Santh memories's Reviews > My Name is Red

My Name is Red by Orhan Pamuk
Rate this book
Clear rating

by
272239
's review
Nov 28, 2008

liked it
bookshelves: classic_fiction, historic_fiction, world_fiction, my-collections

“Orang yang buta dan orang yag melihat tidaklah sama” (Fatir: 19).

Sebuah novel yang disajikan dengan penuturan dari sudut pandang tiap tokohnya. Gabungan antara sejarah dengan misteri pembunuhan yang berlatar di kota Istanbul pada masa kekuasaan Sultan Murat III di Kesultanan Utsmaniyah, khususnya pada musim salju tahun 1591.
Buku ini dibuka dengan pembunuhan seorang penyepuh emas – Elok Effendi – yang sebenarnya sedang terlibat dalam proyek pembuatan buku yang dipesan langsung oleh Sultan. Dalam proyek rahasia ini banyak melibatkan para iluminator (3 iluminator) yang diberi nama julukan “Kupu-Kupu”, “Bangau” dan “Zaitun”. Dari pembuatan proyek ini kita akan membaca sejarah lampau tentang cerita-cerita dari Al-Quran, penaklukan banyak negara, penjarahan, berpindahnya banyak literatur, hasil karya seni, kitab, lukisan, dll. Atau bisa dikatakan dari proyek ini bisa dipahami tentang mulai mendesaknya budaya Barat ke negara-negara Islam (Timur). Terlihat pula usaha-usaha para seniman besar untuk mempertahankan apa yang sudah diwariskan secara berabad-abad – atau tergoda untuk mengikuti “gaya” baru.
Adapula seorang Hitam yang telah kembali dari 12 tahun pengembaraannya. Selama 12 tahun itu pula dia membawa cinta untuk perempuan dari masa kanak-kanaknya.
Mengenai seni melukis itu sendiri, kita akan dibawa pada banyak cerita – kitab – yang menggambarkan banyak peristiwa – melihat seperti apa yang dilihat Allah – bahkan sampai termasuk pemilihan warna. Kita akan dikejutkan dengan banyak contoh keterserahan kepada dunia seni ini – yang dianggap sebagai pelanggaran agama – jika dibandingkan dengan seni kaligraf. Betapa merindunya para seniman agung – yang sudah mencapai usia lanjut – dengan keadaan menjadi buta (bahkan ada yang sengaja membuat mata mereka buta). Karena dengan buta mereka akan melihat lebih banyak warna seperti yang dilihat Allah.
Dan untuk menyingkap siapa si pembunuh itu sendiri bisa dilihat dari “gaya” melukis ketiga ilustrator berbakat yang juga terlibat dalam pembuatan buku Sultan – bahkan lebih spesifik mencari siapa yang melukis lubang hidung kuda secara aneh!
Membaca buku ini kita dibawa pada keadaan muram di Istanbul – perkampungan miskin, banyak orang buta, peperangan, pemberantasan terhadap hal-hal yang melanggar agama, nasib dan hak perempuan kala itu, ketidaksukaan terhadap kaum sufi, darwis, dsb (bahkan kopi-pun disinggung di sini!).

Komen:
aku sama sekali nggak “ngeh” soal lukis-melukis. Jadinya cukup lambat untuk bisa mengerti buku ini – yang secara semuanya bercerita tentang seni melukis (bahkan teknis banget), cerita-cerita dibalik banyak hasil karya agung sekaligus para maestronya.

sejarah Turki pada masa itu sangat sulit – belum lagi mengingat semua kronologis peristiwa yang ada…plus nama-nama yg cukup sulit dan susah dihafal (paling apal ya Hitam ama Shekura hehehe).

musti dua kali baca tentang Kupu-Kupu, Bangau dan Zaitun, serta bakat dan sifat-sifat mereka, cara mereka bertutur, dll

but, finally I finished it (ya walaupun endingnya menurutku terlalu mendadak dan tidak terlalu ngagetin…hmm…mungkin kecondongan ngebandingin ama cerita-cerita Agatha Christie kali ya…
hehehe)


2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read My Name is Red.
Sign In »

Reading Progress

11/26/2008 page 560
77.13%
show 1 hidden update…

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown arrow    newest »

Santh memories start counting down ...hehehe


message 2: by Roos (new)

Roos Vote Santh....hehehehe.


Santh memories asli susah amir baca buku ni...
(tp menarik juga)...
*geleng2 kepala*


message 4: by Roos (new)

Roos Yah bersyukurlah Anda Selamat....hehehehe....


message 5: by nanto (new)

nanto vote yah! suka karena informasinya yang ini, (bahkan kopi-pun disinggung di sini!)

kayaknya baca buku ini perlu dibarengi sama baca sejarah perkembangan kekuasaan pada jaman Islam deh. Kebangkitan Turki pasca Dinasti Abassiyah.

banyak cerita tentang Turki yang bangsa prajurit kah di buku ini?


Santh memories @nanto
thanks ^^
iya...secara aku suka mium kopi...kan rada2 gimana pas baca soal itu hehehe

hmm...cerita prajurit siy enggak banyak, kebanyakan penafsiran dari lukisan hasil para empu super agung(kebanyakan malah perebutan kekuasaan antar sodara, harem, kitab dan lukisan, tokoh ini suka ama perempuan ini, dsb...)

kayaknya emang perlu baca sejarah mereka...sebenere di bagian belakang buku ada glossary tahun-tahun yg diceritakan dalam buku tersebut siy...tapi kurang...



back to top