Wirotomo Nofamilyname's Reviews > The Book of Lost Things

The Book of Lost Things by John Connolly
Rate this book
Clear rating

by
697401
's review
Jan 25, 2009

liked it
bookshelves: i-bought-it, novel-fantasy, indonesian
Read in January, 2009

Saat saya membaca buku ini terus terang saya langsung teringat buku "Politically Correct Bed Time Stories"nya James Finn Garner (1994) yang diterjemahkan oleh Gramedia pada tahun 1996. Buku itu "menjungkirbalikkan" dongeng-dongeng yang sudah kita kenal baik selama ini, dengan maksud untuk mendudukkan cerita dongeng seperti seharusnya (politically correct) dan tidak seksis, tidak diskriminatif, dan tidak merendahkan martabat para tukang sihir, binatang, jembalang dan peri (hal ini dituliskan dalam kata pembuka buku itu). Tapi pada akhirnya, walaupun memang harus diakui cerita dongeng itu menjadi lebih menyegarkan (karena kita jadi memandang dari perspektif yang lain), namun buku ini gagal mencapai tujuannya karena setelah ia berhasil membuat dongeng2 ini tidak merendahkan wanita, binatang, jembalang, peri dsb ... tapi buku ini malah jadi merendahkan para pria, yang di dalam dongeng itu semua digambarkan sebagai tokoh yang angkuh, serakah dan bodoh. Jadi tujuan bahwa dongeng tidak boleh seksis tidak tercapai, karena dongeng2 ini sekarang menjadi seksis, tapi dengan korban yang berganti ... kaum pria.

Nah kembali ke buku The Book of Lost Things ... terlihat bahwa pengarangnya benar2 berusaha melakukan langkah sama yang dilakukan Garner dengan memasukkan tokoh utamanya ke dunia antah berantah dimana para penghuninya adalah tokoh-tokoh dongeng yang kita kenal tapi dengan perilaku dan kehidupan yang berbeda dari yang kita ketahui selama ini. Snow White (tidak diterjemahkan sebagai Putih Salju) tidak digambarkan sebagai wanita cantik dan senang mengurus rumah sang kurcaci. Kurcaci-kurcaci digambarkan "agak kekiri-kirian" dan menyebut dirinya kamerad. Bahkan sang kurcaci berusaha membunuh Snow White dengan mengkambinghitamkan Ibu Tiri Snow White, Sang Ratu ... yang sialnya pada saat kejadian memiliki alibi. Semua dongeng digambarkan dengan pikiran orang dewasa tapi sayangnya tidak segemilang upaya Garner. Cerita menjadi terlalu kekanak-kanakan untuk orang dewasa, tapi terlalu kelam dan brutal bagi anak-anak. Selama ini orang tua akan lebih suka anak tidak membaca cerita yang menggambarkan dunia dalam keadaan sebenarnya (yang kejam dan tidak menarik). Mereka membiarkan anak untuk mengetahui sendiri pada akhirnya bahwa Santa Claus itu tidak ada, kamu tidak perlu pintar untuk menjadi kaya (cukup waktu dan tempat serta kenalan yang tepat) dan sebagainya. Sehingga tidak jelas hendak ditujukan ke siapa dongeng-dongeng ini.

Terlepas dari beberapa cerita memang menyegarkan (ide paling brilian adalah kisah Snow White), namun tetap menurut saya satu-satunya pelajaran menarik dari buku ini hanyalah betapa benarnya pepatah: "There's no place, like home". Anda bisa membenci rumah tempat tinggal anda, tapi tetap tidak ada yang sebaik rumah dimana kita tinggal bersama keluarga. Itu pelajaran terbaik yang diperoleh David dari pengalamannya di negeri "dongeng" tersebut, dan itu yang harusnya kita camkan dalam kehidupan kita sebenarnya saat ini. Seharusnya.... :-)

6 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Book of Lost Things.
Sign In »

Comments (showing 1-14 of 14) (14 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Fudz (new) - added it

Fudz dah smpe bagian mana bung Tom-0?


Wirotomo Nofamilyname hehe rahasia :-)


message 3: by [deleted user] (new)

hei this is nice! bung semestinya menulis lebih banyak review


Roos Ho..oh nih, sekali bikin review keren euy...sering-seringlah bikin review Mas Tomo. Vote yah.


message 5: by [deleted user] (new)

vote ah... siapa tau mas tomo jadi pemenang bulan ini. :D


Roos Sepertinya iyah...kalo menang makan-makan yah....hehehehe.


miaaa makan di loving hut ya mas tomo *evilish grin*



Palsay  asik makan-makan...aku udah vote juga..hihihi


Ordinary Dahlia Sumpeh u habis vote kita makan2?
*dah siap mengklik*


Roos SETUJU!...


Nilam Suri hihihi, aku langsung browsing "politically correct bedtime stories"
kayaknya menarik yaaa...


Roos Disini sih yang punya setahuku cuma Mas Tomo ma Mas Ronny, Niel. Gak tahu yang lain. Kemarin sempat ngintip juga punya Mas Tomo, tapi jatah dipinjam Mbak Vera...jadi gak berani lanjut....hehehehe.
Yang jelas kalo fantasi mah pasti seru yah...

Eh ada tuh bukunya Mr.Connolly yang baru...Badman kalo gak salah.


Wirotomo Nofamilyname Pertama, nggak mungkin bisa menang (udah lihat, banyak yg lebih bagus), jadi nggak bisa nraktir dong.
Kedua, kalau pun bisa menang, nggak bisa nraktir Amang, Ninus & Windhry, yg sebagai juri sangat tidak etis kalau ditraktir hehe
Ketiga, bukunya memang jatahnya dipinjam Vera, tapi kemarin pas acara JRM 2 malah lupa dibawa, jadi masih ada di rumah nih
Keempat, terima kasih atas dukungan, vote, pujiannya ... hanya TUHAN yang bisa membalas, bukan tuhan lho...
Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Amin.

:-))


Bunga Mawar Wirotomo wrote: "bukunya memang jatahnya dipinjam Vera, tapi kemarin pas acara JRM 2 malah lupa dibawa, jadi masih ada di rumah nih "

Wiii... senang sekali kalo bisa segera disampaikan. E-booknya udah dikirim Ronny, tapi kan ga bisa dibaca di KRL, syapa tau kalo konyol bisa nularin penumpang2 laen untuk ikut prihatin pada gw yang baca sambil cekikikan sendiri :D



back to top