Bunga Mawar's Reviews > Kisah Pi

Kisah Pi by Yann Martel
Rate this book
Clear rating

by
1007892
's review
Jan 14, 09

bookshelves: fiction, translated-into-indonesian, tadinya-pinjem, it-s-mine
Read in January, 2009

Batang Bambu dan Tandan Pisang Majene
Republika, 14 Januari 2009

Hujan deras dan angin kencang tak membuat Kapal Motor (KM) Teratai Prima goyah. Kapal berpenumpang 250 orang yang bertolak dari Pelabuhan Parepare, Sulawesi Selatan, menuju Samarinda, Kalimantan Timur, itu tetap melaju.
...
Suasana laut yang memang tak bersahabat, makin membuat mereka tak kuasa menahan kantuk. Ahad dinihari (11/1),... bukan mimpi indah yang membangunkannya, tapi hantaman keras gelombang angin laut... air laut yang dingin menusuk tulang perlahan menyedot kapal tersebut.
...
Kisah survive dialami Kamppa (37), warga Palaran, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Setelah 33 jam terkatung-katung di tengah laut, Kamppa ditemukan oleh kapal kargo dari Nusa Tenggara Timur, KM Citra Milenium, Senin (12/1) sekitar pukul 12.30 WITA.

Nakhoda KM Citra Milenium, Herdin Said, menceritakan, Kamppa ditemukan di selatan Majene, sekitar lima sampai enam mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal. "Korban kami temukan terapung di atas satu tandan pisang. Kondisinya cukup kritis."


Bisa jadi, salah satu pesan penting bagi penumpang kapal laut yang tahu kapalnya akan tenggelam, adalah bahwa setandan pisang bisa menjadi pelampung. Ini pengetahuan yang dibuktikan dari salah satu penumpang KM Teratai Prima di atas. Pesan ini juga dapat dibaca pada buku Kisah Pi ini.

Piscine, atau Pi, bersaksi bahwa sepanjang tujuh bulan terapung dalam sekoci di tengah Samudera Pasifik ia ditemani seekor harimau Benggala seberat 225 kilogram. Bahwa tadinya juga ada zebra, hyena, serta orangutan betina di sekoci yang sama. Bahwa hewan-hewan tersebut punya cara yang berbeda hingga sampai di sekoci itu. Tapi penyelidik yang mewakili perusahaan Jepang pemilik kapal tenggelam itu tidak percaya, sama tidak percayanya dengan penjelasan Pi bahwa orangutan Kalimantan itu mencapai sekoci dibawa arus laut saat mengambang pada buntelan besar pisang.

Petugas penyelidik tenggelamnya kapal barang Tsimtsum (hilang kontak sejak tanggal 2 Juli 1977 dalam pelayaran dari Madras, India ke Kanada) tidak mempercayai keterangan Piscine Patel, satu-satunya penumpang kapal tersebut yang selamat dan ditemukan terdampar di pantai Meksiko tujuh bulan kemudian.

Kombinasi penumpang yang aneh dalam sekoci Pi berasal dari kapal Tsimtsum juga. Saat berlayar menuju Kanada, keluarga Patel yang terdiri dari ayah, ibu, abang, dan Pi sendiri sedang melepas status sebagai pemilik kebun binatang di Pondicherry, selatan Madras, India. Atas berbagai alasan ekonomi dan politis, ayah Pi akan membawa keluarganya ke Benua Baru, membawa serta hewan-hewan koleksi kebun binatangnya akan berpindah ke berbagai kebun binatang lain di daratan Amerika

Entah karena apa, kecelakaan terjadi, dan Tsimtsum tenggelam setelah sempat singgah mengisi perbekalan di Manila. Kapal mulai oleng, dan Pi yang tidak sempat tahu apa yang terjadi pada keluarganya, dilempar oleh awak kapal ke sebuah sekoci yang telah mengapung di sisi kapal. Menjadi satu-satunya manusia yang ada di sekoci dengan empat ekor binatang yang tidak bisa dibilang jinak, Pi harus dapat bertahan untuk terus hidup. Dari semua hal yang berkecamuk di benaknya saat itu, kepercayaan pada Tuhan-lah yang bisa mendorong Pi untuk tidak menyerah pada nasib.

Buku ini diceritakan dengan alur yang sedikit melompat-lompat. Sebelum kisah Pi yang bertahan selama berbulan-bulan bersama Richard Parker (nama harimau Benggala tadi), tumbuhnya rasa religius Pi digambarkan dengan cukup jenaka. Besar di tengah keluarga menengah India yang modern (bisa lah dibilang sekuler), Pi senantiasa gelisah dalam hal spiritual. Ia pun mempelajari agama Kristen dan Islam dengan mencari gurunya sendiri. Jadilah ia remaja yang aneh dalam pandangan orang tuanya, karena selain mengamalkan ajaran Hindu yang menempel pada lingkungannya sejak lahir, ia juga minta dibaptis secara Katolik dan kemudian melakukan solat menghadap kiblat tiap waktunya tiba.

Sedikit membingungkan, bahkan mengerikan kalau kita membaca buku ini secara meloncat-loncat, sebagian besar isi buku adalah apa yang terjadi di sekoci selama tujuh bulan Pi mengapung di dalamnya bersama hewan-hewan dari kebun binatang. Cara cerita yang menarik membuat buku ini susah dilepaskan. Martel berhasil membuat kita merasakan petualangan Pi dan perasaan kesepiannya tanpa kawan di perairan terluas di muka bumi ini. Ketegangan Pi membuat saya merasa ada di sana, berdebar seperti Pi, hilang harapan dan mewek waktu ingat ibu yang entah di mana, menghitung hari dan berkhayal macam-macam saat merasa sedikit saja ada harapan di horison.

Belum sampai setengah buku, satu persatu hewan-hewan tersebut tak bisa bertahan, hingga tinggal Pi bersama Richard Parker (bagaimana sang harimau garang mendapat nama yang keren ini menjadi anekdot yang unik dan lucu). Segala yang pernah diketahui tentang sifat-sifat serta hubungan antara hewan liar dan manusia menjadi sandaran Pi untuk menyatakan pada Richard Parker bahwa dialah, manusia, yang berkuasa di sekoci ini. Pedoman yang berguna juga buat pembaca kalau suatu ketika ditawari menjadi pemandu singa atau harimau di pertunjukan sirkus... :)

Perjuangan Pi yang dalam keadaan nelongso itu, anehnya tidak membuat saya jatuh iba. Saya justru makin yakin bahwa setiap manusia pasti dapat mencapai sesuatu jika ia berjuang sekuat daya. Atau jika ia benar-benar percaya bahwa ada daya di luar dirinya yang akan membantu mewujudkannya. Pengalaman PI juga membuat saya sebisa mungkin tidak akan melupakan ilmu apa pun yang pernah saya dapat. Suatu masa, entah di mana, ilmu-ilmu yang berliku jalannya untuk tiba pada saya pasti akan mencapai kegunaannya.

14 Januari 2009
*mengenang korban2 tenggelamnya KM Teratai Prima*
21 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kisah Pi.
sign in »

Reading Progress

10/26/2008 page 19
4.26% "Belum akan dilanjut sampai minggu depan ni." 1 comment
12/30/2008 page 140
31.39% "Baca ulang dari semalam, dilanjut di stasiun Tebet tadi pagi..."
01/01/2009 page 446
100.0% "Akhirnya selesai juga... menemani buku trik & tip mac os x sebagai buku yang selesai dibaca hari pertama tahun 2009 ini!"

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by [deleted user] (new)

Vera: the best Indonesian reviewer on Goodreads so far, at least for me


Bunga Mawar ah, sumpee looo
*nyiapin kolak pisang*


message 3: by [deleted user] (new)

ih, ga mau ah. tuh pisang2 kan dah dikupasin bbrp hari lalu dan kulitnya ditebar di jalanan. baru dibikin kolak sekarang hiiii


message 4: by miaaa (new)

miaaa waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
mau dunk kolaknya :D *kelaperan*


message 5: by Bunga Mawar (last edited Jan 14, 2009 02:05AM) (new) - rated it 4 stars

Bunga Mawar ooh... ini pisang yang beda, Ron
baru dikirim dari Majene.

Ooh, ada miaa. Boleeeh... boleeh...
*ngambil mangkok tukang bakso*


message 6: by Eqo (new) - rated it 4 stars

Eqo Juwono bagus reviewnya, baru selesai baca.. dan ada kenyataan di dalamnya yaitu kolak pisang


back to top