disinilah dimulai konflik yang membuka paruh kesadaran mereka, ternyata meskipun telah hidup bersama beberapa tahun lamanya, mereka tidak saling mengenal dengan baik. Ternyata terlalu banyak hal yang tersembunyi diantara mereka yang tidak saling dipahami.

Jean Marc
”Betapapun, tanyanya pada diri sendiri, apakah rahasia sangat pribadi itu? Apakah itu adalah tempat paling misterius, paling istimewa, paling orisinal tentang seorang manusia? Rahasia-rahasia pribadi Chantal itukah yang menjadikannya mahluk unik yang dicintainya? Tidak. Yang dirahasiakan orang adalah hal-hal paling lumrah, paling sehari-hari, hal yang paling sering ditemui, hal yang juga dipunyai dan dialami semua orang lain: tubuh dan segala hajatnya, masalah-masalahnya, kegandrungannya-konstipasi, misalnya, atau menstruasi. Kita dengan malu-malu menutup-nutupi soal-soal intim ini bukan karena hal-hal itu begitu pribadi, melainkan karena sebaliknya, semuanya itu secara impersonal sangat menyedihkan.”

Semakin lama, mereka mengamati, menginvestigasi, semakin merasa saling tidak mengenal satu sama lain. Kepercayaan seketika berubah menjadi prasangka dan naluri mempertahankan harga diri menjadi niscaya. Tiba-tiba pergi menjadi jalan keluar dari setiap permasalahan.

Chantal
”Ya, aku punya dua wajah, tapi tidak bisa keduanya kupakai berbarengan. Dengan kamu, aku memasang wajah haha-hehe dan serba meledek. Kalau lagi di kantor, kupakai wajah serius. Tugasku memeriksa lamaran dan biodata orang-orang yang cari kerja di kantor kami. Terserah padaku mau merekomendasi atau menolak mereka...”

Berapa banyak pasangan yang mendapati kekasihnya berbeda pada suatu saat? Dan ada berapa banyak lagi pasangan yang tidak menemukan jawabnya selain prasangka dan kesombongan yang menghindarkannya dari keterbukaan? Lalu tiba-tiba, berpisah menjadi jalan satu-satunya yang harus ditempuh.

Buku ini sungguh melemparkan saya jauh dari tempat saya beranjak. Kegemilangan Milan Kundera merangkai kata-kata menjadi cerita yang sarat makna, ironis sekaligus mencerahkan, menjadikan buku ini sebagai salah satu buku yang wajib dibaca.

Simaklah bagaimana bos Chantal, Leroy, mengemukakan hal ini:

”Mengapa kita hidup? Supaya Tuhan punya daging manusia. Karena Bibel, ibu yang terhormat, tidak meminta kita mencari arti kehidupan. Bibel meminta kita berkembang biak. Saling cinta dan berkembang biak. Pahami ini: makna ungkapan ”saling mencinta” tertetapkan dengan jelas oleh atau ”berkembang biak”. Ungkapan ”saling mencinta” itu sama sekali tidak berarti kasih sayang, cinta yang lembut mesra spiritual atau menggelora tak kunjung padam, itu hanya berarti ”bercumbu”, ”kawin” (ia melirihkan suara dan mencondongkan badan ke arahnya) ”ngen***” (bagaikan murid yang spatuh, dengan pasrah nyonya itu menatap ke dalam mata Leroy). Itu, dan hanya itulah, arti kehidupan manusia. Yang lain-lain, omong kosong.”

Menarik, kan? ;-)

Dan masih banyak lagi permainan kata semacam ini. Jangan salah, buku ini tetaplah sebuah kisah cinta yang melodramatis, seperti kutipan terakhir dibawah ini:

”Tidak akan kubiarkan lagi kau hilang dari penglihatanku. Aku akan selalu memandangmu dan tidak akan pernah berhenti.”
Jean marc berusaha mengangkat badannya untuk menyentuhnya dengan bibir.
”Tidak, aku cuma ingin memandangi kamu.”
”Lampunya akan kubiarkan hidup sepanjang malam. Tiap malam.”



Oh ya ampuuun...


Angin telah membawamu kepadaku,
dan aku kepadamu dengan segala tekadku
Apakah bila cinta, harus setara?
Jelaslah aku menghamba cintamu, sementara engkau masih menginginkanku
apakah bila cinta, tidak boleh berprasangka?
Aku mengutuk suatu masa, saat gelap malam mencumbumu
Lalu segala tentangku hilang lenyap dari benakmu,
Meski jalan untuk itu kucoba rintangi
Namun jiwamu teramat bebas untuk kupagari
Hanya angin pembawamu saja yang akan mengingatkan bauku padamu
Lalu aku akan berdoa semoga kenangan tentangku senatiasa indah saja bagimu



3 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Identity - Identitas.
Sign In »

Comments (showing 1-8 of 8) (8 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Roos (new)

Roos Oh...so typical Palsay.....huehueheuhueheu. Keren yah, Pal?


Palsay  hihihi...pas dapet moodnya aja Roos..;)


miaaa hahahaha emberan si kakak banget nih
jadi makin pengen baca :D


Palsay  puisi di paling bawah itu terinspirasi buku ini..hehe..:"> *duileee...sampe segitunyeee*


 Δx Δp ≥ ½ ħ bertambah lageh deh fans Kundera :D


message 6: by mahatma (new) - added it

mahatma baru nerima bukunya pagi ini.
itu juga beli krn komporan review palsay ini... hihi...


miaaa hehe pakde, aku menyerah dengan kundera. ini buku ketiganya yang aku baca dan yang terakhir. kalau menurut kata si kakak palsay dulu, buku ini tidak membawaku ke pulauku :D


message 8: by mahatma (new) - added it

mahatma "buku ini tidak membawaku ke pulauku"
metaforane keren euy.... okelah, aku ming pengen icip-icio ajah... hihi...suwun peringatannya nak miaaa...


back to top