Tyas's Reviews > The Extraordinary and Unusual Adventures of Horatio Lyle

The Extraordinary and Unusual Adventures of Horatio Lyle by Catherine Webb
Rate this book
Clear rating

by
1445709
's review
Aug 31, 2008

it was amazing
bookshelves: detective-mystery, fantasy

Victorian London has always been appealing to me, not exactly because it's dark and gloomy, but because it was one of the most interesting period in the history of science. And it is from this setting our hero, Horatio Lyle, emerges. He's a special constable, or you can say a detective. What's more, he's a science enthusiast, and the second generation of a family that has made some fortune by building machines. In his first adventure, Horatio meets Tess, a young pickpocket, and Thomas Elwick, a young aristocrat interested in science. They - along with Horatio's dog, Tate - have to face a beautiful but dangerous race emerging from the forests of Tibet, swearing to destroy the technology and machines that human builds.

A very promising first book, with lively and interesting characters.

Favourite quote:
'repressed vestal virgin'.
That just makes me laugh.

The following is a review in Indonesian that I wrote a couple of years ago in another site:

Catherine Webb, penulis buku ini, tahun ini [2006] baru berusia 19 tahun. Meski demikian, jangan anggap dia remeh. Novel debutnya dirilis saat ia baru berusia 14 tahun, dan meski usianya masih muda-belia, kemampuannya menulis dan kelincahannya berbahasa patut dipuji. Tak salah jika ada yang menganggapnya dapat menjadi penerus Philip Pullman suatu hari nanti.

‘The Extraordinary and Unusual Adventures of Horatio Lyle’ adalah sebuah cerita detektif Zaman Victoria yang cukup unik. Kisahnya berlangsung tahun 1864, hanya beberapa tahun setelah Charles Darwin merilis bukunya yang sangat berpengaruh, ‘The Origin of Species’. Inggris di Zaman Victoria memang menelurkan banyak pemikir dan saintis yang cemerlang serta sangat memengaruhi dunia. Sebuah dunia baru sedang bergerak; dunia yang didorong oleh teknologi dan dibahanbakari oleh sains. Tidak heran jika tokoh utama novel ini, Horatio Lyle, juga seorang saintis. Namun selain itu, Horatio Lyle juga menjabat sebagai seorang special constable – polisi yang hanya dipanggil untuk menangani kasus-kasus khusus.

Penokohan Horatio Lyle sebagai seorang saintis mungkin sudah sering Anda dengar. Skeptis, senang menghabiskan waktu di laboratorium sambil mengutak-atik ini-itu (rumahnya seperti benteng kecil yang sulit ditembus pencuri), tidak percaya Tuhan, gagap dalam hubungan dengan lawan jenis. (Horatio menggunakan frasa ‘repressed vestal virgin’ untuk mendeskripsikan dirinya sendiri.) Namun Webb cukup berhasil mewujudkan Lyle menjadi seorang karakter yang menarik, terutama berkat interaksinya dengan berbagai karakter yang ada dalam novel ini, terutama Tess. Tess adalah seorang gadis remaja yang awalnya hendak merampok rumah Lyle, namun keburu tertangkap oleh salah satu dari sekian banyak jebakan yang dipasang Lyle. Usahanya memfitnah Lyle sebagai pemerkosa gagal, dan Lyle malah berhasil memerasnya untuk mau bekerja sebagai asistennya.

Lyle—dan secara otomatis Tess, serta anjing Lyle, Tate—diminta Lord Lincoln, salah seorang bangsawan tinggi Inggris, mengungkap misteri pencurian simpanan harta berharga kerajaan. Hal yang sepertinya sepele dan dapat diungkapkan dengan mudah oleh Lyle itu ternyata membimbingnya pada petualangan yang misterius dan mistis, meskipun Lyle dan pemikiran skeptisnya berulang-ulang meyakinkan bahwa tidak ada yang namanya sihir dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, Lyle memang tidak begitu salah. Segala misteri dalam novel ini disangkutpautkan dengan apik dengan teori-teori listrik, terutama Faraday (salah satu saintis terkemuka di masa itu). Namun lawannya, para Tseiqin, jelas sulit untuk diterangkan dengan sains yang begitu dipegang teguh oleh Lyle. Para Tseiqin adalah makhluk-makhluk indah dalam kepercayaan Tibet, yang muncul dari hutan-hutan dan begitu anti pada besi dan mesin. Mereka hendak memusnahkan ‘peradaban besi’ dan mengembalikan kemurnian dunia. Wujud manusia para Tseiqin tampan dan cantik, dengan mata hijau yang begitu indah. ‘Kecantikan’ mereka ini bahkan sedikit menambahkan bumbu-bumbu homoerotisisme dalam novel tersebut.

Plot ceritanya memang linear dan tidak berlapis, namun asyik untuk diikuti, terutama berkat kelancaran Webb bertutur dan pilihan kata-katanya yang mengena. Meski saya mendeteksi kalau Webb sedikit terpeleset—ataukah memang disengaja?—ketika ia menggunakan kata ‘genetically’. Kata itu belum ada di Zaman Victoria.

Oya, ada cameo usil dalam novel ini: Thomas Hardy. Ketika bertemu dengan Tess di salah satu klub, Hardy menanyakan nama gadis itu, yang dengan polos dijawab dengan ‘Tess’. Namun ketika ditanyai asalnya, Tess sembarangan berbohong, ‘Darbyville’.

Namun, setelah segala misteri terungkap sekali pun, novel ini masih membuat saya berpikir. Kala cerita ini berlangsung, tidaklah sulit untuk menempatkan diri kita sebagai pendukung Lyle, yang mencoba menyelamatkan peradaban dan teknologi. Saat itu, teknologi adalah penyelamat manusia—setidaknya, sesuatu yang diharapkan dapat membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Akan tetapi, kini, ketika dunia terancam kerusakan dan kehancuran, mungkin lebih mudah bagi kita untuk beralih ke sisi para Tseiqin, dan mempertanyakan apakah harga yang kita bayar demi kemajuan teknologi kita sebanding dengan kerusakan alam yang menggila saat ini.
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Extraordinary and Unusual Adventures of Horatio Lyle.
Sign In »

No comments have been added yet.