Rie_dominique's Reviews > Forever a Lady

Forever a Lady by Delilah Marvelle
Rate this book
Clear rating

by
170008
“Rule one—my bedchamber is off-limits.
Rule two— your bedchamber is off-limits.
Rule three— our lips never touch.
Rule four— we only see each other during calling hours or in public or at events where crowds are assured to ensure that rule one, two and three are never trifled with.
Rule five— all rules cease to exist when you ask me to marry you.”


yaaakkk... itulah syarat yang diajukan Matthew Jones Milton saat ia ingin Lady Bernadette Marie Burton "mengcourting-nya". untunglah adegan uhuk-uhuk dibuku ini tidak terlalu banyak sehingga bisa saya lewatkan skip dengan tenang. hehehehe...

Tapi itu bukan berarti buku ini jadi kurang menarik untuk dibaca lho... Cinta kilat antara Matthew dan Bernadette diawal buku kemudian berkembang menjadi pengenalan karakter satu sama lain sangat sulit untuk dilewatkan. Kalau awalnya Bernadette menganggap Matthew sebagai wujud dari khayalan masa kanak-kanaknya, ia kemudian memahami bahwa Matthew merupakan manusia yang jauh lebih kompleks dengan beban dan masalalu yang berat.

Saya suka tokoh Matthew di buku ini. Sikapnya yang tegas dan sangat memandang tinggi keadilan membuat ia dicintai oleh orang-orang sekitarnya. Bagi Matthew kebutuhan orang lain jauh lebih penting dari kebutuhannya sendiri sehingga Matthew sama sekali tidak mempunya harta benda yang berarti. Satu-satunya yang penting baginya adalah surat kabar menguning peninggalan ayahnya. Dan integritasnya adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli.

Ga sabar pengen baca karya Ms. Marvelle yang lainnya 
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Forever a Lady.
sign in »

Reading Progress

07/24/2012 page 200
52.0%

No comments have been added yet.