Desty's Reviews > Sang Saksi / The Witness

Sang Saksi / The Witness by Sandra Brown
Rate this book
Clear rating

by
4883578
's review
Nov 17, 2014

really liked it
bookshelves: translated, romance, novel, mystery-thriller-suspense-horror, fiction, pernah-punya
Read from May 26 to 28, 2012

Kendall Deaton, sangat senang ketika lamarannya untuk menjadi pengacara publik di Prosper - South Carolina diterima. Awalnya Dewan Direksi di Prosper County Bar Association mengira pengacara yang mereka panggil adalah seorang lelaki, ternyata yang datang adalah pengacara yang mengenakan sepatu bertumit tinggi dan rok. Kendall berusaha menunjukkan kemampuannya di tengah-tengah masyarakat yang memiliki mentalitas bahwa pria selalu menjadi superior. Dia ingin dihargai oleh karena kemampuannya. Salah seorang anak tetua kota itu, Matt Burnwood kemudian jatuh cinta pada Kendall dan melamarnya. Kendall merasa sangat beruntung karena mencintai dan dicintai oleh Matt. Apalagi ketika Gibb Burnwood, ayah Matt, mengeluarkan dana tak terbatas untuk pernikahan mereka. Awalnya Kendall menolak, tetapi Matt (yang tidak bisa membanah ayahnya) membujuk Kendall mengingat Matt adalah putra Gibb satu-satunya. Akhirnya Kendall turut larut dalam pesta yang meriah itu.

Sejak hari pertama menikah, Kendall sudah merasakan pengaruh Gibb yang besar terhadap rumah tangganya, khususnya pada Matt. Matt terlihat sangat mengidolakan ayahnya. Bukan hanya pada rumah tangga, Gibb seringkali mengintervensi pekerjaan Kendall. Termasuk ketika Kendall membela seorang wanita, Lottie Lyman, yang membunuh suaminya yang sering bersikap kasar padanya. Kendall menganggap pembunuhan yang dilakukan oleh Lottie adalah sebagai bentuk pembelaan diri, tapi Gibb menganggap bahwa perbuatan Lottie tidak pantas karena membangkang terhadap kemauan suaminya. Di kasus lain, ketika Kendall menjadi pengacara Michael Li, seorang pemuda keturunan Cina yang tertangkap basah berhubungan badan dengan Kimberly Johnson. Mr. Johnson menuntut Michael sebagai seorang pemerkosa yang mencemari keturunan murni mereka. Gibb Burnwood tentu saja menganggap tuntutan Mr. Johnson itu benar, karena Gibb selalu memandang rendah warga keturunan.

Puncaknya, ketika Kendall memergoki suaminya berselingkuh dengan Lottie Lyman. Kendall sangat marah, karena saat itu dia baru saja mengetahui bahwa dia mengandung anak Matt. Apalagi ketika Matt mengungkapkan fakta bahwa Lottie adalah cinta pertamanya dan satu-satunya wanita yang sanggup memenuhi segala kebutuhannya. Matt sendiri menganggap perselingkuhannya adalah hal yang sepele, dan meminta Kendall melupakan tentang itu. Dengan santainya, Matt pergi bersama ayahnya untuk berburu.

Di tengah kegalauan Kendall membuntuti suaminya. Alangkah terkejutnya Kendall ketika dia mengetahui bahwa suami dan ayah mertuanya adalah bagian dari sebuah kelompok persaudaraan yang sadis. The Brotherhood (yang juga beranggotakan beberapa tokoh penting di Prosper) adalah kelompok yang memuliakan diri mereka, dan tidak segan melakukan pembunuhan untuk orang-orang yang dianggap menganggu ketentraman masyarakat. Salah satu korban The Brotherhood adalah Michael Li, yang disalib dan disembelih kemaluannya sampai mati kehabisan darah. Kendall melarikan diri dari rumahnya, satu hal yang dia tahu bahwa ia harus melaporkan perbuatan kaum sesat itu kepada yang berwajib. Sayangnya pihak berwajib tempat Kendall melapor juga adalah anggota The Brotherhood. Tidak ada pilihan bagi Kendall selain menyelamatkan dirinya dan bayi dalam kandungannya. Maka dimulailah petualangan Kendall.

Tidak lengkap suatu novel misteri Sandra Brown tanpa "pahlawan pria". Kali ini the hero is Dr. John McGrath. Dalam pelariannya, Kendall bertemu dengan anggota FBI ini dan dia diminta mengawal Kendall kembali ke South Carolina untuk menjadi saksi utama atas kasus yang melibatkan The Brotherhood. Ternyata FBI sendiri sudah lama memcurigai mengenai kelompok ini. Ketika mereka mengetahui tentang laporan Kendall setahun kemudian, mereka kemudian menangkap beberapa anggota The Brotherhood termasuk Gibb dan Matt Burnwood. Tapi tentu saja Kendall harus bersaksi. Sayangnya dalam perjalanan kembali ke South Carolina, mobil yang ditumpangi Kendall dan John McGrath mengalami kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya ingatan McGrath.

Novel setebal hampir 600 halaman ini betul-betul padat. Diceritakan dengan alur maju-mundur dan bergantian antara Kendall saat ini dan Kendall di masa lalu. Walaupun demikian, saya tidak bingung membacanya. Misteri demi misteri yang dibangun oleh Sandra Brown dari awal cerita saling berhubungan dan memperkaya novel ini. Bahkan ketika pembaca sudah merasa semua misteri sudah terungkap di bab terakhir, ternyata masih tersimpan satu misteri lagi. Apa itu? Saya tidak akan kasih spoiler kali ini.

Hal yang menarik perhatian saya ketika membaca novel ini adalah uraian Sandra Brown mengenai kelompok sesat yang menganggap diri mereka sebagai perwakilan Tuhan dan bertindak atas nama Tuhan untuk menghukum sesamanya. Kelompok orang fasik ini seringkali mengutip ayat-ayat Alkitab khususnya mengenai pembalasan "mata ganti mata", kepatuhan istri terhadap suami, dan kemurnian diri. Ada adegan dimana Kendall mengeluarkan argumentasinya pada Matt, suaminya mengenai khotbah yang mereka dengar di gereja, dimana Tuhan digambarkan sebegitu kejamnya tanpa cinta kasih. Sandra Brown bahkan menaruh satu ayat dari Alkitab sebagai kutipan di awal novel, yang saya rasa adalah benang merah dari novel ini.

Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik, ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi hatinya penuh kejahatan -- Mazmur 28: 3

Karena ceritanya lebih terfokus pada Kendall, aksi McGrath sangat sedikit porsinya dan terkesan hanya sebagai pelengkap dan pemanis saja. Kendall benar-benar digambarkan sebagai sosok tangguh, percaya diri, lincah dan sigap walaupun harus sering berbohong demi keselamatan dirinya.
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Sang Saksi / The Witness.
Sign In »

No comments have been added yet.