Ndahdien Ramadhan's Reviews > Honeymoon with My Brother: A Memoir

Honeymoon with My Brother by Franz Wisner
Rate this book
Clear rating

by
2049177
's review
Feb 21, 09

Read in December, 2008

Apa yang akan terjadi dalam hidupmu ketika dicampakkan calon pengantinmu? Patah hati lalu memilih menyendiri minum racun serangga atau ambil sarung buat gantung diri? Atau dendam dan menemui dukun kondang mengirimkan mantra? Ato mencari kehidupan baru dengan berpindah tempat? Franz Wisner menegakkan dagunya ketika dicampakkan Annie menjelang hari pernikahannya, ide gile dari temannya untuk tetap melaksanakan pesta pernikahan bersama teman-temannya dipenuhinya. Bukan hanya itu sebuah paket bulanmadu yang seharusnya digunakan bersama Annie justru digunakan bersama adik yang tidak terlaku dikenalnya, Kurt. Seolah belum lengkap penderitaannya, Franz juga harus menerima kenyataan bahwa karirnya sebagai sekretaris pers pemerintah telah merosot tajam.

Perjalanan "bulan madu"nya ternyata meninggalkan kesan yang mendalam baik bagi Franz maupun Kurt, kakak beradik yang awalnya tidak saling kenal, secara perlahan mereka mulai menjalin persahabatan. Perjalanan yang awalnya hanya sebagai pelarian ternyata membawa kesan mendalam bukan hanya bagi Franz tapi juga bagi Kurt. Sebuah ide gilapun terlontar, kedua kakak beradik ini justru mendobrak kemapanan dan kenyamanan hidup mereka dengan memutuskan untuk berhenti bekerja dan keliling dunia. Rencana matang disusun, ijin atau lebih tepatnya pemberitahuan diajukan ke keluarga dan dengan uang ditangan hasil penjualan rumah Kurt dan tabungan plus bonus gaji Franz mereka segera meninggalkan Amrik dan mulai menjelajahi semua benua. Deru mesin pesawat telah menderu, langit cerah dan anginpun bersahabat... bersiaplah berbulan madu bersama Franz dengan menikmati 484 halaman yang dijamin ga' ngebosenin.

Awal perjalanan mereka adalah Benua Eropa:

Tempat yang pertama dikunjungi adalah Rusia dengan sebuah tips gimana mendapatkan urutan terdepan di antrean imigrasi karena jumlah petugasnya teramat sedikit dan untuk pertama kalinya mereka mendapat stigma buruk tentang menyebalkannya orang Amerika (Arogan!). Mereka memanfaatkan jasa pertemanan sebagai tempat menginap, perjalanan berlanjut ke Swedia dimana mobil impian Kurt "Saab" telah menanti. Budapest, Rumania, Bulgaria, Turki dan berhasil masuk Suriah. disetiap negara ada banyak pengalaman yang ia bagi, sekelumit asal muasal kota, karakteristik penduduknya dan kejadian-kejadian baik yang menyenangkan, menyebalkan juga lucu seperti ketika diberhentikan polisi di Bulgaria. Gw suka dengan cara Franz mendeskripsikan seseorang atau suatu benda, misalnya ia menyebutkan temannya sebagai "pria tinggi besar dan kekar bagaikan Popeye" WHATSS!! bukan bagaikan Hercules?? Cukup dengan menyebutkan Popeye qt juga bakal tahu kalo orang ini lumayan kocak (kakakakakkkkk **Popeye ikut ketawa) atau ketika ia mendapatkan "service" dari Jana ia menganalogikan dengan "seperti anak kecil yang sangat mendambakan coklat sekian lama dan dipaksa memakannya setiap hari dari pagi-siang-ampe malem" kesimpulannya... awalnya sih enak tapi lama-lama jadi enegh!!

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang dikunjungi mereka saat menjelajahi Asia:

Bali!! Ya itulah pulau yang didatangi Franz dan Kurt, sayang... hal yang berkesan untuk dibukukan justru beberapa hal yang tidak mereka sukai seperti sabung ayam dan kondisi Bali yang sudah terlalu ramai hingga akhirnya mereka memilih Gili-Gili di Lombok yang sepi dan alami walaupun perlu kekuatan nyali untuk menyeberanginya dengan perahu yang tidak memadai. Disini mereka bertemu dengan rombongan Backpacker dan saling berbagi pengalaman walopun sempat lumayan sengit beradu argumen. Kondisi Indonesia saat Franz dan Kurt berkunjung adalah saat pemerintahan Gus Dur jadi ya bisa dimaklumi pandangan seorang Franz terhadap Indonesia saat itu (no heart feeling kan Gus??). Perjalanannya ke pulau komodo juga tidak meninggalkan kesan baik. Nah sepertinya dinas pariwisata perlu berbenah lebih baik lagi, karena turis manapun menginginkan keramahan, kenyamanan dan keamananan. Tapi ga' semua jelek koq, Franz bisa memahami negara qt dengan populasi yang besar, keragaman etnis dan agama, percakapannya dengan pelayan hotel di Kuta Lombok sangat menyentuh. Franz mencintai Lombok, bahkan kalo menghilang sudah pasti kepulauan Gili menjadi pelariannya. Kunjungan selanjutnya ke Vietnam dan terakhir ke Thailand. Hihii syirik nih cuma Indo aja yang gw comot kisahnya.

Amerika Utara dan Selatan:

Perjalanan dimulai dari Caracas dengan tuan rumah yang hangat dan ramah kemudian berbalik 180 derajat dengan perjalanan Mereka di Trinidad. Rencana memang tidak berjalan sesuai rencana tapi pengalaman yang memuaskan dan penuh makna bagi Franz dan Kurt yang menguatkan tekad mereka untuk melihat lebih banyak isi dunia. Equador, Galapagos, Peru dan Brazil yang memikat dengan ce' seksi juga sepakbolanya.

Afrika:

Kekhawatiran Franz dengan biaya perjalanannya membuatnya memilih untuk menjual rumahnya, tidak disangka-sangka perhitungannya melesaaaattttt. Bukan MELESET?? iya sih meleset, tapi karena Franz mengira akan menerima uang hasil penjualan rumah sebesar $ 250.000 justru ia mendapatkan $ 810.000 itu artinya MELESATT bukan?? WAOWWWWW. Perjalanannya ke Afrika tidak terhalangi dengan kejadian 9/11, ia bahkan diminta untuk mengisi kolom koran-koran menceritakan perjalanannya. Sebuah hotel di Johannesberg menyambut mereka dengan pelayanan extra, dilanjutkan dengan keprihatinannya yang mendalam terhadap perekonomian dan juga kebenciannya terhadap pemimpin negara di Malawi, Zimbabwe, perjalanan di Afrika bagian timur lebih banyak menggunakan bus dengan kondisi yang mengenaskan dan kemudian menjelajahi Afrika Selatan dengan mobil sewaan

Menurut gw:

Honeymoon With My Brother diterbitkan ditengah hiruk pikuk cerita-cerita seputar traveling dan sangat pas mengisi kehausan informasi dan inspirasi calon-calon traveler. Perlu waktu luang untuk menghabiskan buku tebel ini, namun dengan alur cerita yang mengalir bakal bikin pembacanya enggan meletakkan. Cerita didalamnya bukan hanya kisah pelarian cinta Franz, banyak tips seperti umumnya buku-buku berbau traveling, Franz meletakkannya disetiap akhir perjalanan ditiap benua, pengetahuan qt jelas makin bertambah luas tentang kondisi diluar sana baik yang susah, senang ato bahkan mengenaskan seperti di Afrika.

Surat-surat Franz untuk neneknya LaRue menggambarkan perasaan Franz terhadap negara-negara yang ia kunjungi buat gw memberikan nilai lebih buku ini dibanding buku traveling lainnya. Perjalanan mereka menjadi lebih berarti bukan sekedar jalan-jalan ngabisin waktu dan uang untuk hanya sekedar menikmati alamnya saja, waktu yang mereka habiskan ditiap lokasi jelas menjadi faktor penting sehingga Franz bisa terhanyut pada hal-hal kehidupan masyarakat yang ia temui. Franz dan Kurt bukan backpaker, dengan uang melimpah digenggaman dan suasana hati yang porakporanda kakak beradik ini melakukan perjalanan dalam waktu yang lama (kurang lebih 4 tahun) dengan santai, banyak perenungan untuk mencerahkan hati dan pencarian hubungan antar sodara.

Ngiri??? Jangan khawatir... karena qt bisa ikut menjelajahi 5 benua bersama Franz dan Kurt setidaknya lewat bukunya dulu:D
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Honeymoon with My Brother.
sign in »

No comments have been added yet.