Sekutu Buku's Reviews > Partikel

Partikel by Dewi 'Dee' Lestari
Rate this book
Clear rating

by
4609571
's review
Apr 17, 12

liked it
Read on April 17, 2012

Lama banget buku ini terbit. 8 tahun, terhitung semenjak buku 1,2, dan 3.

Kalau membaca Partikel, ingatan saya nyangkut ke bukunya Erich Von Dachniken "Chariots of Gods", "Celestine Prophecy" nya James Redfield, plus petualangan ala novel2 Michael Crichton. Membawa sedikit ide pertentangan ilmuwan yang ada dalam "Gods and The Astronomers" dari Robert Jastrow. Bedanya Dee mengambil lapisan atas ilmu sana-sini tidak membahas terlalu mendalam hanya sekedar "tahu" demi membentuk sebuah cerita fantastik. Maklum lah inti ceritanya kan pencarian. Ini saja sudah sangat imajinatif, sangat menarik tentunya. Dengan gaya bahasa khas Dee yang membuat pembaca terhanyut menyelami napak tilas sang tokoh, kegalau2annya. Buat yang lagi galau hati2, bisa sekedar terhanyut, tercerahkan atau paling apes sampai salah persepsi yang bisa berbahahahahaya tentang banyak hal..

Yang paling menarik adalah tokoh Firas, si bapak yang jenius. Untuk ukuran jaman 70-80, hebat juga ya bisa tertarik isue makhluk asing yang baru hip tahun 1990 an cmiiw...Padahal nggak gampang akses informasi di jaman itu. Jaringan informasi Firas sangat kota besar untuk seorang penyendiri yang tinggal di kampung.

Kalau di Supernova buku 1 menceritakan tokoh yang super cerdas, di buku 2 tokoh yang dalam, buku 3 tokoh yang konyol dan easy going, di buku 4 ini susah menemukan deskripsi yang pas. Zarah seperti malang-melintang kemana2. Dee kecolongan sedikit, mungkin, ketika mencoba masuk ke sudut pandang tokoh yang dilahirkan dalam lingkungan keyakinan yang berbeda dari dirinya sendiri. Balik2nya jadi kembali ke ide sejenis lagi, sama seperti pencarian di novel ke 2. Maaf banget, tapi ini pendapat saya, lho. Dalam cerpen mungkin dia berhasil karena pendek, dalam novel lama2 kelihatan. Sebagai pembanding gaya bercerita tokoh di buku2nya Andrea Hirata yang mungkin lebih simpel tapi kena karakterisasi rumpun, agama, dan ndesanya. Ok, setidaknya penulis berani mencoba. Moga2 buku ke depannya lebih variatif lagi ngambil sampelnya, tidak banyak di beberapa porsi tapi di porsi lain secukupnya. Jadi kelihatan seperti persepsi umum dari keyakinan berbeda atau yang digambarkan di sinetron2 kejar tayang.

So far, cukup menghibur, kok, Partikel. Mengajak berpetualang secara imajiner ke berbagai tempat. Tapi apa buku selanjutnya harus nunggu 8 tahun lagi?
5 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Partikel.
Sign In »

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Mimi (new) - added it

Mimi Ternyata buku selanjutnya ngga sampe 8 tahun kok hehehee


message 2: by Mimi (new) - added it

Mimi Ternyata buku selanjutnya ngga sampe 8 tahun kok hehehee


back to top