Basmin Maarof's Reviews > Cinta di Rumah Hasan al Banna

Cinta di Rumah Hasan al Banna by Muhammad Lili Nur Aulia
Rate this book
Clear rating

by
1836203
's review
Jan 02, 2009

really liked it

Buku ini adalah buku pertama yang saya baca daripada 8 buah buku yang saya beli di Fajar Ilmu. Ia nipis saja tapi isi buku ini sangat menyentuh hati dan mengusik iman. Banyak kali saya rasa syahdu apabila membaca tentang layanan seorang bapa yang sangat sibuk dengan agenda ummah namun masih sempat peka dengan keperluan anak-anaknya. Anaknya masih tetap rasa hangat pelukan bapanya walaupun sudah lama Al-Banna meninggalkan mereka. Hassan Al-Banna memiliki dua orang anak, Muhammad Hisamuddin dan Shofa yang telah meninggalkan dunia. Berikut adalah sebahagian daripada excerpt di dalam buku ini:

Saiful Islam bercerita, "Saudaraku Muhammad Hisamuddin menderita sakit tipus di saat belum ditemukan obat untuk mengatasi virus yang menyerangnya. Ayah sangat memperhatikan kesehatan anak-anaknya. Setiap orang dari kami mempunyai arsip kesihatan khusus. Tentang wafatnya anak Al-Banna, Ibuku mengatakan, dirinya bertemu dengan seorang berjubah putih dan berserban hijau. Orang itu mengatakan bahwa ia akan membawa Hisamuddin lima belas hari kemudian. Ibu mengatakan dirinya tidak sedang bermimpi saat bertemu dengan orang tersebut.

Tepat lima belas hari setelah itu, Hisamuddin meninggal dan bertemu dengan Pencipta-Nya. Ketika saudaraku meninggal, ayah sendiri yang menguburkannya ke liang kubur. Ia sama sekali tidak membiarkan penguburan anaknya sebagaimana yang diceritakan sebahgian orang.

Sedangkan ketika Shafa meninggal, ia masih sangat kecil. Usianya saat meninggal lebih kurang satu tahun. Ibuku mengatakan lagi kepada ayah,ia kembali bertemu dengan orang yang pernah menemuinya sebelum Hisamuddin meninggal. Orang itu mengatakan, ia akan ambil Shafa empat hari lagi", ujar ibu kepada ayah. Ayah kemudian sujud syukur dan mengatakan, " Kita dikunjungi oleh Malaikat yang mulia." Tak lama selepas itu, ayah memanggil Ustaz Sa'duddin dan meminta untuk mengambil foto dirinya bersama Shafa. Empat hari berikutnya, Shafa meninggal dunia. Ayah sendiri yang menguburkan Shafa ke tempat pengistirahatannya yang terakhir.

Yang penting dari perkataan Saiful ISlam tentang ayahnya, terkaitnya dua saudaranya yang meninggal adalah, "Ayah telah menunaikan hak keluarga dengna sangat baik, tidak meremehkan salah satu pun dari anggota kelluarga. Sehingga ketika ia dalam perjalanan, saat bekerja, saat ia berdakwah tidak ada di rumah, ayah tleah menyiapkan dan mengaturkan semua urusan keluarganya dengan baik."
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Cinta di Rumah Hasan al Banna.
Sign In »

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Welma (last edited Jan 02, 2009 06:54PM) (new) - rated it 5 stars

Welma La'anda Ooh, inilah salah satu buku yang menghabiskan duit kita itu. Huhuhu

Teringat bab, Saifulislam yang membaca komik James yang mengandungi kisah percintaan. Hassan Al Banna tidak marah-marah.Tetapi, dia mencadangkan buku yang lain untuk saifulislam. Lebih kurang katanya, "ayah ada buku yang lain, yang lebih baik daripada ini". Kagum dengan cara beliau mendidik anak-anaknya , bukan dengan kekerasan. Wah wah ada banyak lagi mahu diceritakan.


message 2: by Yogi (new) - added it

Yogi Basyarudin Kalo mau baca bukunya d goodreader gmna caranya?


back to top