nanto's Reviews > The History of Java

The History of Java by Thomas Stamford Raffles
Rate this book
Clear rating

by
153882
Matur sembah nuwun kanggo Ki Amang atas bingkisan yang luar biasa ini. Teriring doa semoga atas kebaikan ini saya mampu menamatkannya dengan segera. Maunya begitu tapi apa daya, bacaan wajib kerja masih bertumpuk. Cuma baru bisa skimming.

Hasil skimming tadi pagi.

Buku ini bisa dibaca melompat-lompat nampaknya. Setiap bab dapat diperlakukan sebagai bagian terpisah. Tidak harus dibaca urut. Namun membaca pengantarnya dianjurkan sekali. Rafles adalah anak orang kebanyakan. Bapaknya hanya pegawai biasa pada perserikatan dagang hindia timur Inggris. Dia berkesempatan menapaki jenjang karir hingga Letnan Gubernur Jenderal. Awalnya dia adalah juru tulis seperti bapaknya. Siapa sangka dibalik keturunan orang biasa dia bisa sedemikian perhatian dengan tempatnya bertugas. Perhatian yang banyak mencatatkannya sebagai pionir.

Pada bagian kekuasaan di Jawa pasca transisi Hindu-Islam versi Rafles ini sedikit beda sama versi ketoprak yang lazim dipentaskan. Ceritanya lebih menunjukan intrik meski tokohnya masih banyak yang sama. Hal ini saya simak pada kisah peralihan dari Demak ke Pajang. Catatan Rafles juga merangkum segala bentuk perayaan yang ada di tanah jawa dan stratifikasi sosial jaman itu. Perayaan yang ada sepanjang kehidupan seorang manusia Jawa itu mulai dari upacara kelahiran, pernikahan, hingga upacara kematian. Rafles juga mencatat budaya manusia Kalang yang dibedakan dari kebanyakan Jawa.

Untuk lingkup nusantara, Rafles mencatat kategori manusia Jawa, Melayu, dan Bugis. Bagaimana karakter ketiganya: kelebihan dan kekurangannya.

Serunya penerjemahan ini masih banyak menggunakan istilah yang ada pada saat itu. Seperti Bantam, Chimanook, Jokatra atau Jakarta, Cherebon, Sura-Kerta dan Yugya-kerta. Lidah yang berbeda menambah gambaran bagaimana interaksi bangsa Barat di periode mulai mantapnya kolonialisme teritorial di Nusantara. Namun kelebihan Rafles adalah ia begitu memperhatikan kondisi sosial budaya dan juga peradaban masyarakat setempat di waktu pemerintahannya yang singkat. Lihat saja laporannya mengenai situs candi yang mulai dari prasasti di Sunda, candi di Dieng, Boro-budur, Sukuh, Penataran. Juga bagaimana pakaian yang dikenakan oleh manusia Jawa. Catatanya juga dilengkapi angka yang membantu melengkapi cerita mengenai Jawa. Selain juga catatan akhir di selah tiap bab. Dibagian catatan akhir ini banyak uraian yang penting untuk disimak. Lampiran di belakang buku dapat diperlakukan sebagai bab tersendiri, seperti lampiran mengenai Bali. Lampiran ini dapat dijadikan pembanding dari buku Geertz

Buku tebal yang seru ternyata...cuma saya baru tahu saya gak terlalu perduli sama angka. Nanti kita cek aja...
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The History of Java.
Sign In »

Comments (showing 1-33 of 33) (33 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Roos (new)

Roos Buku tebal segedhe gaban...baru baca skimming...reviewnya dah bikin mata jereng....*weleh-weleh...usap-usap janggut sambil geleng-geleng kepala*


message 2: by nanto (new) - added it

nanto seru bukunya Roos...

Bagian Ario Penangsangnya rada beda dikit, walaupun masih sama dengan cerita ketoprak. Masih ada Sunan Kudus tapi gak ada adegan dia mendoakan kursi yang nantinya kedudukan sama Ario Penangsang. Trus ada lukisan grafis pakaian orang jawa, dalam beda kesempatan dan profesi.

Laporan orang Portugis yang jadi catatan kaki bikin kepala nebak-nebak, "ini daerah mana yang dimaksud?" Soalnya mirip ada kata yang bunyinya mirip panarukan dan pasuruan tapi kok cerita Sumatra dan Bantam (Banten).

Oh iya, Jawa, Melayu dan Bugis yang digunakan Rafles jangan ditelen mentah-mentah seperti kita mengenal orang Jawa, Melayu, dan Bugis. Ini yang bikin tambah seru.


message 3: by Roos (new)

Roos Wah ada Aryo Penangsang....walah itu Keren...


Hippo dari Hongkong nih kalo gak salah waktu maen ke togamas harganya sekitar 180 rebu
waaak.. emang segede gaban bukunya :D


message 5: by nanto (new) - added it

nanto iya bab itu yang paling gue baca agak serius pagi tadi. Bagian ini bisa dibandingkan sama buku Rijklefs. Sama cerita tentang candi. bagaimana dia menemukan dan sketsa candi ketika ditemukan. Gambarnya candi dengan tumbuhan yang menempel didinding candi. Yang angka belum gue cermatin. ini soal pajak dan sejenisnya, pendapatan dan pengeluaran negara. Pantesan panjang.


message 6: by Roos (new)

Roos Lah kemarin aja suruh megang gak mau gara-gara segedhe gaban gitu....tapi kalo ada kakangmas Aryo Penangsang...sepertinya ngiler nih diriku....gimana dong?

@Mas Nanto: Bukunya gak ditenteng kayak meja biru kan? Kalo bener ditenteng saya sarankan untuk adil membagi lengannya...biar tidak gedhe sebelah...hahahahaha.




message 7: by Roos (new)

Roos Whoaaaaaaaaaa....Mas Nanto Spoilernya bikin gue tambah ngiler nih....


message 8: by nanto (new) - added it

nanto Ada Aryo Penggiri juga loh. Pangeran Hadiri suami Kali Niamat (tulisannya gitu, bukan Kalinyamat). Sempet bolak-balik halaman, mau tau Rafles ikut versi mana tantang wanita satu itu. Ikut mengamini tapa bugilnya ato keperkasaannya dengan menyerang Malaka.

Ada cerita pembunuhan Prawoto oleh orang suruhan Aryo Penangsa. Tapi yang ini curiganya mirip babad banget.

Terbunuhnya Aryo Penangsang juga sempat gue cari bagian pengabadian peristiwa itu dalam upacara perkawinan orang jawa (mataram). Tapi belum nemu sih...mau tau bagaimana Rafles bermain antara "dongeng" dan "fakta"


message 9: by Roos (new)

Roos Wah.........gimana nih...spoilernya malah di koment gak bisa dibendung....



message 10: by nanto (new) - added it

nanto bukan spoiler kok. :D

Karena ketika baca buku ini, kita dapat informasi yang bisa jadi beda. Gue aja sempet buka bagian Ario Penangsang dan beda (dikit) sama yang pernah gue denger. Jadi yang gue sampein itu masih yang umum aja. belum yang ditulis di buku ini.

@ Amang, iya ada nama Lord Minto yang jadi Gubernur Jenderal di Bengal. Seru juga nih di googling tentang "batu Lord Minto".


message 11: by nanto (new) - added it

nanto oh iya. satu lagi kelebihan buku setebel gaban ini. selain bisa menggantikan barbel, ketebalannya juga dilengkapi dengan keterangan tentang paragraph di pinggir halamannya. jadi bisa bener-bener purposive reading. mencari apa yang kita perlu aja.


message 12: by Roos (new)

Roos Wah...tambah keren doooong!


message 13: by nanto (new) - added it

nanto eh iya ada interpretasi Rafles tentang wilayah jawa berdasarkan cerita wayang. Dwarawati dimana, Mandraka dimana, Mandura dimana, Astina dimana. Yang ini juga beda sama interpretasi gue yang menganggap nusantara memang ada dalam cerita Mahabarata dan Ramayana. Cuma posisinya adalah negara satelit dalam cerita itu. Gak seperti pendapat Rafles.


Palsay  aaaaaarrrrrrghhhhh.....*jambak rambutnya Kisanak*...halah, iyalah, kalo rambut sendiri sayang..;)
nyesel banget waktu ada pesta buku ga beli buku ini...huhuhu...saat itu katanya diobral 70 rb! sekarang di gramed udah 190rb! tidaaaaaakkksss...

*padahal kalo punya blm tentu dibaca juga...hehehe..*

pisss...\m/


message 15: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia Pal, kmaren g liat d plangi banyak bgt buku2 kayak gini. Buku2 bbau java pd nongol soalnya lagi kampanye wayang goes to mall...sapa tau lebih murah


Palsay  ga mau!!...gw mau yg raffless ini...huhuhuhu...


message 17: by Roos (new)

Roos Walah...berat bawanya Pal...ini setara ma Meja Biru nan legendaris itu lho...


message 18: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia Hari jum'at kita ketemu jam 7 mlm d plangikan?
*lirik org2 yg d harapkan bawa buku2 yg akan d pinjamkan*


Palsay  busyet...sampe disamain dg meja biru...beratnya tyt luar dalem yah..hehehe

*ngukur otot biseps*


message 20: by Roos (new)

Roos Yoa.........luar daleeeeeeeeeeeemmmmmm.........


message 21: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia meja biru bakal jadi legenda. Siapa seh yg pertama bahas?


message 22: by Roos (new)

Roos *nunjuk ke naga*


message 23: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia huh?
*celingukan*


message 24: by Phadli (new)

Phadli Hasyim GUe harus selesaikan buku ini. baru beli...hehehe


Palsay  hai phadli...kita temenan yuks..



message 26: by nanto (new) - added it

nanto Palsay lo mau pinjem yang punya gue? Bulan depan mau? gue baca beberapa bab buku ini yang penting untuk dibandingin sama Vlekke dulu ye..

Di Vlekke disebut, Rafles ini pintar dalam mengabadikan namanya sebagai penguasa, bahkan dalam hal menjelekan nama Deandles dan menutupi kekurangan dia. Dia terkenal menghapuskan perbudakan, namun temannya sendiri malah bikin ribut di kalimantan kalo gak salah.


Palsay  yaoloh...pakde....
mau banget...makasih pakde...niat baikmu sudah dicatat malaikat....


mahatma yang paling hebat adalah narasumber raffless.
raffles sendiri kali juga gak ngarti sama orang jawa dan sejarahnya.
dia kan cuma ngumpulin omongan narasumbernya ituh..
buku ini dibikin dalam mentalitas ensiklopedik jamannya. ngumpulin sembarang-barang lalu dihimpun jadi buku.
di jawa, gejala yang sama telah melahirkan serat centhini.



message 29: by nanto (new) - added it

nanto wah nanti bisa dicek. kalo asal kumpul harusnya ada inkonsistensi di "sudut pandang" kali yah. nanti coba dicek terjemahannya :D


mahatma enggaklaaa.. tidak harus inkonsisten.
konsisten, cuma ini kan kerjaan sejenis *atas nama* [raffles:] gitu...


message 31: by nanto (new) - added it

nanto ooo sebenernya buku ini ditulis oleh [bolone:] Rafles..

jadi kerja dia apa di buku ini? :D Penyandang dana?


Palsay  wah sudah selesai yah Ikkyu...aciiikk....

history of Java...come to mama...


message 33: by nanto (new) - added it

nanto ok Pal, awal bulan depan buku ini, dibaca elo. tinggal cari sarungnya bisa jadi bantal :D


back to top