Boby's Reviews > Super Sad True Love Story

Super Sad True Love Story by Gary Shteyngart
Rate this book
Clear rating

by
10057736
's review
Jul 03, 12

bookshelves: it-is-worth, buku-masa-depan
Read in July, 2012

Bagaimana pendapat anda tentang masa depan? Jika hal itu ditanyakan pada saya, maka anda harus bersiap -siap sedih. Saya sama seperti anda, tidak punya kapsul waktu atau mesin waktu seperti Dr. Emmet Brown. Saya juga merasa pertunjukan apokalipto seperti robot, star wars, star trek, kelewat palsu. Saya juga tidak terlalu percaya dengan masa depan yang lebih baik. Saya malah kelewat percaya bahwa yang terjadi adalah dystopian semacam the road-nya cormak, atau film children of the men ( farenheit 451-ray bradbury dan hunger games belum saya nikmati). Dunia semakin buruk. Banyak hal-hal yang di masa ini merupakan hal baik yang mudah dijumpai, di masa depan malah musnah. Ah, tak usah jauh-jauh bahkan banyak hewan yang sudah punah. Manusia akan memenuhi bumi, berserak ke sudut-sudutnya dan kehilangan harapan. -Saya meminta maaf kepada anak cucu, karena membuat ramalan ini. Maafkan ayah, dan kakek kalian yang berengsek ini. Tapi semoga kalian sehat-sehat saja di sana. Oh ya, ibu dan nenek kalian jauh lebih baik dari pria berengsek ini-

Beberapa karya yang saya utarakan di atas saya tambah dengan kehadiran buku si Gary ini. Saya menyebut orang ini sebagai orang yang bisa membaca tanda -tanda zaman. Amerika runtuh, China menguasai ekonomi dunia. Masuk akal sekali melihat gejala saat ini. Amerika terlalu boros dengan hutang -sampai dewa perang ares pun pensiun karena paman sam menguasai perang di dunia ini-, dan pertumbuhan ekonomi china hanya tingga menunggu waktu mereka melewati amerika serikat. Hal-hal seperti ini kelihatan tidak bisa dipercaya pada saat ini, tapi bisa terjadi. Saya merasa bahwa fiksi yang bagus dalam hal ini, adalah membuat sesuatu yang kelihatan kabur menjadi masuk akal. Amerika runtuh? kenapa tidak?

Bagian yang menjadi daya tarik dari karya Gary ini, di masa depan yang suram itu, dimainkanlah kisah cinta seorang gadis yang berusia 20 dengan pria yang nyaris menjelang 40-an, dan kisah lain dengan kakek berusia 70-an. Apa yang menarik dari kisah cinta seperti itu? Toh Huge Heffner-bos playboy yang renta itu - pun sudah biasa menggarap beberapa wanita muda dalam semalam. Tentu saja berbeda, karena bagaimana pun pendapat umum para anak muda layak mendapatkan "hak"-nya, lalu tingkat kemampuan bercinta yang semakin rendah seiring semakin tuanya manusia sehingga pria tua itu cukup berbeda kalau dia bisa menghadapi lawan yang lebih muda, dan lagi pula manusia macam huge heffner itu "edan".

Tentu saja Gary tidak sepicik itu mengobral seks. Dia memberi bagian itu secara halus -menurut saya-. Kisah cinta yang dia tawarkan sebenarnya cukup biasa -tapi menjadi tak biasa ketika digabungkan dengan kondisi sosial, psikologis pada masa tersebut. Saya cukup senang bisa menjadi galau lagi membaca novel cinta yang sedih. Perasaan saya terombang ambing, berkecamuk, ketika membaca buku ini yang secara halus mengatakan, "elo jadi anak baik belum tentu elo dapat", mengingat saya benar-benar baik sebagai lelaki *spoiler. Saya juga merasakan seperti kembali ke era tahun sembilan puluhan -yang berpindah waktu ke masa depan- dan terpaksa penasaran dengan serial tersanjung, tersayang, ter-nggilani dan ter- yang lain, Perasaan itu campur aduk. Itu Sesuatu yang cukup lama saya tidak dapatkan.

Oleh karena itu, saya dengan senang hati menyematkan lencana "Selamat, Gary berengsek!", atas keberhasilannya membuat kisah cinta yang sedih ini. Seraya membuat saya berpikir, membayangkan kisah cinta anak dan cucu saya di masa depan. Kira-kira mereka menggunakan mata uang negara apa nantinya? Amerika runtuh? China berkuasa? Yuan?


NB: Buku semakin meningkatkan nilainya di mata saya, karena saya berhasil membelinya dengan potongan harga 50%. Tentu saja di masa depan, seseorang mungkin akan membeli buku ini 5000 rupiiah. Untuk orang itu saya katakan, TAIK! karena bersabar menunggu sampai seharga itu.

1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Super Sad True Love Story.
sign in »

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Ria (new) - added it

Ria reviewnya donk beb ^_^


Boby Ria wrote: "reviewnya donk beb ^_^"

itu khan uda dibuat


message 3: by Ria (new) - added it

Ria Boby wrote: "Ria wrote: "reviewnya donk beb ^_^"

itu khan uda dibuat"


itu kumennya pas belum dibuat :p

Wilbur sama yang lainnya mana?


back to top