<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<review id="45111373">
    <user id="378076">
    <name><![CDATA[Ancilla]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>        
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/378076-ancilla]]></url>
  </user>
      <rating>3</rating>
  <votes>0</votes>
  <sell_flag>false</sell_flag>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Feb 01 21:59:37 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Tue Feb 03 21:02:05 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Hal yang paling utama dalam buku ini adalah gotong royong yang tentunya terkait dengan kekeluargaan. Sangat ditekankan bahwa dengan aspek kerjasama yang walaupun sudah lama ada, namun tetap aplikatif untuk masa apa pun juga, termasuk saat ini. Gotong royong tidak hanya berisikan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan suatu tugas, namun juga aspek musyawarah-mufakat, toleransi dan kesediaan untuk &quot;meletakan&quot; ego masing-masing untuk kepentingan masyarakat banyak.<br/><br/>Topik bahwa pimpinan bukan berarti tidak boleh menerima pendapat dari bawahan. Bahwa pendapat dari bawahan, yang seringkali dianggap lebih bodoh dan segala hal minor lainnya, tidak berarti omong kosong. Walaupun, ada kalanya pimpinan-pimpinan memang tidak memungkinkan untuk duduk bersama para bawahan, Presiden misalnya. Akan tetapi, aspek mendengarkan ini sebenarnya dapat dilakukan dengan banyak cara. Sebagai individu pada umumnya dan pimpinan khususnya, seharusnya memang memiliki berbagai sumber.<br/><br/>Selain itu, ada aspek keadilan. Juragan Musa yang ternyata &quot;maling&quot; dan pengkhianat tetap harus menerima ganjarannya, akan tetapi sang istri yang memang tidak tahu menahu, tidak diasingkan. Sang Nyonya tetap dilindungi dan didengar pendapatnya. Keadilan ini juga terkait dengan aspek memaafkan. Berbagai tindakan Juragan Musa yang keterlaluan kepada masyarakat kecil termasuk Ranta, sangat mungkin untuk diadili secara sepihak terutama ketika Ranta menjadi Lurah. Sangat mungkin untuk terjadinya pembalasan dendam. Tetapi yang terjadi tidaklah demikian. Juragan Musa tetap diadili berdasarkan hukum yang berlaku.<br/><br/>Lantas, aspek peranan perempuan dalam masyarakat. Pendapat perempuan seringkali dianggap tidak ada. Bahkan ada suatu anggapan bahwa perempuan tidak boleh lebih pintar daripada laki-laki, terutama di jaman tokoh-tokoh dalam buku ini. Padahal perempuan secara kodrat lebih memiliki empati terhadap kelangsungan kehidupan generasi selanjutnya. Memang, hanya boleh ada satu nakhoda dalam suatu kapal. Tapi tidak berarti peranan tukang dayung dapat diabaikan. Semuanya merupakan sinergi yang berkesinambungan.<br/>]]></body>
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/45111373]]></url>
</review>

</GoodreadsResponse>