destinugrainy's Reviews > Bayangan di Cermin

Bayangan di Cermin by Sandra Brown
Rate this book
Clear rating

by
4883578
's review
Sep 03, 14

bookshelves: fiction, novel, translated, mystery-thriller-suspense, pernah-punya
Read from July 15 to 20, 2012

Avery Daniels, seorang reporter televisi, tidak pernah menyangka, bahwa pesawat yang membawanya ke Dallas akan mengubah hidupnya selamanya. Pada saat dia naik ke pesawat tersebut, ternyata kursinya telah diduduki oleh seorang wanita. Dia terpaksa mengalah duduk di dekat lorong. Wanita itu sendiri hampir mirip dengannya, hanya saja wajahnya tidak terlihat ramah. Wanita itu memaksa memasang sabuk pengaman untuk anak perempuannya yang duduk di antara mereka. Avery sendiri agak kesulitan memasang sabuk pengamannya. Tepat setelah pesawat tinggal landas, tiba-tiba terdengar ledakan. Tahu-tahu api dan asap tebal memenuhi kabin. Avery berusaha menyelamatkan dirinya. Anak perempuan di sebelahnya menangis memanggil ibunya. Tetapi Avery melihat wanita itu sudah tidak sadar. Avery berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dan anak itu. Ketika mereka tiba di luar pesawat, Avery pingsan tidak sadarkan diri.

Saat dia terbangun, seluruh tubuhnya kaku, tidak dapat digerakkan. Sayup-sayup dia mendengar suara yang menyebutkan nama Carole. Avery mengalami luka bakar, wajahnya hancur, untungnya matanya masih berfungsi walaupun sangat bengkak. Dia kemudian mendengar kembali suara percakapan tentang dirinya. Luka bakar... cedera... bedah... janin... hamil... Mr. Rutledge.. Mandy... Dalam kebingungannya, Avery kembali pingsan.

Ketika Avery sadar sepenuhnya, dengan tubuh masih terbalut perban, dia melihat seorang pria di samping ranjangnya. Pria itu mengaku suaminya, dan mengatakan bahwa dokter bedah plastik akan memulihkan wajahnya. Avery ingin berteriak dan mengatakan bahwa dirinya adalah Avery dan bukan istri dari pria itu. Tetapi keadaannya tidak memungkinkan dia untuk bersuara. Pita suaranya rusak karena kebakaran pesawat. Avery kembali pingsan. Kemudian dia mendengar seseorang mendatanginya dan mengatakan bahwa rencana untuk mebunuh suaminya, Tate Rutledge akan tetap dilaksanakan, apapun keadaan Carole Rutledge saat ini.

Avery akhirnya menyadari. Dia diidentifikasi sebagai Carole Rutledge, wanita yang mengambil tempat duduknya di pesawat. Anak perempuannya yang bernama Mandy, tentu anak perempuan yang diselamatkannya. Dan sekarang wajahnya akan direkonstruksi menjadi wajah Carole Rutledge, istri dari calon senator Tate Rutledge. Yang lebih buruk lagi, Tate akan dibunuh. Insting dan naluri reporternya membuat dia bertahan dan menerima status baru. Berbulan-bulan mengalami pemulihan, Avery pun belajar menjadi Carole. Ternyata bukan hanya pembunuhan yang harus dihadapinya. Tetapi juga kebencian suaminya, Tate dan seluruh anggota keluarga suaminya.

Ide cerita yang menarik, walaupun tidak baru. Konflik yang dialami Avery dalam menyamar menjadi Carole, menghadapi suami dan keluarganya, menemukan masa lalu Carole yang suram dan kejam, menguak rencan pembunuhan Tate dan mengatasi perasaannya sendiri kepada Tate. Di sisi lain, Tate yang tidak lagi mempercayai Carole, dibuat heran oleh perubahan sikap istrinya setelah kecelakaan. Segala intrik politik persiapannya menjadi senator di Texas, membuat Tate semakin frustasi.

Satu pelajaran yang saya ambil dari novel ini adalah, jangan pernah bertukar tempat duduk jika bepergian menggunakan kendaraan umum yang tercatat, khususnya pesawat terbang. Ada baiknya kita menempati nomor kursi yang sudah diberikan pada kita, jangan sampai bertukar tempat duduk. Sayangnya, di pesawat (misalnya) kita tidak bisa memilih tempat duduk sesuai keinginan kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja kejadian seperti yang menimpa Avery di novel ini terjadi pada kita. Satu pertukaran yang kelihatannya sepele, membuat Avery terpaksa menjadi orang lain seumur hidupnya.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Bayangan di Cermin.
sign in »

No comments have been added yet.