an's Reviews > Nusantara: Sejarah Indonesia

Nusantara by Bernard H.M. Vlekke
Rate this book
Clear rating

by
983292
's review
Jun 19, 12

Read from April 23 to June 18, 2012

perjalanan panjang untuk membentuk Indonesia. waktu yang lama untuk mewujudkan indonesia. dan banyak hari terlewatkan untuk menuntaskan sejarah nusantara, mengikuti perjalanan ‘menjadi’ indonesia. bukan hal mudah untuk langsung menyerap semua na. buku yang diterjemahkan dari edisi tahun 1961 ini merupakan tulisan ulang dari edisi yang terbit pertama di tahun 1943. saat itu indonesia belum sah terbentuk, maka na catatan ini mungkin ditulis kembali ketika indonesia sudah resmi merdeka. karena itulah maka na buku ini juga bisa berjudul: sejarah indonesia. mungkin kalau diterjemahkan dari edisi pertama na yang terbitan tahun 1943 itu judul na hanya nusantara saja.

apa yang akan terbayang dengant judil nusantara? pertama adalah gadjah mada yang tentu na kita kenal dengan sumpah na untuk menyatukan nusantara. kedua adalah kerajaan karena pasa jaman itu belum ada negara dan masih berupa kepulauan dengan penguasa na masing-masing dari kerajaan yang ada sesuai lokasi dan area mereka. ketiga, kebebasan penduduk asli saat belum ada pendatang yang berniat menguasai tahan-tanah dan kekayaan nusantara.

namun ternyata ada kata ‘sejarah indonesia’ dalam rangkaian judul buku ini. tentu saja semua bayangan tentang nusantara tadi tidak ada yang salah. namun itu semua hanya bagian kecil dari sejarah indonesia sampai akhir na kepulauan dan kerajaan yang tersebar di nusantara ini mendapat invasi negara asing yang memberikan dampak positif maupun negative untuk nusantara. mungkin indonesia tidak akan terbentuk tanpa kedatangan mereka. nusantara yang kemudian disebut indonesia oleh penulis dalam buku ini awal na adalah pulau-pulau yang tidak ada kesatuan. bahkan setelah sumpah gadjah mada semakin terpecah karena pembagian wilayah warisan. belanda atau siapa pun penjajah yang akhir na datang ke sana, memberikan imbas moderinitas dan penindasan tenntu na, setelah sekian tahun akhir na mendatangkan kesadaran bagi para penghuni nusantara untuk menyatukan diri na atas nama mengusir ‘penjajah’.

Apakah perjuangan ini demi kebebasan atau keinginan untuk kemandirian? Setelah berates tahun dijajah oleh bermacam Negara dari berdagang sampai ngaku saudara tua. Segitu ringkas na kah usia kejayaan raja-raja sehingga mereka dengan mudah diadu domba dan berebut kekuasaan sehingga tidak memperhatikan muslihat para pedatang. Atau mungkin kebiasaan mementingkan kantong sendiri membuat para penguasa daerah saat itu buta dengan rayuan utang dan meninggalkan banyak lubang galian untuk ditutup denga keringat rakyat?

setiap campur tangan meningkatkan jumlah utang sultan kepada Batavia, dan dengan cepat jumlah keseluruhan melampaui kemampuan bayar na (hlm.235)

Ternyata terbukti dari jaman dulu kebiasaan berhutang demi kekuasaan atau kesenangan sesaat pihak penguasa sudah menjadi budaya. Sejarah yang tercatat dan terus terulang sampai saat ini. Hanya orang idealis saja yang berkeinginan untuk memerdekakan bangsa na. dan setelah merdeka, hanya mereka saja yang idak buta dengan kekuasaan. Sayang, walau ditulis kembali jauh setelah Indonesia merdeka sejarah tentang pergerakan setelah na tidak banyak tertuang. Tapi Indonesia tidak melullu tentang hutang dan berjuang. Di punya sejarah lain yang juga mengagumkan. Pendirian Borobudur yang merupakan pusat pemujaan saat itu, ntah apa yang tersembunyi di bawah na. kuat pengaruh hindu dan Buddha pasa masa kerajaan. Bahkan ketika islam dan karya kerasulan masuk, susah untuk mengajak manusia nusantara untuk beralih kesana. Harus dengan iming-iming atau justru paksaan. Setelah penjajah menguasai Batavia, karya lain juga ada di sana.

Kanal-kanal besar mengalir lewat beberapa jalan di Batavia hingga membuat na rapi dan sejuk. Di setiap sisi kanal ini ditanam barisan pohon indah yang selalu hijau, yang bersama keindahan dan kerapian bangunan-bangunan membuat jalan-jalan begitu menawan sehingga saya piker kota ini adalah salah satu yang terapi dan teindah di seluruh dunia (hlm. 207)

Jakarta, atau yang dulu disebut Batavia pernah memiliki itu semua. Sekarang, apakah ini bisa ditemukan? Mengapa keindahan itu hilang. Kelihatan na sejarah yang kembali terulang. Demi keinginan dan kebutuhan pribadi Indonesia dijual, atau setidak na daerah kekuasaan penguasa na dijual oleh penuasa demi keuntungan mereka dan harus dibayar dengan keringat penduduk na. jika memang Jakarta pernah seperti itu, dengan kanal-kanal na yang besar, kenapa bisa sekarang yang marak dengan pembangunan justru Jakarta terkenal dengan kota yang banjir. Si ibu kota yang selalu menangs tergenang air?

Sangat disayangkan ketika sejarah hanyalah bahan cerita yang dikenang untuk mengingat kejayaan Indonesia tanpa usaha untuk mempertahankan supaya apa yang pernah menjadi milik Indonesia tetap menjadi milik Indonesia. Tidak menjual na atau menggadaikan na ke tangan mereka yang mencari keuntungan pribadi saja.

Nb: cetakan buku ini rapuh, saat rhe berusaha memperbaiki na yang ada malah memperparah kerusakan. Maap mba’lit yang sudah meminjamkan buku ini. Andai ada edisi yang masih dijual pengen deh nuker :D

-21 '12-
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Nusantara.
Sign In »

No comments have been added yet.