Femmy's Reviews > Ai

Ai by Winna Efendi
Rate this book
Clear rating

by
87906
's review
Jan 12, 10

bookshelves: fiction-and-literature, teen, available-for-swap-mooch
Read from January 04 to 07, 2010 — I own a copy

Aku pertama mengenal Winna lewat BookMooch, jadi tahu ketika dia menerbitkan novel Kenangan Abu-Abu. Cuplikan yang ditayangkannya di GoodReads membuatku langsung tertarik pada buku itu, tetapi saat ke toko buku, novel Ai ini yang sering kulihat dipajang, dengan sampul yang sangat imut. Akhirnya, suatu kali aku tak tahan lagi dengan sampul itu, dan kubeli buku ini.

Ai berkisah tentang cinta dan persahabatan antara Ai dan Sei, yang sudah berteman sejak kecil, serta Shin, pemuda pendatang baru di desa mereka. Kisah sederhana yang menjadi menarik berkat gaya tutur penulis yang lancar dan enak dibaca, sehingga aku bisa menyelesaikan novel ini dalam waktu yang cepat untuk ukuranku.

Daya tarik lain novel ini adalah latar tempatnya yang di Jepang, dan penulisnya tampaknya cukup memahami seluk-beluk negara itu. Kebiasaannya dan kebudayaannya teranyam dengan cukup baik dengan jalan ceria yang dijalin, seperti misalnya festival sakura yang dijadikan latar perkembangan plot penting, disertai informasi kecil yang membuat pembaca sedikit lebih mengenal Jepang. Aku menduga penulisnya rajin melakukan riset dalam mengolah novel ini, selain juga menggemari manga, yang nuansanya cukup terasa.

Penokohan dalam novel ini cukup baik, terutama Sei. Ia lebih muda dari Ai atau Shin, fakta yang cocok dengan sifatnya yang pendiam dan pasif. Sifatnya ini konsisten di sepanjang novel, memengaruhi setiap keputusan yang diambilnya. Mungkin karena dia tokoh sudut pandang di hampir seluruh novel ini, aku merasa paling mengenal Sei. Dengan Ai dan Shin, aku merasa lebih berjarak karena mengenal mereka sebagian besar melalui penggambaran Sei, yang tidak terlalu tecermin dalam adegan atau perilaku. Setelah sudut pandang beralih ke Ai di bagian kedua novel, barulah sifat gadis ini yang menggebu-gebu lebih terasa.

Tambahan lain, aku merasa penokohan dapat lebih bagus lagi jika aspek-aspek kepribadian setiap tokoh bisa lebih padu. Misalnya, kesukaan Sei pada arsitektur muncul sekilas di sana-sini, tetapi tidak turut membentuk kepribadiannya. Kita membaca tentang berbagai bangunan yang dikunjungi Sei dan Natsu, tetapi kita tidak tahu sisi apa dari bangunan itu yang membuat Sei tertarik secara pribadi. Seandainya aspek arsitektur ini diganti dengan hal lain, sepertinya hanya mengubah beberapa paragraf dan tidak memengaruhi cerita.

Struktur cerita yang membagi dua novel menjadi sudut pandang Sei di awal dan sudut pandang Ai di akhir tentunya sudah diputuskan melalui pertimbangan masak-masak, tetapi aku menyayangkan bahwa proses jatuh cinta Ai dan Shin jadinya tidak terlalu tergambar, karena dilihat dari sudut pandang Sei. Padahal, proses ini salah satu hal yang kucari dalam novel romantis.

Secara keseluruhan, Ai adalah novel yang ringan dan menghibur, dan aku cukup menikmati membacanya.
1 like · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Ai.
Sign In »

Reading Progress

01/04/2010 page 48
16.67%
01/05/2010 page 191
66.32% "Beralih ke Ai"
show 2 hidden updates…

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown arrow    newest »

Nenangs Review...review....


Femmy sudaaah...


message 3: by Winna (new) - added it

Winna terima kasih mbak Femmy :) kritiknya sangat membangun!


back to top