<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<review id="4422365">
    <user id="253773">
    <name><![CDATA[Maddy]]></name>
    <location><![CDATA[Jakarta, Bekasi, Depok, Cikarang, Indonesia]]></location>        
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/253773-maddy-pertiwi]]></url>
  </user>
      <rating>5</rating>
  <votes>1</votes>
  <sell_flag>false</sell_flag>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
        <shelf name="harrypotter" />
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Sun Aug 12 04:07:35 -0700 2007</date_added>
  <date_updated>Sun Aug 12 04:32:32 -0700 2007</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Siapa sangka, Harry Potter dan sepupunya Dudley diserang oleh Dementor di daerah perumahan Muggle. Karena melakukan sihir, Harry pun dipanggil ke Kementrian Sihir karena melanggar peraturan. Sambil menunggu sidang tiba, Harry pun tinggal di markas besar Orde Phoenix di rumah Sirius Black, walinya. Harry pun mengetahui bahwa Kementrian Sihir menyebarkan fitnah baik kepada Albus Dumbledore ataupun dirinya karena mengatakan bahwa Lord Voldemort telah kembali. Kembali ke sekolah, ternyata murid Hogwarts pun menaruh curiga terhadap Harry. Kondisi ini pun membuat Harry menjadi gampang emosi. Terlebih lagi kehadiran guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Dolores Umbridge yang diutus Kementrian Sihir untuk mengawasi Hogwarts. Harry dan teman2nya memberontak membentuk Laskar Dumbledore. Harry juga harus belajar Occlumency dengan Severus Snape untuk belajar menutup pikirannya dari pengaruh Voldemort. Dengan semua tekanan itu, Harry masih bisa meluangkan waktu untuk berkencan dengan gebetannya, Cho Chang. Namun, saat Harry harus berhadapan dengan anak buah Voldemort, dia harus menerima kenyataan kehilangan orang yang dikasihinya...<br/><br/><br/>Buku kelima seri Harry Potter ini penuh dengan gejolak emosi yang tinggi dari tokohnya. Maklum saja, beban yang ditanggung Harry juga semakin berat. Ditambah tekanan dari dunia sihir yang menganggap dia sebagai pembohong. Buku yang super tebal (termasuk yang paling tebal diantara semua serinya) tidak menghalangi pembacanya untuk duduk setia membaca dari awal sampai akhir (rekor gw tuh pas 25 jam (itu aja udah dipotong sama tidur en ke kamar mandi). <br/><br/>Seri kelima semakin menguak teka-teki seputar Harry Potter dan orang2 di sekitarnya. Seperti kenapa dia bisa berhubungan langsung dengan Voldemort. Atau dia harus menerima kenyataan bahwa ternyata ayahnya tidaklah sesempurna yang dia bayangkan. Emosi yang ditampilkan disini pun memang sesuai untuk remaja seusia Harry, dimana kita semua sebagai remaja pasti pernah ngerasain marah sama apapun... Istilahnya tuh moody banget hehehe.<br/><br/>Sedikit kredit untuk Dolores Umbridge... <em>She turns pink from soft to madness!!!</em> Gw bisa ngebayangin betapa mengerikannya warna pink di tangan Umbridge...]]></body>
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/4422365]]></url>
</review>

</GoodreadsResponse>