Hippo dari Hongkong's Reviews > A Bridge Too Far [Penyerbuan Jembatan Arnhem]

A Bridge Too Far [Penyerbuan Jembatan Arnhem] by Cornelius Ryan
Rate this book
Clear rating

by
540865
's review
Nov 13, 2008

really liked it
bookshelves: indonesia, book-to-movies, all-time-favorit, milter
Read in November, 2008

Edisi aslinya gue kasih bintang lima tapi untuk buku ini bintang empat aja deh. Semata-mata karena ini buku versi abridged dan unsur "fun" dalam gaya bahasa terjemahannya yang bikin nyengir. Kalo ini buku ini terbitnya tahun 2000an dijamin gue bakal ngasi bintang satu buat bahasa yang rada2 kacau balau:D Jadi inget review-nya buku perang yang laen dari seorang Jendral di rumah sebelah yang ngadat ngerasa dikibulin penerbit ampe dia minta duitnya dibalikin lagi , hihihihi *tiaraaaaaap ~ takut dilempar granat ama Jendral Pantouw*
Abis baca bukunya trus dilanjut ama nonton filmnya yang disebut-sebut sebagai.. ehm.. Film Perang Terbesar Dalam Abad Kita ehehehe. Filmnya seru! Untuk masalah "keotentikan" detail perangnya, filmnya keknya gak usah diragukan lagi bila mengingat lima Jendral yang terjun langsung dalam perang sebenarnya dilibatkan sebagai "War Consultant" ( Gavin, Horrocks, Urquhart, Vandeleur dan Frost) Blom lagi jika melihat sederet nama seperti James Caan, Michael Caine, Sean Connery, Gene Hackman, Anthony Hopkins, Ryan O'Neal, dan Robert Redford yang membintangi film yang disutradarai Sir Richard Attenborrough. Hmm.. nyam nyam. Eh, malah ngomongin film...

Tanggal 17 Sept 1944 sekitar jam 10 pagi, rakyat Inggris dikejutkan oleh suara yang menggemuruh dan mereka ternganga menyaksikan suatu pemandangan diudara sambil berdecak kagum. Suatu formasi yang sangat dahsyat, megah, mempesona sekaligus mengerikan terhampar di angkasa. Bagaimana tidak? Sekitar 5000 pesawat secara serentak lepas landas dari 24 pangkalan udara. 1.500 pesawat pembom Halifax, Albermarles, dan Stirlings terbang beriringan dengan lebih dari 2000 pesawat angkut C-47/Dakota dan 2500 pesawat Glider/Peluncur seperti Horsa, Waco dan Hamilcars yang membawa pasukan para, tank kecil, artileri, truk dan logistik lainnya. Diatas, dibawah dan samping kiri kanan formasi itu dikawal sekitar 1500 pesawat pemburu Inggris seperti Spitfire, Typhoon, Mosquito dan pesawat pemburu AS spt Thunderbolt, Lightning dan Mustang. Formasi dahsyat ini membentang di angkasa dalam tiga kolom raksasa dengan lebar sekitar 10 mil dan panjang sekitar 100 mil di udara. Masya Allah! Yang tidak diketahui rakyat Inggris saat itu adalah bahwa hari itu sebuah penyerbuan udara terbesar sepanjang sejarah militer tengah berlangsung. Yep! Operation Market Garden.

Operasi ambisius yang dirancang oleh Jendral Bernard "Monty" Montgomery ini dimaksudkan untuk merebut sejumlah jembatan penting untuk mendahului pasukan darat dengan sasaran utamanya adalah jembatan di sungai Rein di Arnhem yang mengarah langsung ke perbatasan Jerman. Dengan demikian bisa mendobrak Siegfried Line dan menyusup ke daerah Ruhr, kawasan industri terpenting di Jerman. Montgomery yakin bila Ruhr bisa direbut maka dipastikan Jerman akan menyerah dan dia percaya bisa mengakhiri perang dunia sebelum Natal 1944. Pada saat bersamaan komandan US 3rd Army Jendral Patton mengajukan usul yang sama untuk mem by-pass Siegfried Line lewat jalur selatan melalui Metz dan Saarland. Akibat masalah suplai yang rumit, Panglima Perang sekutu, Eisenhower (dengan berbagai pertimbangan) memutuskan lebih memilih usul Monty untuk menyerbu lewat jalur utara (Belanda) dan mengalihkan seluruh suplai untuk operasi Market Garden. Kemarahan Patton meledak ketika pasukannya yang tengah merangsek maju meninggalkan pasukan yang lain harus menghentikan lajunya dan "menganggur" selama lima hari di tepi sungai Meuse akibat permintaan 40 ribu gallon bahan bakar hanya dipenuhi setengahnya saja. Jendral temperamental ini tentu saja naik pitam, "Anak buah saya bisa memakan ikat pinggang mereka kalo mereka lapar. Tapi tank2 saya tidak bisa makan ikat pinggang! Mereka butuh BBM!" teriaknya dongkol. Hehehe.. sabar Jendral.. sabaaaaar.

Operasi ini menerjunkan 35.000 pasukan para (hampir dua kali lipat jumlah pasukan para yang diterjunkan di Normandia). Divisi Angkatan Udara ke-101 Amerika yang dipimpin Jendral Maxwell D. Taylor ditugaskan merebut dan mengamankan jembatan dan penyeberangan sungai antara Eindhoven dan Veghel. Pasukan Para AS dari Divisi ke 82 pimpinan Brigjen James M.Gavin diterjunkan untuk mengamankan titik antara Grave dan Nijmegen. Sasaran utama dari operasi ini adalah jembatan utama di kota Arnhem. Jembatan yng melintasi sungai Rein hilir selebar 400 yard adalah titik terpenting yang akan menghubungkan pasukan sekutu ke perbatasan Jerman. Tugas untuk merebutnya dibebankan kepada Divisi Angkatan Udara ke-1 Inggeris yng dipimpin oleh Mayjen Robert "Roy" Urquhart yang disokong oleh Mayjen Stanislaw Sosabowsky dengan Brigade Parasut Polandianya. Operasi yang dinamai Market ini nantinya akan disokong oleh operasi Garden dari Korps ke-30 yang terdiri atas pasukan tank, artileri dan infanteri yang dikepalai oleh Letjen Brian Horrocks yang akan merangsek lewat jalur darat pada saat yang bersamaan.

Kenyataannya? Operasi itu ternyata hanya megah diawal saja. Secara keseluruhan operasi itu bisa dianggap gagal total. Jembatan Arnhem yang merupakan sasaran utama gagal direbut. Operasi ini sendiri menelan korban sekitar 17.000 tentara di pihak Sekutu. Dua kali lipat korban Operasi Normandia yang mengerahkan sekitar satu juta tentara. Banyak aspek yang "mendalangi" kegagalan operasi tsb dan sampai sekarang masih sering diperdebatkan. Seperti perencanaan yang kurang matang, lemahnya intelijen, Divisi Angkatan Udara ke-1 Inggeris yang belum berpengalaman diturunkan terlalu jauh dari sasaran sehingga kehilangan daya pukul dan elemen kejutnya, radio yang tidak berfungsi, kegagalan Korps ke-30 menembus pertahanan Jerman yang bertarung habis-habisan dan macem-macem lagi dah.

Disini Ryan mendokumentasikan cerita ini dengan bagus. Dia menuliskannya dari perspektif Sekutu, Axis (bukan operator seluler, ya!) dan penduduk sipil. Kita seakan diajak berada dalam situasi chaos sebuah pertempuran yang mengerikan. Pertempuran jarak dekat ala koboy, diberondong ketika menyebrangi sungai, ikut merasakan kepedihan seorang Urquhart yang harus menyaksikan satu persatu anak buahnya kehilangan nyawa dibantai Jerman tanpa bisa berbuat apa-apa. Ikut menyaksikan perjuangan Kolonel John Frost bersama pasukannya yang berperang dengan heroik mempertahankan bagian utara jembatan Arnhem sampai titik darah penghabisan meski pada akhirnya mereka "disapu bersih" oleh Jerman.Kelak jembatan ini oleh pemerintah Belanda dinamakan "John Frost Bridge" untuk mengenang kepahlawanan Kolonel Frost dan anak buahnya. Divisi Angkatan Udara ke-1 Inggeris yang dipimpin Urquhart menjadi "tumbal" untuk operasi ini. Hanya sekitar 20 persen dari 10.000 anak buahnya yang selamat, sisanya tewas, hilang dan ditawan Jerman. Perintah awal mereka hanyalah ditugaskan merebut dan mempertahankan jembatan Arnhem selama dua hari (empat hari paling lama). Tapi kenyataannya mereka harus bertempur habis-habisan selama sembilan hari tanpa suplai makanan dan amunisi dalam posisi terkepung sampai akhirnya ada perintah dari Letjen Browning untuk mundur karena sampai hari ke sembilan Korps ke-30 masih tertahan di Nijmegen.

Adegan favorit gue ada di akhir chapter buku ketika ketika Mayjen Urquhart setelah mundur dari Arnhem dan dalam perjalanan menuju Driel ia mampir dimarkas Jendral Thomas untuk meminjam jip untuk pulang. Ia menolak ketika dipersilakan masuk dan tetap berdiri tegak diluar dibawah guyuran hujan menunggu jip datang. Pun demikian ketika ia berada di markas Letjen Browning. Dengan sabar ia tetap berdiri sekian lama menunggu Browning yang sedang... molor! Dengan tegas ia menolak tawaran ajudan Browning untuk mengganti bajunya yang dekil, bau dan basah. "Tidak usah." tolak Urquhart, "Saya ingin menemui Browning dalam keadaan basah kuyup ini. Persis seperti keadaan kami yang sebenarnya." Ketika Browning bangun pembicaraan pun berlanjut. Gue embat dari adegan filmnya aja, kurang lebih sama sih ama yang dibuku. Urquhart dengan jantan meminta maaf atas kegagalannya. "I'm sorry about the way it worked out."
"You did all you could." kata Browning mencoba menghibur. Urquhart dengan dingin berkata, "Yes, but did every one else?"
Tak kuasa menjawab pertanyaan itu Browning mengalihkan pembicaraan.
"They've got a bed for you upstairs, if you want it."
Urquhart menjawab tawaran itu dengan nada getir.
"I took 10.000 man into Arnhem. I've come out with less than 2000. I don't feel much like sleeping."

Koq susah ya bikin review pendek? :D
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read A Bridge Too Far [Penyerbuan Jembatan Arnhem].
Sign In »

Comments (showing 1-13 of 13) (13 new)

dateDown arrow    newest »

Hippo dari Hongkong udah sih, iseng aja baca lagi
wuiiiih, bagus sekali bukunya apalagi kalo baca edisi jebot versi indonesia. dijamin nyengir :D


message 2: by [deleted user] (new)

gue baca reviewnya aja ngakak, apalagi bukunya :D
Komandan, masih tertarik ama zombie survival guide? kukirim lewat jalur biasa aja :)


Hippo dari Hongkong boleh james, gue blom pernah baca buku zombie :D


message 4: by nanto (new) - added it

nanto I took 10.000 man into Arnhem. I've come out with less than 2000. I don't feel much like sleeping emang layak dikutip, dan ditebalkan!

Gue baru nyadar yang jadi Kolonel John Frost itu Anthony Hopkins pas temen gue ngasih tau waktu nonton ke sekian kali filmnya. :D

oh iya, baru vote!


Hippo dari Hongkong gue suka banget pas urquhart ngomong line itu. kliatan banget tampang si browning yang bener2 mati kutu gak bisa bilang apa2, hehehe

si hopkins emang masih muda banget tuh, pasti pangling liatnya


 Δx Δp ≥ ½ ħ ada terjemahannya? beda bgt gak ma filmnya?


Hippo dari Hongkong terjemahannya? ya yang jadi cover repiu ini lah, tapi malah di bahas di repiu yang ini

http://www.goodreads.com/review/show/...

pelemna bisa dikatakan "setia" pada bukunya :D


 Δx Δp ≥ ½ ħ versi jadl yah? serasa gak pernah nemu buku ginian*


Hippo dari Hongkong didinya kurang jadul berarti :))


 Δx Δp ≥ ½ ħ Tapi kalo sama dg pelemnya mah, sudahlah, gak usah baca, ehehe


message 11: by Jerome (new) - added it

Jerome English, guys...


message 12: by Nenangs (last edited Dec 05, 2012 12:41AM) (new) - added it

Nenangs repiu ini keren sekali...dan ternyata udah gue like. jadi sundul ajah..:)

eta:
si jendril dah baca ripyu ini belom yah? :D


Hippo dari Hongkong udah keknya kalo gak salah :))


back to top