Endah's Reviews > Spring-Heeled Jack

Spring-Heeled Jack by Philip Pullman
Rate this book
Clear rating

by
1597717
's review
Dec 29, 08

Read in December, 2008

Tentu saja pertimbangan pertama saya membaca buku ini karena pengarangnya, Philip Pullman. Saya “jatuh cinta” pada penulis dongeng asal Inggris ini. Tiga bukunya telah saya baca: Putri Pembuat Kembang Api, Dulu Aku Tikus, dan Si Pembuat Jam. Jack si Pelompat ini menjadi buku keempatnya yang saya baca. Semuanya tipis, hanya berkisar di 100-an halaman saja.

Yang menarik dari keempat buku Pullman itu selain ceritanya yang sederhana sekaligus fantastis adalah juga gambar-gambar ilustrasi yang tertera di setiap halamannya. Gambar-gambar tersebut menjadi bagian yang kocak dari dongengnya yang memukau. Ilustrasi itu berupa gambar hitam putih dan seperti komik memuat juga dialog tokoh-tokohnya.

Jack si Pelompat adalah seorang pahlawan pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan yang hidup pada zaman Victoria, zaman sebelum ada Superman dan Batman. Menurut situs Wikipedia, si Jack yang suka melompat ini merupakan salah satu tokoh cerita rakyat Inggris yang sangat terkenal. Pertama kali namanya muncul pada 1837. Rupanya si Jack ini bukan sekadar tokoh dongeng rekaan Pullman. Ia telah lama hidup dalam legenda rakyat Inggris.

Dalam setiap aksinya, Jack memakai kostum seperti setan dan dia melompati atap-atap rumah dengan bantuan per yang dipasang di tumit sepatunya. Ia dikisahkan mampu melompat sangat tinggi.

Jika ada jagoan tentu harus ada penjahat dan harus ada korban yang diselamatkan. Maka, cerita pun bergulir dari sebuah panti asuhan di London. Panti Asuhan Alderman Cawn-Plaster Memorial namanya. Di panti asuhan itu tinggallah tiga bocah bersaudara, Rose, Lily, dan Ned Summers. Mereka menjadi yatim piatu sejak kepergian ayah mereka ke Australia dan ibu mereka meninggal tak lama setelah itu.

Panti asuhan itu dikelola oleh dua orang dewasa yang jahat, Mr Killjoy dan Miss Gasket. Tempat tersebut mungkin tempat paling buruk di dunia di mana selimut, penjaga, dan rasa buburnya sama dingin dan tidak enaknya.

Lantaran tidak tahan lagi, ketiga kakak beradik tersebut pada suatu malam memutuskan minggat dari tempat yang menyeramkan itu. Mereka berniat kabur ke pelabuhan untuk kemudian menumpang kapal yang akan membawa mereka ke Amerika. Oh, tentu saja upaya kabur mereka tidaklah mulus. Mereka harus berhadap-hadapan dulu dengan berbagai kendala, termasuk di antaranya ancaman dari Mack si Pelempar Pisau.

Nah, nah, sudah bisa diduga di sinilah sang jagoan, Jack si Pelompat berperan membela ketiga bersaudara itu. Ia membantu mereka meloloskan diri dari kekejaman Miss Gasket dan temannya, Mr Killjoy. Berhasilkah? Sudah pastilah….:)

Spoiler? Tidak juga, karena umumnya cerita anak-anak adalah tentang kebenaran melawan kebatilan. Pesan moralnya hampir selalu bisa dipastikan: berbuat baiklah selalu agar dirimu selamat. Hitam putih.

Yang keren lagi di samping ilustrasinya adalah juga judul-judul setiap babnya. Pullman mengutip kalimat dari buku-buku yang dibacanya. Misalnya, Bab Satu : “Malam yang gelap dan berangin….” Alexander Dumas, Three Musketeers. Atau Bab Tujuh: “Aku tak berani berhenti untuk beristirahat sejenak…” Tove Johnson, The Expolit of Moominpapa. Yang paling kocak adalah di bab sebelas, ketika Pullman mengutip kata-katanya sendiri: “Sementara itu di panti asuhan…” Philip Pullman, Spring-Heeled Jack.

Pullman sangat mengerti bagaimana memanjakan anak-anak selaku pembaca utamanya. Ia menggunakan bahasa yang mudah dicerna serta plot yang lurus. Tokoh jagoan Jack si Pelompat dihadirkan tidak sebagai superhero yang sakti mandraguna. Ia hanya seorang lelaki baik hati yang suka menolong. Ia tidak bisa terbang bagai Superman atau memiliki mobil keren yang canggih seperti Batman. Ia hanya mengandalkan keberanian dan sepasang per di kedua tumit sepatunya untuk melompat dari atap ke atap. Namun demikian, setiap bandit yang berhadapan dengannya pasti akan berakhir mengenaskan.

Selain Jack, ada lagi tokoh protagonis yang menolong Rose dan adik-adiknya. Mereka berasal dari orang-orang biasa. Jim si kelasi serta kekasihnya, Polly, pelayan di hotel Saveloy. Kedua sejoli ini dengan ringan hati memberikan bantuan untuk menyelamatkan anak-anak malang itu. Satu lagi pesan moral: tak perlu jadi superhero dulu untuk menlong orang lain. Yang dibutuhkan hanya dua hal: keberanian dan kebaikan hati.

Bukan begitu, adik-adik?***
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Spring-Heeled Jack.
sign in »

Reading Progress

12/29/2008 page 128
100.0%

Comments (showing 1-28 of 28) (28 new)

dateDown_arrow    newest »

Roos Aku suka yang ini Mbak...lucu gimanaaaaaaaa gitu...



Endah bukankah buku2 Philip Pullman selalu enak dibaca?


Roos Setubuh....eh Setujuhhhhh....Emang enak kalo dikunyah...*gak nyambung On*


Endah Roos wrote: "Setubuh....eh Setujuhhhhh....Emang enak kalo dikunyah...*gak nyambung On*"


tapi aku baru baca bukunya yg tipis2 aja. yang serial Golden Compass itu blm satu pun kubaca, Roos.



Roos heheheheheh.....aku udah Mbak...gara-gara penasaran...Emang susah kalo sakit penasaranku kambuh. Tapi Mbak Endah dah ada kan bukunya?


Endah Roos wrote: "heheheheheh.....aku udah Mbak...gara-gara penasaran...Emang susah kalo sakit penasaranku kambuh. Tapi Mbak Endah dah ada kan bukunya?"

bukunya sih sdh beli sejak lama. Biasa deh penyakit kutu buku : beli dulu, bacanya entah kapan. Hahaha....




Roos Kayaknya itu penyakit kronik warga Goodread semua deh...hehehehe. Tapi itu trilogi lumayan bagus lah Mbak...*dah gatel pengen kasih spoiler*


Endah Roos wrote: "Kayaknya itu penyakit kronik warga Goodread semua deh...hehehehe. Tapi itu trilogi lumayan bagus lah Mbak...*dah gatel pengen kasih spoiler*"

hihihihi..iya percaya kok kalau itu buku bagus, secara philip pullman gitu loh. Aku pusing kebanyakan "utang" :D




Roos Dah gak usah pusing Mbak...aku bantuin nglunasin deh....hehehehehehe...*begaya...padahal utang sendiri bejibun*


Endah hahaha..ayo dong main ke rumahku, Roos :)


Roos Ayo...biasanya Roos kalo main gak pernah sendiri lho Mbak...pasti bawa Pasukan Penyerbu dan Pengunyah...wakakakakkkk: Evil Grin...


Endah ya gpp kok.aku malah senang. tapi..tapi...tdk boleh pinjam buku yg belum kubaca. itu peraturan nomor 1. hihihihi


Roos hihihihihi...juga. Kebalikan ma aku Mbak...justru aku suka kalo ada yang merawanin buku-bukuku...biasanya jadi bisa buat nangkep mood baca yang suka lari-larian....hehehehe.


Endah peraturan no.2 : tidak boleh menandai halaman yg sdg dibaca dengan cara melipatnya. harus pakai bookmark. hehehehe


Roos Wakssssssss...lagi-lagi beda nih aturannya...justru aku banyak lipatannya...huahuahuahuahua....*nyari bookmark cepat-cepat*


Endah peraturan no.3 : tidak boleh meminjam buku yang belum disampul. Hahahaha.....banyak aturannya, ya? :D


Roos paling seneng kalo ada yang balikin buku disampul sekalian...menghemat uang beli sampul ma tenaga...*siul-siul*


Endah hehehe..jadi buku2mu ga disampul ya, Roos?


Roos ada yang udah ada yang belum...biasanya kalo yang udah disampul...berarti dah pernah dipinjam...huehuehuehue.


Endah huhehehe buku2ku disampul semua, Roos.


Roos *membungkuk tanda hormat*....Hebat Euy...Rajin yah Mbak Endah...hehehehe.


Endah horreeeee!!! sdh tamat! Bener, Roos. Buku ini lucu, segar. Aku suka tuh judul2 babnya yang mengutip kalimat dari orang-orang. Lucunya di bab 11: "Sementara itu di panti asuhan...." Philip Pullman, Spring-Heeled Jack :D


Roos Kalo aku suka diketawain Amang...gara-gara membolak-bolak judul...Jack Springheel...hehehehe....kesannya nama vokalis Band manaaaaaaaa gitu...*rasanya*


Endah aku suka ilustrasinya. lucuuuuuuuu.....


Roos Samaaaaaaaaaaaaa....*toss ma Mbak Endah*


Roos Iya Kakaaaaaaaaaak....hehehehehe. Vote aaaaaaaahh.



Endah Roos wrote: "Iya Kakaaaaaaaaaak....hehehehehe. Vote aaaaaaaahh.
"


hihihihi thx, Roos. Eh, si suara hati itu juga lucu banget ya. kayak kepik gendut gituh :D



Endah aku baru yang terbaru. apa ya judulnya *ingat-ingat*


back to top