Mayday's Reviews > Out of the Woods

Out of the Woods by Syd McGinley
Rate this book
Clear rating

by
7762307
's review
Mar 06, 12

Read on March 06, 2012

What the hell did I just read?

The cover took me first, it's so serene and I remember Kabi's story out of sudden, it's military story too. But I really don't learn from my own experience, "Don't judge a book by its cover."

I don't even get the setting! It's like a parody of military men cattling boys for their canal needs or something. And yes, what the fuck did I just read.
1 like · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Out of the Woods.
sign in »

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Azh (new) - rated it 5 stars

Azh aw, udah baca dan bagus banget koq. Penuh humor dan plotnya keren banget. Masih nggak terlalu ngerti sebenarnya settingnya gimana, tapi dunia itu seperti dunia yang jauh di masa depan. Di mana boys dan men jadi semacam pet project-nya Mothers. Jadi bukan men yang paling berkuasa tapi Mothers XDD. Seru koq, coba baca ulang deh, sempat aja kamu bakal mulai ngerti.


Mayday Azh wrote: "aw, udah baca dan bagus banget koq. Penuh humor dan plotnya keren banget. Masih nggak terlalu ngerti sebenarnya settingnya gimana, tapi dunia itu seperti dunia yang jauh di masa depan. Di mana boys..."

Nuh, udah baca setengah dan gak sanggup.

Uhum, mungkin klo gak ada bacaan aja ya coba dibaca lagi =="


message 3: by Azh (last edited Mar 22, 2012 01:37AM) (new) - rated it 5 stars

Azh hahaha berarti kamu masih amatir nyehehehe

settingnya ini di dunia masa depan jauh2 setelah masa depan. Dan karena pemeran utamanya anak yang literally besar dari hutan dia nggak bakal ngerti apa2 yang ada di dunia saat itu. Nah ngerti aja dia nggak, apa lagi kita yang harus ngerti dia dulu buat ngerti jalan pikiran dia buat ngerti dunianya XDD

Seru koq. Dan lucu dan overall plotnya juga nggak terlalu se-over fetched seperti yang kubayangkan, malah jadi bacaan ringan hampir non-drama. Kalo masuk genre lebih ke arah slice of life deh ^^


P.s.: sejujurnya vol 2 lebih seru lagi. Mereka nonton Transformer dan baca buku Lord of the Ring dan lol cara si Tarin ngejelasinnya itu benar2 bikin ngakak (>.<)


Mayday Azh wrote: "hahaha berarti kamu masih amatir nyehehehe

settingnya ini di dunia masa depan jauh2 setelah masa depan. Dan karena pemeran utamanya anak yang literally besar dari hutan dia nggak bakal ngerti apa2..."


contrived, klo mau buat-buat universe seharusnya lebih meyakinkan dari itu. Dan memang aku agak gak suka yang absurd-absurd.

Uapalagi aku gak suka first POV yang gak sarcastis, muales bacanya (eh aku lupa sma POV-nya) dan sejak awal udah gak suka sama Tarin. Klo mau bikin erotica, yang serius sekalian, muter2 di blowjob melulu, gak seru /_-


message 5: by Azh (last edited Mar 22, 2012 04:09PM) (new) - rated it 5 stars

Azh hahaha kalo kamu kira smut-nya banyak, kamu salah besar. malah plot utamanya sebenarnya adalah pengenalan dunia Tarin ini, bahkan di buku dua juga masih plot yang sama. Sementara plot2 yang lain itu jadi minor plot yang mendukung plot utama. Dia yang tiba2 ngelakuin hand job di atas pohon di awal2 cerita itu malah jadi point penting tentang anak2 hutan. Itu bukan sekedar dipaksain dimasukin ke cerita tapi emang jadi bagian penting buat ngerti tentang posisi Tarin sebagai anak2 hutan dan bedanya mereka dengan men.

Dan Tarin itu sarcastic koq dan playful banget, memangnya kenapa kamu kira aku ketawa terus2an? Dia dianggap innocent cuma karena dia nggak ngerti dunia men tapi nggak berarti dia bego dan gampang dibodoh2i malahan dianya yang jadi plotter utama dan POVnya menarik, karena dia sharp dan selalu nyadar lebih awal tentang sekitarnya, tapi tetap saja kita harus selalu ngeliat underneath the underneath karena POV Tarin itu musingin, vocab-nya yang aneh itu lebih sering menjebak soalnya (>.<) kalo nggak dibaca dengan seksama, kadang2 maksud yang mau disampaiin ama Tarin jadi nggak ketangkap. Aku masih sering harus berhenti sebentar buat baca ulang beberapa kata sampai aku ngerti maksudnya apa, karena semua kata2 yang muncul itu punya maksud walopun sekilas cuma keliatan seperti percakapan biasa doang.

Er, lebih baik waktu baca jangan mencoba second guessed deh, nikmatin aja, karena pengarangnya ini tipe yang seperti laba2, dengan perlahan2 milin jala2 plot yang dengan hati2 dirangkai jadi plot utama. Second guessing malah bisa bikin jadi pusing banget.


back to top