gieb's Reviews > To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka
To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka
by Harper Lee, Femmy Syahrani (Goodreads Author)
by Harper Lee, Femmy Syahrani (Goodreads Author)
kalau hanya ada satu jenis manusia, mengapa mereka tidak bisa rukun? kalau mereka semua sama, mengapa mereka merepotkan diri untuk saling membenci (hal 431)
kutipan di atas berhasil mengingatkan saya, bahwa beda itu perkara besar pada zaman kita. bahkan, kondisi hari ini, beda tak lagi dilihat dari luar, dari kulit tubuh dan pakaian, tapi dari dalam, dari iman.
ketakutan mbah harper lee ini sekarang lebih merajalela. hari ini, dengan mudah darah muncrat dari seorang manusia hanya karena beda. keyakinan akan Tuhan Yang Maha Agung seakan membawa manusia mempunyai kekuatan lebih dan memberikan ilham untuk menghabisi yang lain. agama bertautan erat dengan antogonisme? saya juga tak bisa menjawabnya. ah, apakah ada yang salah dengan para agamawan kita ya?
sekarang, persoalan dalam buku ini tak hanya menjadi persoalan lokal saja. rasialisme mungkin sudah menjadi isu yang tidak begitu aktual hari ini. saya jadi semakin takut saat membayangkan bahwa beda karena iman menjadi penggerak antagonisme di mana-mana di dunia. Terus terang, saya tak tahu apa desain Tuhan sebenarnya dengan manusia. beda adalah sesuatu yang Ia kehendaki. iman adalah sesuatu yang Ia kehendaki. tapi permusuhan?
ah, mbah harper lee. sampeyan berhasil mengingatkan saya akan mereka yang lemah tertindas. entah yang ada di belahan dunia yang mana. saya kembali tercenung. misuh-misuh sendiri. diamput. jancuk. sampai suatu ketika, saya bermimpi berjumpa dengan atticus. dia pun hanya menasihati dengan sederhana, "kita hanya perlu mengenal mereka".
baiklah, kenalan yuk..
nama saya gieb. kulit saya coklat. agak hitam sih. agama saya puisi. tuhan saya kata-kata. beda ya dengan kalian? jangan hukum saya ya. saya hanya ingin berteman kok. have a nice day. jabaterat.
kutipan di atas berhasil mengingatkan saya, bahwa beda itu perkara besar pada zaman kita. bahkan, kondisi hari ini, beda tak lagi dilihat dari luar, dari kulit tubuh dan pakaian, tapi dari dalam, dari iman.
ketakutan mbah harper lee ini sekarang lebih merajalela. hari ini, dengan mudah darah muncrat dari seorang manusia hanya karena beda. keyakinan akan Tuhan Yang Maha Agung seakan membawa manusia mempunyai kekuatan lebih dan memberikan ilham untuk menghabisi yang lain. agama bertautan erat dengan antogonisme? saya juga tak bisa menjawabnya. ah, apakah ada yang salah dengan para agamawan kita ya?
sekarang, persoalan dalam buku ini tak hanya menjadi persoalan lokal saja. rasialisme mungkin sudah menjadi isu yang tidak begitu aktual hari ini. saya jadi semakin takut saat membayangkan bahwa beda karena iman menjadi penggerak antagonisme di mana-mana di dunia. Terus terang, saya tak tahu apa desain Tuhan sebenarnya dengan manusia. beda adalah sesuatu yang Ia kehendaki. iman adalah sesuatu yang Ia kehendaki. tapi permusuhan?
ah, mbah harper lee. sampeyan berhasil mengingatkan saya akan mereka yang lemah tertindas. entah yang ada di belahan dunia yang mana. saya kembali tercenung. misuh-misuh sendiri. diamput. jancuk. sampai suatu ketika, saya bermimpi berjumpa dengan atticus. dia pun hanya menasihati dengan sederhana, "kita hanya perlu mengenal mereka".
baiklah, kenalan yuk..
nama saya gieb. kulit saya coklat. agak hitam sih. agama saya puisi. tuhan saya kata-kata. beda ya dengan kalian? jangan hukum saya ya. saya hanya ingin berteman kok. have a nice day. jabaterat.
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read To Kill A Mockingbird.
sign in »
Comments (showing 1-27 of 27) (27 new)
date
newest »
newest »
tanpa ada keragaman dunia ini bakal jadi tempat yang sangat membosankan. tidak banyak hal-hal menarik yang bisa selalu digali dan dipelajari lagi nanti. tidak ada misterinya lagi. tidak banyak tantangan. 'beda tak lagi dilihat dari luar, tapi dari dalam'
--ya. dan ada sebagian yang bahkan mencoba untuk tampil tak terlalu berbeda dengan sekitarnya, agar terlihat sama dari luar, padahal jelas berbeda didalam.
saya si penyuka keragaman. juga kebebasan. semoga dapat terus menjadi beda dan bebas menjalaninya tanpa 'dihukum'..
Reviewnya Gieb Keren dan Beda...hehehehe.Wah kenalan juga ah...
Saya Roos, saya beda ma Gieb meski kulit sama coklat, ahhh pasti dah tahu lah bedanya, tapi yang jelas saya suka makan dan nraktir hehehehe. Yuks kalo mau saya traktir makan, enak lho...tapi gak jamin sehatnya yah...hehehe, dan satu lagi saya suka punya teman yang BEDA .
*** numpang lewat yah...***lagi baca buku ini juga cuma belom selese...
mendengar ada traktiran, saya juga mau dong...
mia ndak bisaaaaaaaaaaaa udah janjian ama windy, wandi dan yoga di pasfest nih hiks maafkan daku ... bisakah ditunda traktirannya ehem
mia, pindah ke phoenam saja. si yoga dan windy pasti mau deh. phoenam lebih mengasyikkan. daripada pasfes yang mal itu. hehe.





Kenalan juga deh,
Hai, gw Syl, katanya sih mirip Aisyah terutama kalo mukanya ditutupin. Kalo dibuka sih beda banget. Tapi jangan di mutilasi yaaa..