Ahfie Rofi's Reviews > Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye
Rate this book
Clear rating

by
7048786
's review
Jun 11, 12

bookshelves: tere-liye
Read in March, 2012

“Ada tujuh milyar penduduk bumi saat ini. Jika separuhnya saja mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu milyar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya lima kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari semalam, seseorang entah dari belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.”

Tulisan di belakang bukunya aja, entah sinopsis atau apalah namanya, sudah keren banget. Covernya menarik. Judunya juga bikin penasaran. Dan ceritanya… tidak usah ditanya lagi…

Yah… mungkin aku akan melanggar kalimat yang ada di belakang buku ini. “kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai cerita ini”. Aku nggak bisa menahan diri untuk menceritakan sedikit bocoran tentang cerita dalam buku ini.
Ini cerita tentang seorang bujang bernama Borno yang disebut-sebut sebagai 'orang yang berhati paling lurus di sepanjang tepian Kapuas'. Kurasa menceritakan orang yang lurus-lurus aja nggak ada serunya, bukan?. Tapi syukurlah karena cerita ini diwarnai dengan kedatangan seorang tokoh yang bisa membangkitkan emosi siapa saja, namanya Mei, seorang perempuan yang dijuluki ‘sendu menawan’ oleh orang-orang di gang Sepit. Gadis cantik keturunan Cina itu ternyata bukan hanya gadis cantik biasa, tapi ada satu hal yang membuatnya kembali ke Pontianak dan sengaja menjatuhkan amplop merah berisi dua lembar surat di sepit Borno.

Sayang sekali karena setelah menduga bahwa itu hanya angpau biasa yang juga Mei bagikan untuk orang lain, dia malah hanya menyimpannya hingga akhir cerita ini. Karena akhirnya dengan sangat terlambat Borno membaca isi surat itu dan mengetahui alasan kenapa Mei menjauh darinya. Padahal sebelumnya mereka sudah sangat dekat.

Dan akhirnya cerita berakhir sesuai harapan pembaca… Borno dan Mei hidup bahagia…

Aku sangat berharap reviewku ini tidak lengkap, dan kuharap kau penasaran dan akhirnya membeli buku ini. Aku tidak ‘berharap’ kalian menyukai ceritanya, karena dari awal aku sudah yakin kalian pasti nmenyukainya, tanpa repot-repot aku berharap. (ngerti nggak?? Emang gak jelas sih..)
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah.
sign in »

Quotes Ahfie Liked

Tere Liye
“Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.”
Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah


Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Ahmad (new)

Ahmad Rofai hmmm, bacaan dicover beakang emang keren,, sampe aku bener2 penasaran mau baca,,
eee, ketika ku buka dan kubaca embar per lembar,,, ternyata membasikan,,, bahasanya terlalu ngawang-ngawang,,,
jadinya,, baru 75 hlaman aku baca ;langsung ditutup deh,,, rempong ya,,, :)


Ahfie Rofi 75 halaman itu baru prolognya...

endingnya amat sangat keren banget...

nggak percaya? baca aja...


back to top