Handaka mukarta's Reviews > Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang

Maryamah Karpov by Andrea Hirata
Rate this book
Clear rating

by
1266283
's review
Dec 01, 08

Read in December, 2008

jumat 28 nov 2008 lalu terbit novel yg banyak ditunggu2 orang, maryamah karpov. namun setelah usai menyelesaikan novel 504 halaman tersebut, tak kuasa menyimpan rasa kecewa.

penulis lebih banyak mempertontonkan ketrampilan melucu
dng guyon2an satire yg seringkali tanpa makna. berpuluh lembar pembaca
disodori kisah2 abrsurd bagaimana terbentuknya nama pangilan para
pelanggan warung kopi, satu persatu tanpa kecuali. saya jadi merenung,
apakah demikian kira2 potret pembaca yg diharapkan penulis dng serial
bukunya yg fenomenal ?

yg mengherankan, semnetara penulis tampak sekali ingin menyampaikan
pesan-pesannya melalui gambaran yg metaforik spt lulusan S2 sorbonne
utk bidang yg cukup bergengsi, namun dalam cerita ia memilih bekerja
rodi sbg kuli timah harian di waserei seusai pulang dari paris,
membuat sendiri kapal layar 11 mtr dari menebang pohon seruk di hutan
sampai mengangkat kapal perompak yg terbenam ratusan tahun dng kaidah
fisika anak SMP, mengarungi selat malaka yg ganas, bertemu kawanan
lanun dan kisah-kisah lain yg karikatural, tetapi oleh editor kisah
tsb diberi label "cultural literacy non-fiction", dalam sampul
belakang. ini amat sangat mengherankan.

saya yg mencoba menikmati cerita sbg cerita menjadi sangat terganggung
dng pernyataan diatas.

jelas-jelas, maryamah karpov adalah sebuah karya fiksi.

keberadaan lintang dan kesepuluh kawan laskar pelangi nampak dibuat
semakin misterius ala dongeng pencak silat. datang tak diundang, pergi
tanpa pamit. begitu saja muncul mana kala sang tokoh menghendaki. amat
karikatural. adegan mencabut gigi dibuat sedemikian heboh hingga
dihadiri oleh puluhan masyarakat desa, seolah apapun yg akan ditulis
akan dibaca sepenuhnya oleh pembaca. sungguh siksaan tersendiri utk
merampungkan buku tsb. sekilas kita terkenang dng kisah pirate of
carribean, atau Tom Hanks dalam cast away yg mengalami masalah sakit
gigi di sebuah pulau terpencil. suspense-nya dapat. tapi menjadi tidak
jelas benang merah keseluruhan ceritanya.

saya menangkap pesan yg ingin disampaikan adalah soal keteguhan hati
utk mengejar cita-cita. metafora yg dipakai kali ini adalah adegan
membuat perahu -dng berbagai cerita satire- dan kisah para perompak
kapal, para lanun yg tampaknya oleh penulis diberi penekanan khusus
dng berbagai study literatur. nilai-nilai yg dijunjung tinggi:
pemecahan masalah scr ilmiah lebih elegan daripada cara mistik. tapi
ini menyisakan banyak keganjilan, dagelan tawar menawar mahar dng tuk
bayang yg berakhir dng upeti teve B/W jadi merusak pesan yg ingin
disampaikan. spt apa akhirnya hubungan dng A ling -setelah
diketemukan- dg apa yg disebut oleh buku tsb 'cultural literacy
non-fiction'. mengingat tokoh A-ling akhirnya bisa disimpukan hanya
tokoh rekaan. sungguh-sungguh catatan penerbit ini sebuah tindakan
kriminal yg menganiaya akal sehat.

keberadaan lintang yg masih datang dng keajaib2anya yg tak masuk akal
disatu sisi semakin menegaskan bhw tokoh tsb ternyata tokoh fiktif
belaka. ini berkaitan dng perdebatan yg sudah lama muncul, bhh bu mus
sbg guru sekolah laskar pelangi pun tidak mengetahui siapa yg dimaksud
lintang oleh penulis. bukankah aneh ? karena tidak ada muridnya
seperti gambaran AH. apalagi skr lintang sengaja "disembunyikan' dng
membuang tokoh tsb ke pulau lain.

sampai disini, cerita sbg cerita, fiksi sbg fiksi, sebenarnya tidak
ada masalah. tapi kesan yg hendak dibangun, bahkan dng wawancara dan
kemunculan tokoh2 asli dalam kick andy, penulis (dan terutama
penerbit) tampaknya sangat terobsesi untuk menyatakan bahwa cerita tsb
adalah real/non-fiksi.

keluarnya novel "maryamah karpov" juga mengundang pertanyaan dng pemilihan judulnya. karena nyaris tdk disinggung sama sekali soal maryamah -dari cerita sang pemimpi- kecuali dia adalah pemain catur dan sesekali muncul di warung kopi. juga nuri yg telah mengajari ikal bermain biola -tentu dng deskripsi yg bombastis-. benarkah judul "maryamah karpov" hanya konspirasi penulis dng penerbit dalam mencari sensasi ? pembaca jadi bisa semakin bertanya-tanya, sejauh mana batas antara fantasi penulis atau dng sebuah kisah (nyata).

ah, mestinya kita tidak perlu risau soal fiksi-non fiksi, jika tidak
ada kampanye yg sedemikian heboh bhw kisah ini seolah memang nyata.
dan masih harus ditegaskan dng woro-woro "cultural literacy
non-fiction". apa jangan2 buku ini langsung dicetak tanpa dibaca dulu
ya sama penerbit ??

http://handita01.multiply.com/reviews...
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Maryamah Karpov.
sign in »

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown_arrow    newest »

Siti Mawaddah (tya) Saya rasa, mau fiksi atau non fiksi asalkan bisa menginspirasi buku itu saya bilang bagus :D


message 2: by Handaka (last edited Dec 03, 2008 01:39AM) (new) - rated it 2 stars

Handaka mukarta


by Akhi & Ukhti

yap, saya sedikit setuju dengan pendapat Anda. ada penurunan kualitas di Maryamah Karpov.
Tapi saya tetap salut dengan sebagian besar isi novel ini. Lulusan S2 dengan yang tidak berpendidikan bisa sederajat di warung kopi, di kampung. mungkin tidak di Jakarta. I choose kampung then :)
salute to Andrea Hirata.


Handaka mukarta dear Akhi & Ukhti
saya sependapat dng keluhuran hati AH utk tetap mau merendah dan tetap menjadi dirinya sendiri. namun perkara novel, khususnya, Maryamah Karpov. rasanya kita tetap perlu kritis, terlepas dari segala pesona yg dia miliki : popularitas, baik film LP maupun ke-3 novel sebelumnya.

eniwe, thanks utk sudi mampir dan berkenan memberi komentar. juga utk mbah siti mawaddah.





back to top