destinugrainy's Reviews > Hana

Hana by Lauren Oliver
Rate this book
Clear rating

by
4883578
's review
Sep 03, 14

bookshelves: e-book, english, fiction, novel, romance, series, young-adult, dystopia
Read from June 15 to 16, 2012

Bagi yang sudah pernah membaca novel fantasy Delirium, tentunya mengenal Hana Tate, sahabat Lena Haloway. Pada Delirium, Hana digambarkan sebagai sosok yang memiliki fisik sempurna serta tidak mengenal rasa takut. Dia pula yang mengenalkan dunia yang berbeda kepada Lena untuk pertama kalinya. Melalui novella yang diterbitkan dalam bentuk ebook ini kita akan mengenal Hana lebih dekat, dan melihat kisah Delirium dari sudut pandang Hana.

Seperti hal-nya Lena, Hana juga harus melalui proses evaluasi sebelum penyembuhan. Hana juga sempat khawatir dengan masa-masa yang dialaminya nanti setelah dia melalui proses penyembuhan. Setelah melalui evaluai dengan skor yang bagus, Hana kemudian dijodohkan dengan pemuda pilihan. Dan pemuda itu adalah Fred Hargrove, anak walikota Portland tempat mereka tinggal. Sayangnya hati Hana sudah tertambat pada Steve Hilt.

Ya, Hana terjangkit amor deliria nervosa setelah dia bertemu dengan Steve Hilt pada pesta underground yang diikutinya dengan Angelica. Bagaimana mungkin dia bisa menyukai Fred sementara dia hanya bisa mengingat ciuman dan sentuhan Steve di tubuhnya? Jauh dalam hatinya, dia cemburu pada Lena yang bisa hidup "lurus". Yang tidak akan menyimpang dari aturan yang sudah berlaku di negara ini. Lena tidak perlu merasakan kegundahan seperti yang dia alami saat ini. Dia mencintai Steve, tapi apakah Steve juga mencintainya? Tentu saja Hana tidak bisa menghentikan keinginannya pergi menemui Steve lagi. Dan untuk itu dia harus pergi ke pesta-pesta terlarang itu lagi.

Kali ini pesta diadakan di Deering Highland, dan seperti biasa dia akan ke sana bersama Angelica. Akhir-akhir ini Lena seperti semakin jauh darinya. Di pesta itu, dia bertemu dengan Steve. Sentuhan dan ciuman Steve membuatnya mabuk oleh cinta. Tapa apakah Steve mencintainya? Pertanyaan itu terus terbayang di benaknya. Apakah Steve akan memilihnya untuk hidup bersama melanggar semua aturan ini? Hana memberanikan dirinya bertanya pada Steve, dan ternyata Steve hanya menyukainya karena kecantikannya. Steve sama sekali tidak mencintainya.

Tepat setelah mendengar pengakuan Steve, tiba-tiba terjadi razia. Para regulator menyerbu tempat itu. Orang-orang berlarian menghindari anjing-anjing penjaga itu. Hana dengan segala kekalutannya ikut berlari dan bersembunyi di salah satu pojok rumah tempat pesta yang suda porak poranda. Dia teringat akan Lena, sahabatnya, yang tentunya tidur di rumahnya malam ini. Terhindar dari segala kekacauan ini. Lena benar, cinta itu menyakitkan. Cinta itu penyakit. Dia tidak akan mengorbankan kehidupannya demi cinta. There is no love, only disorder.

Novella ini singkat, saya habiskan di sela-sela kesibukan di kampus (hehe... sempat-sempatnya). Tapi membaca novella membuat Delirium terasa lengkap. Saya sangat menyarankan pembaca Delirium untuk membaca Hana, sebelum melanjutkannya ke Pandemonium. Karena di novella ini Hana mengungkap misteri perpisahan Lena dan Alex :)

Ohya, saya suka dengan cover yang ini (karena ada dua versi cover yang saya lihat di Goodreads). Hana memang cantik ya dengan rambut pirangnya itu. Tiga bintang deh untuk Hana.
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Hana.
Sign In »

No comments have been added yet.