Ikra Amesta's Reviews > Watchmen

Watchmen by Alan Moore
Rate this book
Clear rating

by
2561971
's review
Jun 09, 12

bookshelves: graphic-novels, times-100-best-novels

Suatu malam seorang pria jatuh dari gedung apartemennya dan menghempas trotoar di pinggir jalan. Investigasi lebih lanjut menunjukkan bukti-bukti bahwa itu bukanlah sebuah usaha bunuh diri, melainkan pembunuhan di mana pria tersebut sengaja dilempar keluar jendela oleh pembunuhnya setelah dihajar hingga babak-belur. Korban bernama Edward Blake dan tentu saja ini adalah kasus biasa yang akan ditangani oleh pihak kepolisian. Namun saat kemudian diketahui bahwa sang korban adalah The Comedian, superhero veteran yang sempat aktif bekerja untuk pemerintah, maka kasus ini mengundang para mantan superhero yang masih ada untuk kembali mengenakan kostumnya masing-masing.

Sejarah superhero di New York dimulai di tahun 30-an akhir ketika sekelompok orang yang merasa terpanggil untuk menegakkan keadilan mulai turun ke jalan dengan mengenakan kostum dan mengklaim sebagai superhero. Mereka menamakan diri mereka The Minutemen dan selama masanya mereka membantu kepolisian membersihkan kejahatan di sudut-sudut kota. Sama seperti pekerjaan pada umumnya, di ujung kariernya satu per satu dari mereka mulai pensiun dan menjalani masa tua. Lalu kumpulan superhero ini beregenerasi dengan munculnya jagoan baru yang lebih beragam, terlatih, pintar, dan kompleks.

Selain The Comedian yang belum pensiun, ada Ozymandias yang disebut sebagai manusia terpintar di bumi, Dr. Manhattan yang asal-muasalnya sangat khas superhero yaitu radiasi eksperimen sains yang menyebabkan dirinya memiliki superpower (diantaranya teleportasi dan membelah diri) dan disebut sebagai penjelmaan kekuatan dewa di dunia, Nite Owl II yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan canggih untuk mendukung aksinya dan dia merupakan penerus dari anggota Minutemen sebelumnya, Silk Spectre II yang meneruskan pekerjaan ibunya yang juga merupakan anggota Minutemen, dan yang terakhir adalah Rorschach, sosok antihero enigmatik yang memiliki kemampuan investigasi yang bagus dengan kepribadian berada di tengah-tengah antara orang baik dan orang sakit jiwa.

Aksi para pahlawan bertopeng ini harus menemui akhir di tahun 70-an ketika Undang-undang Keene disahkan yang menyatakan kegiatan superhero sebagai sesuatu yang ilegal dan melawan hukum mengingat seringnya para superhero baru ini menggunakan kekerasan yang brutal dan provokatif dalam menangani kriminalitas yang cukup meresahkan masyarakat. Imbasnya, para superhero harus pensiun dini kecuali Dr. Manhattan dan The Comedian yang diperkerjakan oleh pemerintah sebagai “sejata politik” dan Rorschach yang menyatakan penolakannya dengan menaruh mayat seorang pemerkosa di depan kantor polisi dengan membubuhkan catatan bertuliskan: Never! Sejak saat itu Rorschach beraksi di dunia bawah tanah sebagai superhero sekaligus buronan.

Ada perbedaan antara masa The Minutemen dan para superhero baru yang sempat dinamakan The Crimebusters. Kejahatan yang dihadapi di era Minutemen adalah bentuk-bentuk kriminalitas umum yang konsekuensinya dikendalikan oleh payung hukum sedangkan Crimebusters berada di dunia yang lebih gamang. Mereka adalah anak-anak yang lahir dari generasi perang dunia 2 dan menjalani hidup di masa perang Vietnam sehingga membentuk karakter mereka yang cenderung lebih kontemplatif dengan kumpulan perasaan-perasaan yang rumit untuk disintesa. Ketika perkumpulan pertama (dan terakhir) The Crimebusters dilaksanakan, The Comedian sebagai senior menolak mentah-mentah visi & misi untuk memerangi kejahatan dengan menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan berarti banyak karena di dunia akan segera menghadapi perang nuklir. The Comedian memilih untuk bersikap apatis terhadap ide-ide superhero dan secara tersirat mengambil sikap pesimis untuk memisahkan kebaikan dan kejahatan karena pengalaman perangnya mengajarkan bahwa dalam perang kedua hal tersebut menjadi kabur. Superhero menjadi semacam konsep utopia yang naïf.

Di tahun 80-an dengan latar belakang perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia dengan ancaman adu misil yang siap terjadi kapanpun, tiba-tiba muncul teori konspirasi untuk menyingkirkan para pahlawan bertopeng yang ada. Setelah pembunuhan The Comedian, ada sebuah plot terencana untuk menyingkirkan Dr. Manhattan. Media menayangkan pengakuan orang-orang terdekat Dr. Manhattan (salah satu diantaranya adalah mantan kekasihnya sewaktu ia masih menjadi manusia normal) yang terkena kanker ganas. Menyadari bahwa keberadaannya telah membawa penyakit bagi orang-orang serta tuduhan yang bertubi-tubi datang dari publik, Dr. Manhattan mengasingkan diri ke Mars. Kemudian di tempat lain, Adrian Veidt atau Ozymandias diserang oleh pria tak dikenal di kantornya. Ia selamat dari serangan tersebut namun teka-teki semakin menguat. Yang terakhir adalah Rorschach yang dijebak dalam sebuh kasus pembunuhan yang menimbulkan kesalahpahaman sehingga ia dijebloskan ke dalam penjara. Permasalahan ditambah lagi dengan peristiwa-peristiwa lain yang timbul seperti misteri hilangnya beberapa tokoh masyarakat dan invasi Rusia di Afghanistan.

Penyelidikan konspirasi ini memang tidak berjalan mulus karena kompleksitas dalam kehidupan para superhero. Dr. Manhattan sebagai ras mahluk baru, tidak mampu berkoneksi dengan perasaan manusia, ia hanya mampu mengingat cinta tapi tak mampu merasakannya lagi (ia hanya bisa duduk sendiri di Mars memandangi foto mantan istrinya). Silk Spectre II merasa dihantui oleh kepentingan ibunya saat ia menjadi superhero selain itu hubungan dia dan ibunya itu menyiksa batinnya dengan kehadiran The Comedian yang diketahui pernah memperkosa ibunya dulu saat di Minutemen. Rorschach adalah anak haram yang tidak diinginkan ibunya (yang bekerja sebagai pelacur) dan harus menghadapi kehidupan yang keras sejak masih kecil (ketika ia membaca di koran perihal kematian ibunya yang mati terbunuh, ia berkomentar, “Good”). Bagi Rorschach, kemanusiaan sudah membusuk dan dunia selalu hitam atau putih.

Pada akhirnya konspirasi tersebut mengarah pada sesuatu yang lebih besar dan sudah diramalkan yaitu perang nuklir serta isu kepunahan peradaban manusia. Dunia sudah banyak berubah dan begitu pula dengan peran superhero. Ancaman perang nuklir menjadi "lelucon" terhebat yang membutuhkan pengorbanan berdarah dari manusia untuk bisa menghentikan dan membuat dunia menjadi bersatu untuk melawan musuh bersama. Hasil yang mencengangkan itu menterjemahkan musuh superhero pada lingkup baru yaitu kekuatan politik, keinginan berkuasa, serta ambisi manusia yang melampaui batas.

Alan Moore telah membawa dunia superhero dan novel grafis ke level literatur klasik. Perpaduan dunia alternatif dengan kondisi riil perang dingin tahun 80-an telah menciptakan sebuah persepsi unik mengenai umat manusia sebagai objek dari setiap keputusan-keputusan yang diambil oleh para pengendali kekuasaan. Di sinilah kisah dimana superhero pada akhirnya berbagi kekhawatiran dan ketakutan yang sama dengan manusia biasa. Di sinilah kerapuhan superhero diperlihatkan dalam keberadaan mereka di dunia yang rapuh untuk runtuh, di mana mimpi-mimpi tentang keadilan adalah sebuah lelucon yang terasa menyakitkan.

Gaya penceritaan yang lugas serta penuh dengan simbol-simbol ikonik (pin smiley face, mural siluet sepasang kekasih, komik pulp bajak laut, dll) membuat novel ini menarik dibaca walaupun dibandingkan novel grafis superhero lainnya, Watchmen lebih minim aksi. Setiap karakter mendapatkan porsi masing-masing di dalam komik sebagai objek studi kepribadian manusia yang kompleks dan mengundang empati. Tidak hanya kotak-kotak gambar dan dialog, novel grafis ini juga dilengkapi dengan suplemen-suplemen fiktif seperti potongan biografi, wawancara, dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia versi Watchmen sehingga menjadi terasa begitu realistis dalam nuansa noir. Untuk sebuah karya, novel grafis ini adalah sebuah pencapaian artistik luar biasa. Ditambah lagi dengan temanya yang serius maka Watchmen adalah artefak spesial mengenai peradaban modern yang diletakkan di dalam etalase kemanusiaan dan kekuasaan.

Who watches the Watchmen?
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Watchmen.
sign in »

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown_arrow    newest »

Nazirah Idris Damn, good review. I'll be following your reviews now. :)


Ikra Amesta Thank you, it's because the book is sooo good


Nazirah Idris It is! I remember crying for an hour, at least, when I was 13 when V's identity was (not) revealed.


Ikra Amesta haha you're funny


back to top