Femmy's Reviews > Tesaurus Bahasa Indonesia

Tesaurus Bahasa Indonesia by Eko Endarmoko
Rate this book
Clear rating

by
87906
's review
Jan 03, 10

bookshelves: reference, language, nonfiction

Dalam kegiatan menerjemahkan, mencari kata yang tepat tentu menjadi kesibukan sehari-hari. Sayangnya, referensi dalam Bahasa Indonesia masih sedikit. Sementara di rumah ada empat atau lima tesaurus Bahasa Inggris, untuk bahasa Indonesia hanya ada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia (KSBI) karya Harimurti Kridalaksana yang terbit pada 1974, yang sayangnya masih jauh dari lengkap (sinonim untuk “banyak” hanyalah “tidak sedikit”). Jadi saya membuat tesaurus sendiri saja, mengumpulkan kata sedikit demi sedikit.

Namun, hari ini suami saya membelikan buku Tesaurus Bahasa Indonesia (TBI) karya Eko Endarmoko yang baru diterbitkan Gramedia pada Rabu lalu. Asyiiik… Dengan ketebalan 713 halaman, tentunya TBI jauh lebih lengkap daripada KSBI yang hanya 210 halaman. Halaman pertama saja sudah memperlihatkan keunggulannya. Sementara KSBI memuat 29 lema (dari “a” sampai “adab”) dengan masing-masing hanya menyajikan beberapa sinonim, TBI memuat 8 lema saja (dari “aba-aba” sampai “abai”) karena masing-masing lema menawarkan belasan bahkan puluhan sinonim yang bisa dipilih.

Tapi sayangnya, sebagian ketebalan TBI berasal bukan hanya karena jumlah sinonim, tetapi juga karena pengulangan. Misalnya, kata “bodoh” menyajikan 20-an sinonim, termasuk bebal, bego, dan lompong. Nah, 20-an kata yang sama ini diulang-ulang di setiap lema “bebal”, “bego”, “lompong”, dan yang lain-lainnya. Jadi minimal pengulangan 20 kali. Ini baru dari satu kelompok makna. Hal yang sama terjadi pada hampir semua kelompok makna yang lain. Untuk menghindari pengulangan, kenapa tidak misalnya dibuat tesaurus yang berdasarkan pada klasifikasi Roget? Daftar kata dalam sebuah kelompok makna hanya ditampilkan satu kali, lalu disediakan indeks agar pengguna tesaurus dapat melihat sebuah kata tercantum dalam kelompok makna mana saja.

Lalu, saya sedikit kecewa saat membuka lema “banyak”, dan hanya menemukan "berjebah, jamak, melacak, melimpah, penuh; padat, ramai". Jelas ini lebih baik daripada hanya “tidak sedikit.” Tapi kok tidak ada seabrek, bejibun, atau membeludak? Di lema “suka”, tak ada kata gandrung atau keranjingan, di lema ”miskin" tak ada kata bokek atau fakir. Rupanya dalam hal kelengkapan, tesaurus ini masih harus ditingkatkan lagi.

Saya juga menyayangkan saat membaca halaman xviii, yang menyebutkan bahwa hiponim tidak disertakan pada tesaurus ini, selain perkecualian pada beberapa kata. Padahal, kumpulan hiponim ini salah satu yang terpenting dalam mencari kata yang tepat dalam menerjemahkan. Misalkan saja, baru-baru ini saya menemukan kata “dhow”, yang artinya kapal Arab perahu yang bertiang layar satu atau lebih. Dalam tesaurus ini, anehnya, kata “kapal” hanya bersinonim dengan “bahtera”. Di lema “bahtera”, barulah ada 11 sinonim yang lain. Padahal, KBBI mencantumkan sekurang-kurangnya 50 jenis perahu (yang sejauh ini sudah saya kumpulkan), termasuk “berik” dan “bintak”, yang artinya perahu layar bertiang dua (atau lebih).

Satu hal lagi yang menurutku kurang dalam tesaurus ini adalah rujuk silang. Misalnya saja, dalam lema “mati” tak ada kata wafat, mangkat, berpulang, tewas, dan beberapa kata lain yang bermakna sama. Barulah di lema “wafat”, kata-kata ini tercantum, tapi tidak ada kata-kata yang lebih kasar, seperti koit, kojor, modar. Saat saya melihat lema “mangkat”, ada rujukan ke kata tinggal (meninggal). Rupanya lema “meninggal” yang paling lengkap di antara yang lain. Lema “tawa” juga begitu, hanya ada sinonim “gelak”, dan di lema “gelak” ini baru ada berbagai bentuk tawa seperti terbahak-bahak, terkekeh-kekeh, terpingkal-pingkal, dan sebagainya. Sayang sekali pengguna harus memutar-mutar dulu untuk sampai ke lema lengkap ini.

Meskipun ada beberapa kelemahan ini (yang terpaksa membuatku mendiskon satu bintang untuk buku ini), TBI tetap merupakan buku yang bermanfaat dan penting, tapi saya berharap buku ini akan terus disempurnakan. Sementara menunggu edisi selanjutnya, sepertinya saya tetap harus melanjutkan membuat tesaurus sendiri.
5 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tesaurus Bahasa Indonesia.
sign in »

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Dhias (new)

Dhias Rizki Fem,
dah lihat Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia terbitan Mizan-Pusat Bahasa?
gimana?


message 2: by Femmy (last edited Jan 04, 2010 09:44PM) (new) - rated it 4 stars

Femmy Belum. Ntar kalo udah lihat, aku resensi juga. Udah dimasukin datanya ke GoodReads?


message 3: by Pandasurya (new)

Pandasurya wah kayanya masih langka nih yg nulis review buku2 seperti inih..hehehe:-p
informatif, thx bgt, mba..:-)



Femmy udah punya belum bukunya? kalau belum, ayo beli :-p


message 5: by Ivan (new) - added it

Ivan keren mbak...
saya yang sedang menyelesaikan skripsi..
sangat membutuhkan kamus thesaurus yang bisa diandalkan...
terutama untuk menerjemahkan istilah bahasa inggris yang sulit untuk dicari padanan katanya di bahasa indonesia...


back to top