<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<review>
  <id>44485842</id>
    <user>
    <id>378076</id>
    <name><![CDATA[Ancilla]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Indonesia]]></location>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/378076-ancilla]]></link>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/users/1239603528p3/378076.jpg]]></image_url>
  </user>
    <book>
  <id type="integer">5932912</id>
  <isbn>9789791877</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">13</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Presiden Guyonan]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1227669196m/5932912.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/5932912.Presiden_Guyonan</link>
  <average_rating>3.64</average_rating>
  <ratings_count>36</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Buku Presiden Guyonan yang berisi 54 judul karangan Butet Kartaredjasa ini, merupakan sketsa-sketsa sosial yang muncul dalam kolom mingguan di koran Suara Merdeka, terbitan Semarang. Sketsa sosial itu tak ubahnya permainan monolog Butet yang selama ini dikenal sebagai aktor monolog. Selain dikenal sebagai penggiat kesenian khususnya seni teater, Butet juga seorang penulis. Lewat buku perdananya ini, Butet mengajak kita merenungi nasib bangsa dan membangun impian tentang sebuah Indonesia yang lebih baik. Semua disajikan dalam gaya tutur yang khas Butet: kocak berotak. Full jenaka.<br/><br/>    Kini dengan gembira saya menemukan hal yang selama ini tak saya temui: seorang komediwan… menulis dengan menarik. (Goenawan Mohamad, jurnalis, penyair, esais)<br/><br/>    Tulisan Butet memang khas. Bahasanya sangat hidup, dan tulisannya dibaca (lebih tepat didengar) sebagai pagelaran. Enak dibaca dan seru! (Jennifer Lindsay, pemerhati budaya)<br/><br/>    Ciri Yogya asli yang sempat saya temukan tahun 60-an, ya rileks penuh canda menghadapi masalah pelik ekonomi, politik atau bahkan agama. Nah, Butet dengan Celathu-nya mengembalikan semangat itu. Ini Jogja aseli! Tenan! (Ashadi Siregar, ahli komunikasi, penulis prosa)<br/><br/>    Sebuah buku yang sarat kritik sosial dengn lelucon khas Butet. (Andy F Noya, jurnalis)]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>2722484</id>
        <name><![CDATA[Butet Kartaredjasa]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://www.goodreads.com/images/nophoto/nophoto-U-200x266.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/2722484.Butet_Kartaredjasa]]></link>
    <average_rating>3.64</average_rating>
    <ratings_count>36</ratings_count>
    <text_reviews_count>13</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

    <rating>4</rating>
  <votes>0</votes>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
    
      <shelf name="read" />
    
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Wed Mar 18 00:00:00 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Mon Jan 26 23:16:02 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sun Apr 12 23:15:43 -0700 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Keputusan untuk membeli buku ini sudah saya lakukan semenjak melihat iklan di sebuah situs berita Indonesia. Kenapa? Yah, saya menyukai pentas peran yang dilakukan oleh <a href="http://www.goodreads.com/author/show/2722484.Butet_Kartaredjasa" title="Butet Kartaredjasa">Butet Kartaredjasa</a> walaupun hanya sekali melihat pentas-nya secara langsung (acara di televisi tidak saya sertakan).<br/><br/>Keputusan ini ternyata tidaklah salah. Saya sangat menikmati setiap artikel yang disertakan dalam buku ini. Kritik-kritik yang diajukan oleh <a href="http://www.goodreads.com/author/show/2722484.Butet_Kartaredjasa" title="Butet Kartaredjasa">Butet Kartaredjasa</a> tidaklah melulu mengenai politik, seperti yang kita ketahui bagaimana sedemikian ahlinya beliau menirukan tokoh-tokoh politik di Indonesia. <br/><br/>Memang banyak sekali artikel yang diawali dengan situasi politik, namun apa yang dibahas lebih lanjut tidaklah dunia politik itu sendiri. <a href="http://www.goodreads.com/author/show/2722484.Butet_Kartaredjasa" title="Butet Kartaredjasa">Butet Kartaredjasa</a> sedikit banyak mencetuskan efek dari situasi kisruh politik dalam dunia sosial kemasyarakatan. Sangatlah jelas, dalam setiap &quot;adu&quot; politik, masyarakat-lah yang menjadi &quot;korban&quot;. Saya rasa inilah yang ingin dikatakan oleh penulis.<br/><br/>Hal yang lebih menyenangkan adalah, penulis menganalisa situasi-situasi tersebut dalam kehidupannya pribadi. Dengan demikian, penulis sekaligus berbagi hasil kontemplasi-nya serta mengingatkan para pembaca untuk melihat lebih dekat tidak hanya dunia disekitarnya namun juga dirinya sendiri. <br/><strong>Sikap kritis terhadap diri sendiri bukanlah hal yang mudah ditemukan.</strong><br/><br/>Selain itu, buku ini semakin menguatkan <em>personal branding</em> dari seorang <a href="http://www.goodreads.com/author/show/2722484.Butet_Kartaredjasa" title="Butet Kartaredjasa">Butet Kartaredjasa</a>. Beliau tidak hanya sebagai tokoh dalam dunia seni di Indonesia yang konsisten namun juga sebagai kritikus sosial dengan jenaka. Tentu, ini merupakan trik yang tepat, agar yang dijadikan sasaran kritik merasa malu sendiri bila mereka mengumbar emosi kekesalannya.<br/><br/>Terakhir, buku ini banyak menggunakan Bahasa Jawa yang tentunya sedikit menyulitkan untuk mereka yang tidak memahaminya. Untungnya, pada bagian akhir, ada kamus kosa kata dari Bahasa Jawa yang digunakan dalam buku ini. Walaupun saya percaya, penggunaan kosa kata ini tidaklah untuk menunjukkan ke-Jawa-an yang lebih dari suku lainnya di Indonesia. Karena, bila beliau menggunakannya untuk tujuan ini sudah tentu tidak ada artikel yang membahas bagaimana sikap diskriminatif dipupuk di negara ini. <br/><br/><br/><br/><br/>]]></body>
    
  <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/44485842]]></url>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/44485842]]></link>
</review>

</GoodreadsResponse>