Haryadi Yansyah's Reviews > Xerografer: Curhat Colongan Tukang Fotokopi

Xerografer by Ihwan Hariyanto
Rate this book
Clear rating

by
581237
's review
Jan 21, 2009

liked it
bookshelves: novel

Novel ini bercerita mengenai Budi yang bekerja sebagai tukang fotocopy di perpustakaan UniBraw, Malang. Yang sedari kecil sudah bermasalah dengan namanya yang dianggap sangat membumi ( baca : pasaran ). Selain karena begitu banyak orang di dunia ini yang memakai nama yang sama. Nama ini juga sering dijadikan kelinci percobaan di kelas.

Ini Budi
Ini Bapak Budi
Ini Ibu Budi
Kasihan ya Budi? Hehehe

Aku suka penggambaran Ihwan mengenai Budi. Kata-katanya hemat namun begitu mengena ( Beda sekali sama aku yang kalo nulis suka bertele-tele, hiks ), misalnya saja di kalimat pertama, paragraf pertama novel ini.

Kurang lebih seperti ini:
Kenalkan, saya Budi...
Ya, Budi saja, tidak ada nama belakang, nama keluarga, atau marga yang mengikutinya. B-U-D-I, cukup empat huruf saja, tapi butuh lebih dari 4 huruf untuk menjelaskan sebab-musabab pemberian nama yang hemat energi itu...

Di dalam novel ini, diceritakan secara (lumayan) lengkap mengenai kisah sedih dan kisah bahagia seorang tukang fotocopy. Dimana menghadapi mahasiswa nan ceria bin cerewet, belum lagi yang suka mau menang sendiri ( hehe, jadi ingat diri sendiri ). Dengan membaca buku ini, kita sebagai pembaca bakalan tahu mengenai asyik gak asyiknya jadi tukang fotocopy. Budi juga diceritakan terpaksa menerima pekerjaan ini karena sudah lama nganggur. Belum lagi bayang-bayang Madesu, gak bakal bisa kaya, deelel...

Belum lagi, menghadapi teman kerja dan atasan yang nyebelin. Aku sendiri sebel (banget) dengan tokoh bernama Doni, dimana orangnya diceritakan dengan pribadi yang mau menang sendiri, suka telat datang kerja, sok senioritas, dan sebagainya. Ada juga Slamet yang suka sekali dengan musik campur sari ( hareee geneee? ), dan berberapa atasan nyebelin yang suka memotong waktu jatah makan siang ---padahal waktu yang sedikit itu sangat berharga.

Namun ada juga kisah menyenangkan disini, tentu saja mengenai kisah cinta Budi ( yang aku klaim bener-bener terjadi pada kehidupan nyata!!!! ), yang bisa dikatakan sebagai cinta bersemi karena uang tidak kembali ( maksudnya uang kembalian nggak ada ) hehehe,
Hayooo wan, ngaku! Siapa nama asli tokoh yang satu ini !!!

Di novel ini juga aku baru tahu kalo di Malang ada sebuah bahasa gaul yang cukup terkenal, namanya Baso Walikan, dimana setiap kata dibaca terbalik ( heeeh, ada-ada saja), seperti BUDI dibada IBUD, FATHIN dibaca NIHTAF ( apa gak ribet tuh? Hehehehe),

di Xerografer juga akhirnya aku baru tahu bahwa mengoperasikan mesin fotocopy itu sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan, banyak banget tombol aneh bin nyeleneh di mesin fotocopy. Di novel ini ihwan juga berbaik hati berbagi sedikit informasi mengenai Chester Floyd Carlso si penemu mesin fotocopy....

Aku suka novel ini karena bahasanya yang ringan, dan to do point. Gak leyeh-leyeh. Apalagi berberapa bagian diselipin bumbu-bumbu humor yang sempat buat aku ngakak sendiri juga (seperti tragedy obat cacing), tapi kebanyakan sih (jujur nih ) Cuma sebatas senyam-senyum doang.. ( emang bikin cerita lucu itu susah kok… hehehe )

Bahasa-bahasa romantis juga bertebaran di novel ini. Apalagi kalo adegan sudah menempatka Budi dan Mira, suit...suit... hehehehe, suka lucu sendiri juga ngelihat usaha reni dan Ipin dalam menjodohkan Budi, namun sayangnya bukan sama Mira ( wanita impian budi ) tapi sama Nina yang notabane adalah sahabatnya Mira, Nah Loh? Gimana dengan kisah akhir cinta Budi dan Mira? Makanya beli novel yang satu ini.

Kekurangnya adalah saking hemat kata-kata, buku ini jadi kurus banget ( sama kaya Budi dan penulisnya , hehehe ), makanya gak aneh banyak yang ngaku baca buku ini dengan sekali duduk. Mungkin lain kali, dibanyakin kisahnya aja wan… Ok deh… sekali lagi, untuk menutup review ini, aku mo bilang makasih banget atas novel gretongannya… hehehe ( ditunggu gretongan-gretongan yang lain)…
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Xerografer.
Sign In »

No comments have been added yet.