Bunga Mawar's Reviews > To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka
To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka
by Harper Lee, Femmy Syahrani (Goodreads Author)
by Harper Lee, Femmy Syahrani (Goodreads Author)
Bunga Mawar's review
bookshelves: fiction, translated-into-indonesian, buku-perpus-smart
Dec 02, 09
bookshelves: fiction, translated-into-indonesian, buku-perpus-smart
Read in August, 2008
Ardi, salah seorang siswa kelas 5 di sekolah saya, berdiri di ujung barisan siswa kelas 2 yang antri masuk kelas setelah berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang saya ajukan. Wajahnya terlihat sedang berpikir keras. Dia menunggu sampai siswa kelas 2 terakhir masuk, dan mengajukan satu pertanyaan pada saya.
"Itu, Atticus Finch... Dia bapaknya Jem dan Scout?" Disebutnya tokoh-tokoh protagonis dari novel yang dua hari sebelumnya saya sarankan kepadanya untuk dibaca.
Saya mengangguk. "Iya."
"Kok... anak-anaknya manggil bapaknya langsung pakai nama, sih?" tanyanya lagi.
"Apakah itu menjadikan anak-anaknya kurang ajar pada orang yang lebih tua?" saya beretorika.
Dan Ardi menggeleng. "Enggak sih. Ceritanya juga bagus kok," katanya seraya pamit menuju kelasnya sendiri pagi itu. Selasa pagi minggu berikutnya Ardi mendapat giliran melakukan book sharing saat apel pagi di depan seluruh siswa dan guru, dan dia memilih buku ini untuk menggambarkan kekuatan cinta dalam keluarga sebagai contoh yang patut ditiru.
Bukan hanya untuk Ardi, buat saya pun cerita buku ini keren. Sambil membacanya, saya sempat pengin punya bapak kayak Atticus :)
Buku ini memperlihatkan pada kita tentang keluarga-keluarga tua kulit putih perintis kota Maycomb di negara bagian Alabama dan tinggal di pinggiran kota. Pertama keluarga Finch jagoan kita, kemudian tetangga misterius mereka keluarga Radley, keluarga Atkinson yang menyisakan Miss Maudie, dan banyak lagi keluarga lain yang tinggal di perkotaan. Nah, cerita utama adalah kehidupan tenteram Jem dan Scout yang berbeda usia empat tahun. Mereka dibesarkan oleh ayah mereka Atticus, pengacara nan demokratis, serta Calpurnia, wanita kulit hitam yang datang setiap hari mengatur rumah tangga kecil itu.
Tanpa ibu, kedua anak ini kemudian besar bersama kota kecil yang mekar seusai perang konfederasi. Kehadiran Dill, sahabat setiap liburan musim panas datang, menempatkan Jem dan Scout sebagai penegak kehidupan mereka sendiri. Bermain peran, menyelidik, dan berprasangka khas anak-anak. Berbagai perangai orang dewasa di sekitar mereka, misalnya menjadi pengisi hidup. Di tengah dugaan-dugaan mereka (yang seringkali kelewat imajinatif) atas nasib Boo Radley yang puluhan tahun tak pernah dilihat semua orang, dan di tengah tudingan warga (kulit putih) atas pembelaan Atticus pada Tom Robinson yang negro, anak-anak ini tidak tergoyahkan pada nilai kebenaran yang mereka pegang.
Segala dugaan dan prasangka memang membawa manusia merasa pantas menghakimi yang lain. Ini bisa juga kita bandingkan dengan Remember the Titans yang dibintangi Denzel Washington, sama-sama menayangkan kota Amerika yang terbelah atas prasangka rasial perbedaan warna kulit. Prasangka bisa membunuh, dan prasangka telah membuat orang-orang yang mengetahui kebenaran tetap tidak mau menyatakan diri membela kenyataan. Tapi prasangka ini tidak ada di keluarga Finch. Kekuatan ikatan keluarga membuat Jem dan Scout selalu berada di depan membela ayah mereka, dan kasih sayang membuat Atticus senantiasa mempercayai tindakan anak-anaknya lebih dari orang lain. Bahkan Atticus menolak permintaan Alexandra kakaknya untuk memecat Calpurnia hanya karena prasangka atas warna kulitnya.
Dengan mengambil sudut pandang Scout yang baru delapan tahun, Harper Lee telah melangkah dengan lambat, tidak bisa disalahkan memang. Tapi beruntunglah Scout dan Jem yang punya ayah Atticus. Jadi pernyataan di atas saya ralat: jadi pengin punya suami kayak Atticus! Tapi yaaa jangan setua Atticus dong ya, hahaha...
"Itu, Atticus Finch... Dia bapaknya Jem dan Scout?" Disebutnya tokoh-tokoh protagonis dari novel yang dua hari sebelumnya saya sarankan kepadanya untuk dibaca.
Saya mengangguk. "Iya."
"Kok... anak-anaknya manggil bapaknya langsung pakai nama, sih?" tanyanya lagi.
"Apakah itu menjadikan anak-anaknya kurang ajar pada orang yang lebih tua?" saya beretorika.
Dan Ardi menggeleng. "Enggak sih. Ceritanya juga bagus kok," katanya seraya pamit menuju kelasnya sendiri pagi itu. Selasa pagi minggu berikutnya Ardi mendapat giliran melakukan book sharing saat apel pagi di depan seluruh siswa dan guru, dan dia memilih buku ini untuk menggambarkan kekuatan cinta dalam keluarga sebagai contoh yang patut ditiru.
Bukan hanya untuk Ardi, buat saya pun cerita buku ini keren. Sambil membacanya, saya sempat pengin punya bapak kayak Atticus :)
Buku ini memperlihatkan pada kita tentang keluarga-keluarga tua kulit putih perintis kota Maycomb di negara bagian Alabama dan tinggal di pinggiran kota. Pertama keluarga Finch jagoan kita, kemudian tetangga misterius mereka keluarga Radley, keluarga Atkinson yang menyisakan Miss Maudie, dan banyak lagi keluarga lain yang tinggal di perkotaan. Nah, cerita utama adalah kehidupan tenteram Jem dan Scout yang berbeda usia empat tahun. Mereka dibesarkan oleh ayah mereka Atticus, pengacara nan demokratis, serta Calpurnia, wanita kulit hitam yang datang setiap hari mengatur rumah tangga kecil itu.
Tanpa ibu, kedua anak ini kemudian besar bersama kota kecil yang mekar seusai perang konfederasi. Kehadiran Dill, sahabat setiap liburan musim panas datang, menempatkan Jem dan Scout sebagai penegak kehidupan mereka sendiri. Bermain peran, menyelidik, dan berprasangka khas anak-anak. Berbagai perangai orang dewasa di sekitar mereka, misalnya menjadi pengisi hidup. Di tengah dugaan-dugaan mereka (yang seringkali kelewat imajinatif) atas nasib Boo Radley yang puluhan tahun tak pernah dilihat semua orang, dan di tengah tudingan warga (kulit putih) atas pembelaan Atticus pada Tom Robinson yang negro, anak-anak ini tidak tergoyahkan pada nilai kebenaran yang mereka pegang.
Segala dugaan dan prasangka memang membawa manusia merasa pantas menghakimi yang lain. Ini bisa juga kita bandingkan dengan Remember the Titans yang dibintangi Denzel Washington, sama-sama menayangkan kota Amerika yang terbelah atas prasangka rasial perbedaan warna kulit. Prasangka bisa membunuh, dan prasangka telah membuat orang-orang yang mengetahui kebenaran tetap tidak mau menyatakan diri membela kenyataan. Tapi prasangka ini tidak ada di keluarga Finch. Kekuatan ikatan keluarga membuat Jem dan Scout selalu berada di depan membela ayah mereka, dan kasih sayang membuat Atticus senantiasa mempercayai tindakan anak-anaknya lebih dari orang lain. Bahkan Atticus menolak permintaan Alexandra kakaknya untuk memecat Calpurnia hanya karena prasangka atas warna kulitnya.
Dengan mengambil sudut pandang Scout yang baru delapan tahun, Harper Lee telah melangkah dengan lambat, tidak bisa disalahkan memang. Tapi beruntunglah Scout dan Jem yang punya ayah Atticus. Jadi pernyataan di atas saya ralat: jadi pengin punya suami kayak Atticus! Tapi yaaa jangan setua Atticus dong ya, hahaha...
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read To Kill A Mockingbird.
sign in »
Comments (showing 1-50 of 54) (54 new)
message 1:
by
Roe
(new)
Aug 17, 2008 03:27am
Hi vera, sama nih aq juga lagi umpetin to buku. sebenarnya ini buku lama banget, dulu sempat mo beli pas cover yang lalu tapi karena sekarang cover and printingnya beda harganya juga beda... ntar qta share ya?
reply
|
flag
*
Oke, roe.Lagi bingung ni bikin review-nya. Buku keren ga layak dapat review asal2an... (bilang aja masih males, hehe...)
Anak kelas 5 baca buku ini?*kagum dot com*
jadi ingat dulu waktu masih ngajar, murid2 gua males banget baca.
Hey Ardi, young man, you rock!!!
hihi... sori mengecewakanmu, Bung Jimmy...Ardi tuh anak kelas 5 sekolahku, yang berarti kelas 3 SMA, hehe...
dan sekarang dia baru masuk kuliah di Unand :)
Whoooooooooeeeee...tetap tidak mengurangi kekaguman kok Bu Vera. Dia tetep hebat. Salam buat Ardi yah, semoga bisa menjadi Atticus Finch...hehehhe.
Aku tidak kecewa kok, tetap saja itu sesuatu yang keren. Tetap kagum *berdiri di samping Roos*Kalo Ardi jadi Atticus Finch, sementara gurunya mendambakan suami seperti Atticus Finch..hmmm...
*mikir kira2 gosip apa yang akan masuk tabloid*
:P
@ Harun : ni ngomongin Mb Vera yang mau nikah dengan Bang Jimmy. nah Bang Jimmynya mau kuliah s2 Hukum...*alah apa pula ini*
Eeh... keduluan neng friska. nggak kok, ini ngomongin undangan makan2 ciskek dari pangeran mano buat kak vera. Katanya sih tester dari acaranya neng friska dan bang jimmy buat ardi...*peran kak roos taruh di mana, ya?*
@ Wah kita kayaknya harus mendiskusikan drama kronologis ini deh Mb, so si Prince Harun bisa ngerti. So pemeran utamanya Mb Vera dan bang Jimmy ya...ini deal khan...
Veraaa... selamat yaaa... *menebar gosip*jd ama master hukum pertanian nih ? bukan empu gandring lagi ? :D
wah..wah..ini kok jadi jauh melenceng meninggalkan lapangan permainan.Yang benernya gini..
Pangeran mau ngadain pesta bling-bling, rencananya dia mau nyuguhin ciskek juga. Nah, mba Vera mau nyobain dulu rasa tuh ciskek cukup bling-bling ngga untuk pestanya pangeran. Nah, Friska kebagian tugas bawa nampan nawar2in tuh ciskek pada para tamu. Gitu lho.. :P
wadooooooh.....*kelilipan kena lampu blitz!*
ceu weni... tolong jangan kasih tau gosip ini ke empu gandring ya? *memelas*
urusan ciskek gampang deh k'vera, ntar tapinya yah setelah dirimu melangsungkan pernikahan dengan ***** !!roooooosssss, tolong siapin jet yang saya mau pake ke resepsinya k'vera!
*udah dapet kan perannya???*
wkwkwkw....Berarti pemeran utamanya dah dapat...peran sampingan dah dapat...mari kita lanjutkan drama ini.
adddduhh... pangeran! mengapa dengan si *****??? hamba kurang berkenan...!apa sih kurangnya ********** hingga kau tak merestuinya?
atau si ************* bin *****???
*tolong dong ada yang hitung jumlah asterisk-nya, lieur euy!*
Peran saya cukup sebagai Scout si penonton saja...hahahaha.@Harun: jet-nya lagi disewa...adanya BAJAJ...mauuuu???
menurut gw sih ***** udah yang paling cocok sama dirimu kak!dan dia sepertinya setia ga kayak **********, dia tuh udah dikenal sebagai polisi darat!*baca: buaya darat*apalagi si ************* bin *****, dia kan dah punya istri 2..mang k'vera mau jadi istri ketiga??
ah, aku tidak bisa mengerti apa yang ada di pikiranmu!!*menoleh kecewa*
@roos: y udah bajaj juga gapapa, tapi tolong yang bahan bakarnya aftur yah!!!
*ngebayangin gaya si Prince kalo lagi "menoleh kecewa"*.....whoahahahahahaha....*doh perut sakit nih*
wahai dek mano dan bang panda... tak usah lah jadi pangeran di pesbuk, di Indonesia aja bikin monarki baru, runtuhkan kemapanan republik korup *sok galak*eh, baru inget... bang panda kan orang Endonesa, yah? Beda negara kita... :p
@vera: Baiklah, ai akan jadikan Kerajaan Malingsial sebagai propinsi yang terbaik di negara Indonesia tercinta kita ini!!
uhuuy... hidup Pangeran Manooo...! *keplok2, tabur confetti*Btw, pusat kerajaannya, di mana, yah? Condet?
bwahahahahaha, iyah , CONDET adalah pusat dari kerajaan saya, dengan luas wilayah kekuasaan sama dengan luas wilayah negara Indonesia.
maaf kak roos, diriku tak bisa menahan gelak melihatmu diguncang2 sampai tiga kali oleh dek Prince... :D)))))))
Vera wrote: "maaf kak roos, diriku tak bisa menahan gelak melihatmu diguncang2 sampai tiga kali oleh dek Prince... :D)))))))"Hehe..kebayang..:D
Ibu Leli... ihiks... *terisakisak karena dikira ngajar SD* aku ngajar di SMP, sedang ardi itu anak SMA (yang sekarang udah lulus)-penjelasan lihat pesan #9-






