Ferina's Reviews > The Boy in the Striped Pyjamas: Anak Lelaki Berpiama Garis-garis

The Boy in the Striped Pyjamas by John Boyne
Rate this book
Clear rating

by
114114
's review
Jul 22, 07

bookshelves: myfavorite, youngreaders
Read in July, 2007

Bruno, langsung memutuskan untuk tidak menyukai tempat tinggalnya yang baru. Berbeda dengan rumah lamanya di Berlin, yang bertingkat 5, keadaan sekeliling yang ramai dan juga dengan tiga orang sahabatnya. Di rumah barunya ini, tidak ada tetanga di kiri-kanannya, bahkan seolah tanpa penghuni, satu-satunya rumah yang terlihat adalah rumah di seberang yang sepi dan tandus. Hampir tidak ada orang di sekitarnya. Benar-benar membosankan, karena tidak ada teman yang bisa diajaknya bermain.

Ibu Bruno tidak mau berkata apa-apa soal kepindahan mereka. Yang pasti, kata Ibu Bruno, mereka harus ikut ke tempat tugas ayah Bruno yang baru.

Bruno adalah anak yang senang menjelajah, bahkan ia punya cita-cita jadi penjelajah, ia menemukan sebuah jendela di mana dari sana ia bisa melihat keadaan di rumah satunya. Ia melihat ada begitu banyak orang yang berada di balik pagar. Hanya ada laki-laki dan anak-anak. Ke mana para perempuan? Dan mereka mengenakan baju yang sama yaitu piama bergaris-garis. Menurut Bruno, tentu menyenangkan bisa memakai piama seharian.

Bruno semakin tidak menyukai rumah barunya. Bruno tidak punya teman. Bruno malas mengajak Greta, kakaknya yang Benar-Benar Payah itu bermain. Belum lagi, ia tidak pergi ke sekolah. Orang tuanya malah memanggil guru untuk belajar di rumah.

Bruno memutuskan untuk melakukan penjelahan ke sekeliling rumahnya. Ia pun menyusuri pagar. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah titik yang akhirnya menjadi seorang anak laki-laki yang sedang merenung di balik pagar.

Mereka pun berkenalan. Anak laki-laki itu bernama Shmuel, yang ternyata berulang tahun di hari yang sama dengan Bruno. Tentu saja Bruno senang mendapatkan teman yang sebaya dengannya.

Tapi, berbeda dengan Bruno, Shmuel selalu tampak sedih, kurus dan murung. Mereka berdua berusaha memahami dunia mereka masing-masing. Bruno ingin sekali mengundang teman barunya itu ke rumah, atau bahkan Bruno ingin mengunjungi teman barunya itu di balik pagar. Bruno menganggap Shmuel lebih beruntung karena di balik pagar ada banyak anak laki-laki yang bisa jadi teman bermain, sementara dirinya sendiri hanya bersama kakak perempuannya yang Benar-Benar Payah.

Buku ini sebenarnya bikin sedih banget. Menggambarkan suasana di Kamp Auschwitz atau yang disebut Bruno, Out-With. Gimana kejamnya The Fury dan para tentaranya. Tapi, semakin menyedihkan karena digambarkan dari pandangan polos dua orang anak yang gak tau apa-apa. Yang ada pikiran mereka hanyalah mencari pertemanan dan persahabatan.
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Boy in the Striped Pyjamas.
sign in »

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Ruth (new)

Ruth Mcdermott Hi there

I noticed you have some strong views about The Boy in the Striped Pyjamas, which makes you an ideal person for me to ask if you would you like to put a question to John Boyne himself about his book? BBC World Book Club is interviewing him on Tuesday 23rd February and would love to hear from you. If you could email me at ruth.mcdermott@bbc.co.uk as soon as you can with your question about the book (anything - doesn't have to be particularly clever!), we can either arrange for you to talk to the man himself, or have our presenter put your question to John for you. Then you get to hear your question on World Service Radio! Please get in touch soonest, including where you are in the world and contact details.

Thanks, and all the best.

Ruth McDermott, BBC World Book Club
ruth.mcdermott@bbc.co.uk
http://www.bbc.co.uk/worldservice/art...



back to top