Suzan Oktaria's Reviews > Catatan Ichiyo: Perempuan Miskin di Lembar Uang Jepang

Catatan Ichiyo by Rei Kimura
Rate this book
Clear rating

by
2854590
's review
Nov 03, 2012

really liked it
Read in April, 2012

Saya merasa penasaran saat teman yang saya berikan buku ‘Catatan Ichiyo:Perempuan miskin di lembar uang Jepang’ sebagai hadiah ulang tahunnya mengatakan buku ini sangat bagus. Oke, saya pun akhirnya membeli kembali buku tersebut dan mulai membacanya. Terus terang saya tidak tahu mengenai Ichiyo.

Rei Kimura menuliskan kisah hidup Ichiyo dalam bentuk catatan harian yang menjadi salah satu sarana Ichiyo untuk menumpahkan segala frustasi dan pikiran-pikirannya yang paling pribadi.

Ichiyo lahir pada 1872 dengan nama Natsuko, anak ketiga dari pasangan Noriyoshi dan Furuya. Natsuko memiliki dua kakak, yaitu Fuji dan Sentaro, dan adik bernama Kuniko.

Awalnya Natsuko hidup dalam keluarga yang berkecukupan, namun sayang Sentaro, kakaknya menderita sakit TBC dan membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya, disusul Ayahnya yang juga meninggal. Hal ini membuat mereka jadi miskin, dan hidup berpindah-pindah karena tak sanggup membayar sewa.

Natsuko menyukai dunia sastra, Ayahnya yang mengetahui bakatnya mendampingi dan membimbingnya. Debutnya dimulai di usia enam tahun dengan membacakan sajak di depan teman-teman ayahnya yang merupakan komunitas pencinta sajak dan sastra.

Natsuko mengubah namanya menjadi Ichiyo, yang artinya sehelai daun.
Novel pertama Ichiyo ‘Bunga di kala Senja’ diterbitkan majalah Musashino pada 1892, diikuti dua novel lainnya. Ichiyo mendapatkan banyak tawaran karena dianggap memiliki gaya bahasa klasik dan elegan serta berkesan natural.

Novel Umoregi yang terbit di majalah bergengsi Miyako no Hana adalah saat ia dibayar dengan sebenarnya. Ia menerima 10 yen untuk penerbitan bagian pertama novel tersebut. Antara 1895-1896, Ichiyo menghasilkan lima novel, yaitu On the Last Day of the Year, Trouble Waters, The Thirteenth Night, Child’s Play, dan Separate Ways.

Child’s Play menjadi salah satu novel yang paling banyak dipuji, dan menyebabkan dia dijuluki sebagai penulis terbesar sepanjang masa. Namun sayang pada 1896 di usia 24 tahun Ichiyo meninggal,akibat penyakit TBC yang diidap sejak usianya 19 tahun.

Meski Ichiyo hidup dalam kemiskinan, namun tekadnya yang sangat besar dalam mencapai cita-citanya, sangat mengagumkan, apapun rintangan yang menghalanginya dihadapinya.

Keyakinannya yang kuat ia akan dapat meraih apapun yang ia inginkan jika ia bertahan dan bertekad untuk mewujudkan. Terbukti ia dapat mewujudkan cita-citanya, karya-karyanya banyak dikenal orang dan menjadi terkenal setelah ia meninggal.
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Catatan Ichiyo.
Sign In »

No comments have been added yet.