Rie_dominique's Reviews > The Palace of Illusions

The Palace of Illusions by Chitra Banerjee Divakaruni
Rate this book
Clear rating

by
170008
's review
Mar 29, 2012

really liked it
bookshelves: a-novel, ada-di-rak-gw, best-friend, complicated-love, family, fiksi, love-the-cover, novel-terjemahan, politik, revenge
Read from March 25 to 28, 2012 — I own a copy

Intinya : Hell hath no fury like a women scorned


Bagi yang sudah pernah membaca mengenai Pandawa Lima, kisah ini mungkin sedikit memiliki citarasa yang berbeda. Peristiwa-peristiwa yang dilihat dari sudut pandang Dropadi, walaupun masih peristiwa yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

Dropadi yang digambarkan dibuku ini terasa sedikit manja, egois dan keras kepala. Ia telah diajarkan kebijaksanaan dan diberikan peringatan2 mengenai sikapnya yang bisa menimbulkan Perang Besar. Tetapi apakah Dropadi mengingat itu semua?

Sebagai seorang putri dengan ego yang tinggi, ia hanya mengingat hal-hal yang bisa mengangkat harga dirinya saja.

Ya, dia memang akan tercatat dalam sejarah, namanya diagungkan hingga beratus-ratus generasi setelah kematiannya. Tapi untuk mendapatkan hal tersebut, yang menurutnya merupakan hasrat hati yang paling diinginkannya, Dropadi harus membayar mahal. Ia harus menjadi kehidupan yang menderita dan penuh dendam.

Perlakuannya kepada Pandawa Lima membuat saya sakit gigi. Terutama kepada Yudhistira yang kalah berjudi menyebabkan Pandawa Lima terusir kehutan san juga mempertaruhkan Dropadi sehingga ia dipermalukan dimuka umum. Duryadana mencoba menelanjangi Dropadi dimuka umum. Suami-suaminya yang terikat kepada janji mereka yang telah mempertaruhakn Dropadi hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa-apa.

Sedangkan Karna, lelaki yang dicintainya dengan pandangannya meminta Dropadi memohon bantuannya. Sebagai seorang putri dengan harga diri tinggi pantang baginya untuk melakukan hal itu. Dipicu oleh kemarahan, rasa malu dan dikhianati oleh para lelaki yang mengaku mencintainya Dropadi mengeluarkan kutukannya dan memicu Perang Besar di Kuruhksetra.

Ketika sudah hidup dihutan, ia terus-menerus mengingatkan para suaminya dan janji mereka untuk membalaskan dendamnya. Putri periang, keras kepala dan manja ini berubah menjadi nenek-nenek cerewet yang getir.

Tidak ada yang bisa mengalihkannya dari tujuannya tersebut. Tidak kebijaksanaan Yudhistira, cinta Bima, keceriaan Nakula dan Sadewa ataupun permohonan Khrisna agar ia mau belajar untuk memaafkan. Dengan Arjuna, Dropadi tidak terlalu dekat. Tetapi Arjuna mencintai perang dan tidak sabar menunggu masa hukuman mereka berakhir.
Dan ketika takdir itu akhirnya datang Dropadi menyadari bahwa semua orang-orang yang dicintainya berkumpul di padang Kurhksetra tersebut. Sebagai teman ataupun sebagai lawan.

Ia memang memenangkan pertempuran tersebut, tetapi juga kehilangan banyak. Karna, Srikandi, Bisma, anak-anaknya, semuanya tewas di pertempuran tersebut.

Dan saat semua usai dan ia mendapatkan istananya kembali, sudah tidak ada lagi tujuan yang harus dicapai. Setelah 25 tahun bertakhta, Pandawa Lima memutuskan untuk mengakhiri kehidupan mereka dengan melakukan perjalanan akhir.

Dengan diiringi oleh para pendeta yang menemani mereka sampai kekaki Himalaya, kelima Pandawa dan Dropadi meneruskan perjalanan mereka kepuncak gunung. Dipercaya dipuncak gunung tersebut adalah pertemuan antara bumi dan tempat tinggal para Dewa.

Tetapi perjalanan kesana tidaklah mudah. Manusia-manusia yang menempuh perjalanan tersebut hanya bisa sampai ke titik tertentu dimana kekurangan terbesar mereka akan menghalangi mereka naik lebih lanjut. Hanya orang-orang suci sajalah yang akan berhasil menuju tempat tersebut.

Dropadi adalah yang pertama jatuh dalam perjalanan ini. Ketika Yudhistira melarang Bima menolong Dropadi, karena dalam perjalanan tersebut terlarang untuk melangkah surut, kemarahan kembali menguasai hati Dropadi.

Tetapi disaat-saat akhir itulah ia menyadari bahwa suami-suaminya mencintainya lebih dalam dari yang diperkirakannya. dan bahwa ada seseorang yang selalu setia bersamanya. Selalu ada disaat ia paling membutuhkannya. Dan seseorang itulah yang menemaninya sampai saat-saat terakhir ia meninggalkann dunia fana ini.
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Palace of Illusions.
Sign In »

Reading Progress

03/27/2012 page 250
50.0%

No comments have been added yet.