lita's Reviews > The Tales of Beedle the Bard

The Tales of Beedle the Bard by J.K. Rowling
Rate this book
Clear rating

by
1160827
's review
Feb 02, 2009

really liked it
bookshelves: novel-english

Saat masih kecil, waktu menjelang tidur adalah waktu yang paling saya tunggu. Di saat itulah saya akan mendapatkan cerita-cerita menarik melalui dongeng yang diceritakan oleh orang tua saya. Apalagi kalau giliran ayah saya yang bercerita. Mimik wajah yang biasanya datar, jadi penuh ekspresi bila menceritakan dongeng untuk saya dan adik-adik.

Dongeng, sering kali dianggap orang sebagai sarana untuk menyelipkan pesan moral untuk anak-anak. Satu pesan yang sering terabaikan dan terlupakan bila disampaikan secara langsung. Tapi jangan lupa, dongeng bisa menjadi sarana yang paling efektif bagi orang tua dan anak untuk saling berkomunikasi. Di waktu mendongeng itulah, orang tua bisa menyampaikan pesan-pesan dan harapan-harapan mereka pada si anak. Di lain pihak, anak juga bisa mengkritisi orang tua saat mereka tidak setuju dengan isi dongeng yang disampaikan. Hal yang bahkan sulit dilakukan di meja makan, yang dianggap sebagai tempat efektif untuk komunikasi antar anggota keluarga.

Ternyata, dongeng tidak hanya berlaku pada anak-anak biasa. Penyihir yang anak-anak pun membutuhkannya. 5 dongeng pengantar tidur untuk anak-anak penyihir dirangkum oleh JK Rowling dalam buku ini, lengkap dengan keterangan dari Albus Dumbledore, kepala sekolah khusus penyihir.

Menelusur dongeng-dongeng yang ada dalam buku ini memang menarik, tapi saya lebih tertarik membaca pengantar dari Albus Dumbledore yang menerangkan arti dari masing-masing dongeng yang ada. Dalam keterangan untuk dongeng berjudul The Warlock’s Hairy Hair, misalnya, Dumbledore menyatakan: no man or woman alive, magical or not, has ever escaped some form of injury, whether physical, mental or emotional.

Yang patut diacungi jempol dari buku ini adalah imajinasi dari JK Rowling. Saya salut atas pemikirannya tentang dunia penyihir. Ia tidak hanya menyelesaikan serial Harry Potter, tapi juga dunia yang berkaitan erat dengan penyihir, yang tertera secara eksplisit dalam cerita Harry Potter. Buku kumpulan dongeng untuk penyihir ini merupakan buku ketiga yang melengkapi saptalogi-nya, setelah Quidditch Through the Ages dan Fantastic Beasts and Where to Find Them.

Yang agak saya sesalkan, kelima dongeng dalam buku ini agak mirip dengan dongeng yang sudah mendunia. The Warlock’s Hairy Heart misalnya, meski memiliki ending yang berbeda, agak mirip dengan cerita Beauty and the Beast. Atau saya langsung teringat cerita raja yang dibodohi pengelana yang mengaku mampu membuat baju dari emas, dan membuat sang raja terpaksa bertelanjang diri diri mengelilingi ibukota karena ditipu oleh si ‘pembuat baju’ yang mengatakan bahwa hanya orang yang paling bijaksana yang bisa melihat baju tersebut (saya lupa judul dongeng ini :d) – saat membaca Babbitty Rabbitty and Her Cackling Stump.

5 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Tales of Beedle the Bard.
Sign In »

Comments (showing 1-7 of 7) (7 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Leli (new)

Leli huahaha, baca the historian memang butuh katalisator ekstra


lita iya miz...plus agak2 merinding kalo dibaca malam2 :p


lita dah aku review nih bang. jadi dibeliin ga? :p


lita sorry nielam, komen lo ga sengaja ke-delete. bisa posting lagi? :d


message 5: by Nilam (new)

Nilam Suri hahaha, padahal comment gue g apenting gitu lit, cuma bilang judul dongengnya emperor's new clothes.itu lho yg ttg baju yg ga keliatan, heheheh...


lita hahaha...justru itu yang penting, judul yang terlupakan :d


message 7: by Ariyo (new)

Ariyo Iya, aku belikan. Mau diambil langsung, kan? :D


back to top