Vidi's Reviews > Unforgettable

Unforgettable by Winna Efendi
Rate this book
Clear rating

by
3866866
's review
Apr 10, 12

bookshelves: indonesian-author
Read in March, 2012 — I own a copy

‘Kata orang, menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan. Baginya, menjadi dewasa berarti tidak memiliki pilihan. Hidup menjadi serentetan tanggung jawab yang harus diemban, baik suka maupun tidak, mau ataupun enggan.
Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas.
(hal. 36)

Bayangkan dua orang asing dengan latar belakang yang berbeda dan masing-masing membawa masa lalu yang kelam bertemu dalam suatu wine house. Tanpa niat mencari cinta, masing-masing membuka hati, masing-masing mengambil risiko untuk sakit. Dua orang asing itu adalah ‘lelaki itu’ dan ‘perempuan itu’.

Tanpa merasa perlu untuk saling memberitahu nama, dua orang yang lama-lama menjadi tak asing itu saling bertutur tentang kehidupan mereka dengan rahasia-rahasia paling gelapnya. Mungkin sebuah rahasia menjadi lebih nyaman dibicarakan dengan orang yang sama sekali asing. Mungkin ini menjadi alasan begitu banyak orang merasa nyaman dengan menjadi orang asing di twitter dan curhat di udara. Dua orang itu melangkah keluar dari zona aman mereka.

Kisah ini dituturkan dengan rangkaian percakapan panjang antara dua tokoh cerita ini, ‘lelaki itu’ dan ‘perempuan itu’. Ini adalah perjudian pertama Winna. Percakapan-percakapan panjang yang kering dengan humor memiliki risiko akan membosankan pembaca buku-buku Winna sebelumnya. Winna bahkan tidak berusaha menciptakan setting indah yang romatis ala chicklit dan yakin bahwa itu bukan kekuatan cerita ini. Lebih jauh lagi Winna bahkan tidak berepot-repot menciptakan nama bagi karakter-karakter dalam kisah ini.

Eksplorasi yang lebih jauh dilakukan Winna terhadap gaya penulisannya. Lazimnya dialog-dialog ditulis dalam tanda petik layaknya sebuah percakapan dalam tulisan. Tidak dalam buku ini. Dialog-dialog ditulis bergantian dalam huruf normal dan italic. Yang membingungkan adalah kesan inkonsistensi dalam penggunaan huruf italic. Dialog ditulis bergantian dengan huruf italic dan normal. Pada awal-awal cerita ini cukup membingungkan. Tetapi benarkah ini sebuah inkonsistensi?

Saya teringat dengan buku pertama Winna, ‘Ai’. Dalam ‘Ai’, Winna mengambil sudut pandang orang pertama dan membagi bukunya menjadi dua bagian. Bagian pertama ‘aku’ adalah Sei dan bagian kedua ‘aku’ adalah Ai. Winna menceritakan ‘Ai’ dari dua sisi tokohnya. Dalam ‘Unforgettable’, Winna kembali berjudi dengan membuat sebuah gaya penulisan yang unik. Winna bertutur dengan kata ganti orang ketiga. Penulis berada di luar cerita. Yang tidak biasa adalah Winna berganti-ganti sudut pandangnya dalam cerita ini. Ketika narasi ditulis dengan huruf normal dan percakapan dengan huruf italic, sudut pandang penulis adalah ‘perempuan itu’. Penulis seolah-olah menjadi ‘dewa’ yang serba tahu tentang isi kepala dan masa lalu ‘perempuan itu’. Sebaliknya ketika narasi ditulis dangan huruf italic dan percakapan dengan huruf normal, sudut pandang penulis adalah ‘lelaki itu’. Brilliant!

Perjudian Winna Efendi yang sangat indah. Karya yang sangat berbeda dari karya-karya Winna sebelumnya. You did it, girl!



NB: Saya masih belum mengerti korelasi antara judul bab yang merupakan nama-nama jenis wine dengan isi bab yang bersangkutan. Mungkin karena saya bukanlah seorang wine expert.



*******Spoiler Alerts********
(baca setelah menyelesaikan seluruh isi buku)

Kisah cinta seperti apa yang paling indah? ‘Happily ever after’ ala Disney? Cinta tak sampai? Cinta bertepuk sebelah tangan? Cinta antar sahabat? Menurut gua, kisah cinta paling hebat adalah 'saling mencinta tanpa harus saling memiliki'.

'Perempuan itu berkata, cinta tidak selalu saling memiliki. Walaupun mereka tidak akan saling bertemu lagi, biarlah hati mereka saling terpaut.' (hal.163)

Dengan demikian, kisah cinta itu akan menjadi sebuah kenangan. Kenangan itu akan mengkristal. Kemudian waktu akan mengasah kristal itu menjadi sebuah berlian yang sempurna. Secara otomatis otak kita hanya akan menyimpan yang indah saja dan membuang semua yang buruk.

Dengan cerdas Winna memilih kisah jenis ini sebagai penutup cerita sekaligus meninggalkan kesan manis, kecut dan tahan lama seperti seteguk wine.
6 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Unforgettable.
sign in »

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Winna (new)

Winna Salam kenal, Vidi. Thanks untuk resensinya :)
memang ada begitu banyak 'perjudian' dalam buku ini. I'm happy you don't hate it :)


Vidi Hi Winna, we still have to wait whether it's working out just fine with your fans, but for me I think you've already won the bet. Looking forward for your next book...


back to top