<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<review id="33800977">
    <user id="1560142">
    <name><![CDATA[Gunawan]]></name>
    <location><![CDATA[Yogyakarta, Indonesia]]></location>        
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/1560142-gunawan-rudy]]></url>
  </user>
      <rating>5</rating>
  <votes>0</votes>
  <sell_flag>false</sell_flag>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at></read_at>
  <date_added>Thu Sep 25 06:19:45 -0700 2008</date_added>
  <date_updated>Thu Sep 25 06:20:49 -0700 2008</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[Sebuah masterpiece dan karya monumental dari seorang Pramoedya Ananta Toer--salah satu sastrawan terbesar yang pernah dimiliki Indonesia. Sebagai sebuah karya yang dihasilkan dalam kejamnya penjara Pulau Buru, sebuah tempat bagi tahanan politik rezim Orde Baru, buku pertama dari roman Tetralogi Buru mengangkat tokoh seorang pribumi terpelajar, Minke, yang diombang-ambingkan zaman antara kekagumannya terhadap peradaban Eropa dan darah pribumi dalam dirinya. Kolonial, kemandirian, sastra, cinta, identitas, dan hal lainnya menari indah dalam penceritaan lisan oleh Pram di dalam penjara hingga terciptalah naskah Bumi Manusia.]]></body>
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/33800977]]></url>
</review>

</GoodreadsResponse>