an's Reviews > Klub Film

Klub Film by David Gilmour
Rate this book
Clear rating

by
983292
's review
Nov 09, 12

bookshelves: live-true-story
Read from April 11 to 16, 2012

apa jadi na jika kau bosan bersekolah? pasti ga bisa ngikutin pelajaran sama sekali. apakah sekolah hanya untuk belajar dan mecari nilai? sebenar na sekolah menjadi salah satu wadah untuk membentuk kepribadian kita dengan berinteraksi dengan orang lain. namun hal ini yang tidak ditangkap oleh david.

saat anak na menginjak usia 15 tahun dan mulai menunjukan masalh dengan kemampuan na mengikuti pelajaran, dimana di usia 16 tahun dia mulai gagal dengan pelajaran na di sekolahan, maka sebagai ayah -yang merasa baik- memberikan pilihan untuk meninggalkan sekolahan. ditanya kepada anak yang tidak punya semangat untuk bersekolah lagi tentu saja jawaban na... mau!!!!

namun apa timbal balik dari keputusan ini? david hanya meminta jesse -anak laki-laki na- untuk menonton film 3 kali seminggu dan menjauhi narkoba. film dipilih oleh sang ayah untuk memberikan ajaran moral dan lain hal kepada si anak. untuk menghibur na, untuk menasihati na dari masalah yang sedang dialami na atau untuk cermin dari keputusan yang diambil na.

remaja laki-laki tak ubah na anak yang membutuhkan pengawasan ayah. saat keputusan bercerai kedua orang tua na dan ibu na menyerahkan hak untuk mengasuh sang anak ke ayah na, maka di sini suatu keputusan kecil yang berdampak besar telah diambil. terlebih lagi dengan keputusan untuk memberi kebebasan kepada sang anak untuk tidak bersekolah. ternyata yang dibutuhkan ayah dan anak ini adalah kebersamaan.

dalam jam-jam menonton film, dalam waktu-waktu tidak memiliki aktivitas lain karena sang ayah terkena PHK dan si anak tidak bersekolah. kebersamaan kecil ini membawa cerita lain dalam hubungan mereka. saat remaja laki-laki lain takut untuk mengungkapkan hal-hal yang dialami na kepada sang ayah, jesse justru tidak berani mengungkapkan na karena rasa sungkan, tidak mau ayah na kecewa. kesadaran bahwa dia ingin ayah na bangga ma dia, tidak kecewa ma dia, serta keterbukaan untuk menceritakan pengalaman hidup na kepada sang ayah berhasil jesse bangun dari sesi-sesi menonton film bersama dengan sang ayah.

pusat kehidupan bukanlah sebuah tempat, melainkan perwujudan suatu hasrat untuk tidak pernah kehilangan satu kesempatan pun dalam segala hal. dengan kata lain kita tidak dapat mengunjungi tempat itu tetapi kitalah yang harus menjadi tempat itu (hlm.186)

jadi, apakah dengan putus sekolah jesse tidak bisa bersosialisai? apakah dengan meninggalkan sekolah na jesse kehilangan kesempatan dan pendidikan? sampai pada titik mana akhir na dia sadar akan konsekuensi keputusan yang diambil na? david gilmour menceritakan memoar na melalui klub film.

-salah satu reverensi juga kalau mau cari film bagus or dengan tema tertentu akrena gilmour kadang mengkotak-kotakan film yang akan mereka tonton bersama-

-18 '12-
Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Klub Film.
Sign In »

No comments have been added yet.