eve's Reviews > Back "Europe" Pack: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar

Back "Europe" Pack by Marina Silvia K.
Rate this book
Clear rating

by
176220
's review
Jan 08, 09

bookshelves: private-collection, made-in-indonesia, cultural-studies, 100-book-challenge, travel-lit
Read in September, 2008

Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar! oleh Marina Silvia K.
Gramedia Pustaka Utama, 2008, viii + 266 halaman
Resensi oleh Eve Tedja

Saya pernah berpetualang ke Eropa. Saya juga pernah menggunakan fasilitas “tumpang sari” ala couchsurfing dan hospitalityclub yang diceritakan Marina di dalam buku ini. Bedanya saya dengan Marina adalah Marina menuliskan seluruh pengalamannya itu ke dalam buku sementara saya cukup dengan sesekali bernostalgia sendiri bersama folder foto-foto di komputer ditemani sebotol bir dingin. Untuk menjawab judul bertanda seru sekaligus pertanyaan pertama yang terlintas di benak pembaca saat menelaah judul buku ini: keliling eropa 6 bulan hanya dengan 1.000 dolar adalah mungkin.

Pada awal buku, Marina dengan sangat rapi dan terstruktur memberikan penjelasan tentang bagaimana caranya berkeliling dengan “modal minimal, hasil maksimal”. Saya rasa tidak ada buku guide yang dapat dengan lebih jelas menjabarkan betapa pentingnya perencanaan dalam beransel ria di Eropa (perlu disebutkan berapa nilai satu euro sekarang?) sekaligus betapa besar keuntungan yang didapat bila menjadi independent traveler. Persahabatan baru, pengalaman berharga dan kebanggaan setelah berhasil ‘menundukkan’ Eropa hanya beberapa diantaranya.

Seperempat buku kemudian, barulah Marina menceritakan petualangannya mengunjungi tiga belas negara dalam waktu lima bulan. Foto-foto indah karya Marina dengan subyek pemandangan, orang-orang yang ditemuinya serta aktivitas yang dilakukannya makin memperkaya narasi perjalanannya. Seandainya saja buku ini bisa dibuat berwarna!

Sepanjang perjalanan, Marina banyak bertemu dan berdiskusi dengan berbagai karakter orang di Eropa. Dari pengalaman saya, orang-orang di Eropa memang cenderung kritis, vokal dan gemar berdiskusi sehingga diskusi-diskusi Marina dengan orang-orang yang ditemuinya cukup “berat” untuk standar awam. Sebut saja satu diskusinya dengan Dennis dan Axel, dua pria Jerman yang ditemuinya di sebuah café di Munich . Mereka membahas agama, kecenderungan agnostik hingga fenomenologi. Sepotong cerita yang mengejutkan bila saya menilai dari kemasan buku ini yang didesain begitu ‘pop’. Marina sepertinya memang menaruh ketertarikan khusus terhadap aspek religi dan ekonomi di negara-negara yang disinggahinya sehingga banyak diskusinya berkisar pada kedua tema tersebut.

Saya sepaham dengan Marina bahwa pertemuan dan diskusi bersama penduduk lokal saat kita mengunjungi suatu negara adalah hal yang harus dilakukan. Mereka memberikan perspektif baru tentang budaya dan negara mereka, yang tidak mungkin kita dapatkan bila hanya sekedar numpang lewat dalam perjalanan karya biro travel Indonesia . Saya juga iri dengan Marina dalam hal ini karena dia bertemu dengan begitu banyak jenis orang dari beragam latar belakang budaya serta profesi seperti pendeta, imigran, mahasiswa/i, sejarawan hingga Dalai Lama. Disitulah kekayaan independent traveler terletak. Bukan dari berapa negara yang ia berhasil kunjungi, bukan dari foto-foto di depan monumen atau berbaju ala noni Belanda di studio, bukan dari oleh-oleh yang dibawa pulang.

Buku ini sesuai untuk mereka yang ingin mengalami pencerahan, kebebasan dan keindahan Eropa. Beransel ria adalah satu cara yang efisien untuk berpetualang dan dengan bantuan Marina , hal itu jadi lebih mudah lagi. Tentu saja dengan catatan, bahwa sebelum berangkat, kita harus mewanti-wanti para Om dan Tante bahwa ada kemungkinan besar titipan cokelat mereka tidak dapat dibawakan.
4 likes · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Back "Europe" Pack.
Sign In »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by eve (new) - rated it 3 stars

eve Thanks for liking it dear! :-)


back to top