nanto's Reviews > To Kill A Mockingbird

To Kill A Mockingbird by Harper Lee
Rate this book
Clear rating

by
153882
's review
Jul 22, 2008

really liked it
bookshelves: novel, nant-s-book, history-and-sociology
Read in August, 2008

Alurnya masih terasa lambat. Sepertinya memang begitu seharusnya untuk menggambarkan ketegasan Aticus yang berpesan kepada anaknya tentang usaha melawan rasialisme dengan pemikirannya. Ia tetap menghormati pendapat mayoritas yang berbeda dengan dirinya, yang utama buat Aticus adalah, "sebelum aku mampu hidup bersama orang lain, aku harus hidup dengan diriku sendiri. Satu hal yang tidak bisa tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang(hal. 206)."

Perlawanan atas rasialisme yang telah menahun dan mengarang harus tetap dimulai. Kasus yang ditunggu-tunggunya sebagai pengacara, kasus yang disebutnya "kasusku". Sudut pandang Scout dan suasana Maycomb yang lamban memang pantas menggambarkan rasialisme yang telah menjadi biasa di wilayah Alabama itu. Begitulah buat Aticus, "Hanya karena kita telah tertindas selama seratus tahun sebelum kita mulai melawan, bukanlah alasan bagi kita untuk tidak berusaha menang (hal. 153)." Perlawanan pun dimulai bukan dengan gegap gempita tetapi dengan bersiap berbeda dan tidak merasa luar biasa. Seperti kesan Aticus yang tidak membanggakan di mata Scout dan Jem, sampai mereka tahu bahwa Ayahnya adalah penembak jitu yang menyembunyikan bakat luar biasanya itu. Hal ini mengalahkan dugaan saya yang menyangka buku ini akan dipenuhi dengan perdebatan dan heroisme ruang sidang.

Selesai bagian satu juga menunjukan peran pengasuh Jem dan Scout, Calpurnia. Wanita pengasuh berkulit hitam ini, turut menjadi pemberi nilai kepada Scout ketika ia berhadapan dengan seorang Walter Cunningham, "Siapa pun mereka, orang yang melangkahkan kakinya di rumah ini adalah tamu. Jadi, jangan sampai aku pergoki kau mengomentari kebiasaan mereka seolah kau lebih tinggi! Kalian mungkin memang lebih baik dari keluarga Cunningham, tapi kau tak ada artinya kalau mempermalukan mereka seperti itu... (hal. 57)." Cal, panggilan Calpurnia, mengajarkan tentang kerendahan hati bagi seorang perempuan terhormat, dengan tidak "berbahasa yang baik dan benar" di depan kaumnya yang biasa "berbahasa dengan baek dan bener". :D " Tidak selalu perlu menunjukan semua yang kita ketahui," tegasnya kepada Scout tentang kode etik perempuan terhormat. Sepertinya Calpurnia dapat bersikap seperti itu kepada kedua anak asuhnya atas otoritas dan keterbukaan Aticus, namun saya tetap memandangnya sebagai wanita dengan kehormatan. Nasehatnya, buat saya, bukan lahir dari orang tua yang suka mengkhotbahi, tetapi dari orang dewasa yang perlu berbicara tentang hal yang memang harus dikatakan. (Jadi inget Mbak Siti di Perdatam, hiks!)

Hua...dua pesan Calpurnia itu kok pas banget yah menjelang bulan puasa. Garuk-garuk mikir, " ups berapa sering nyela dan ngeremehin orang? berapa sering so toy pamer pengetahuan?" :(

Sssttt lanjut baca aja...

Finish

Kuncinya niat. Biarpun alurnya lambat sampai akhir, ternyata bisa juga baca cepat. Yah alurnya lambat, tidak gegap gempita. Hanya sebentar ketika persidangan nampak kejelian Aticus dalam menguliti dua saksi pihak jaksa. Di ruang pengadilan itu saya terpukau dengan pelajaran silogisme dari Aticus. Setelah menyudutkan saksi jaksa dengan kemungkinan berbohong, Aticus menelanjangi publik dengan silogisme mereka yang salah tempat. Silogisme yang salah karena semata didasarkan pada prasangka, dan juga simplifikasi logika salah kaprah itu. Aticus memang seorang pria terhormat, baik di dalam ruang sidang maupun di luar ruang sidang. Tangannya tetap tangan yang lembut membelai Scout dan Jem, bukan tangan mengepal yang membakar dirinya dan keluarganya. Saya memuji alurnya yang lambat demi menggambarkan sebuah perjuangan santun dalam mengubah watak rasial yang telah berkarat di sana.

Watak rasial yang telah berkarat bisa saja tidak disadari dan mengubah pelakunya menjadi hipokrit. Lihat betapa terlukanya Scout dengan sikap gurunya yang menista Hitler, sementara si guru ketika keluar dari ruang sidang adalah pendukung prasangka atas seorang kulit hitam. Untuk sesuatu yang jauh ia bisa demikian berapi-api, tetapi kejadian di dirinya luput ia dakwa.

Dalam sebuah sistem yang berkarat seperti itu sepertinya berharaplah tetap menjadi anak-anak, karena sedikit saja kita bertambah umur kita akan sudah menganggapnya biasa. Itulah nasihat yang diterima oleh Dill dari seorang yang merelakan dirinya dianggap pemabuk demi bisa jauh dari kaum yang menista orang lain semara kulitnya saja. Bila Jem terluka oleh peristiwa pengadilan Tom Robinson sehingga sempat mengancam Scout untuk tidak membuatnya mengingat peristiwa itu, karena kesadarannya nuraninya begitu terluka. Hanya anak-anak dan mereka yang merawat karunia masa kecil itu yang akan merasakan pedih. Selebihnya mungkin seperti ibu-ibu arisan teman Bibi Alexandra, mampu bersuara dibelakang tapi tidak sedikitpun sikapnya berkesesuaian dengan suaranya. Lewat mana suara itu lepas perlu dipertanyakan.

Hingga akhir, Aticus bukanlah pahlawan yang berhias bintang jasa. Hiasan yang memang tidak perlu karena ia menikmati hari-harinya untuk hidup dengan dirinya sendiri. Tidak begitu dengan Ewel yang tidak sedikit pun usahanya untuk menjadi "protagonis" bagi kaumnya berhasil meningkatkan status dan popularitas yang diharapkannya datang.

Selepas membacanya, saya berkesimpulan bahwa setiap kita adalah mahluk berprasangka. Setiap kita memiliki potensi untuk banyak berprasangka dalam berpikir. Di buku ini pun Jem, Dill, dan Scout berprasangka terhadap keluarga Radley. Namun mereka lolos dari hantu prasangka ketika mereka berani keluar dari tempurung prasangka. Anak-anak itu mendialogkan prasangka mereka dengan kenyataan yang mereka temui di diri keluarga Radley. Jujur mengaku salah atas angan-angan kosong di kepalanya. Ketiganya berhasil berdialog dan bergaul dengan sehat hingga menembus sekat prasangka. Bila berhasil jujur berdialog, mungkinkah hadiahnya seindah yang didapat Scout di ujung buku ini, berjalan dengan seorang pria terhormat? Ah tidak perlu, setiap berhasil berdialog dengan kenyataan dan mampu melucuti prasangka, itu pun hadiah terindah.
10 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read To Kill A Mockingbird.
Sign In »

Quotes nanto Liked

Harper Lee
“Until I feared I would lose it, I never loved to read. One does not love breathing.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“It was times like these when I thought my father, who hated guns and had never been to any wars, was the bravest man who ever lived.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“I think there's just one kind of folks. Folks.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“Atticus, he was real nice."

"Most people are, Scout, when you finally see them.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“I wanted you to see what real courage is, instead of getting the idea that courage is a man with a gun in his hand. It's when you know you're licked before you begin, but you begin anyway and see it through no matter what.
- Atticus Finch”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“They're certainly entitled to think that, and they're entitled to full respect for their opinions... but before I can live with other folks I've got to live with myself. The one thing that doesn't abide by majority rule is a person's conscience.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“Atticus told me to delete the adjectives and I'd have the facts.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“You never really understand a person until you consider things from his point of view... Until you climb inside of his skin and walk around in it.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“There are some men in this world who are born to do our unpleasant jobs for us. Your father's one of them.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“Simply because we were licked a hundred years before we started is no reason for us not to try to win.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“Try fighting with your head for a change...
it's a good one, even if it does resist learning.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“People generally see what they look for, and hear what they listen for.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“People in their right minds never take pride in their talents.”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird

Harper Lee
“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah
sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai
dan merampungkannya, apa pun yang terjadi”
Harper Lee, To Kill a Mockingbird


Comments (showing 1-29 of 29) (29 new)

dateDown arrow    newest »

Hippo dari Hongkong persiapan buat bulan depan nih?
buku yang menjungkalkan imperium, hehehehe
*clingukan takut ketauan Po, ntar dia mewek lagi kalo inget imperium* :D


nanto hehehe iya buku yang menjungkalkan Imperium. Menaikan nama Ryan. Sekaligus membuka kemungkinan sebagai pengerah massa pada 2009 nanti...

*Dipele, dipele...*


Hippo dari Hongkong waduuuuuuuh! tuh kan! kepergok lagi ama panda.
nangis lagi deh... huahahaha


Leli menjungkalkan, hahahah


nanto ada link bagus buat pendalaman buku ini di sini


Roos Belum selesai baca tapi reviewnya dah keren...

Wah ternyata mengidolakan Calpurnia juga yah?


nanto yah tentunya.

Tidak mudah menjadi "wong" apalagi itu wong cilik model pengasuh kayak Calpurnia. Kadang pengasuh lebih memilih memanjakan dan membiarkan anak majikannya buat cari aman, atau mengkhotbahi sebagai wujud sebuah gagap otoritas. Calpurnia diberi kesempatan untuk mendidik karena memang memiliki kapasitas. Begitu pendapat Aticus.

Calpurnia marah tanpa melukai, tegas dan bisa disegani di mata Jem dan Scout.


Weni Kok review-nya blm dimasukin ke forum diskusi yang sudah selesai baca "To Kill a Mockingbird karya Harper Lee" ?


nanto sekarang udah tuh. barusan aja.


message 10: by Inna (new) - added it

Inna belum selesai bacaaa..
baca yang terjemahan..
iya alurnya berasa lambat.., jadi bosen bacanya


Roos Semangat Inna, bukunya bagus. Ohya nanti tanggal 31 Agustus ada acara Nonton Bareng lho...Filmnya ya dari buku yang kita baca ini...Datang yah!


Sylvia *sniff* waktu Scout mukul sepupunya krn ngatain ayahnya Niger-Lover, trus malem-malem dia curhat ke uncle Jack, trus dia minta lukanya dibalut, uncle Jack bilang: "of course I will, baby. I know of no hand I would be more delighted to tie up.'

Huaaa... aku ingin menangis terharu. *lap ingus*


Sylvia Aku juga suka Calpurnia. Setuju waktu Walter dateng makan siang, nasehatnya untuk Scout bagus banget! *daftar fan's club Cal*


Roos Cadarnya buat lap ingus, Syl...


Sylvia Ho oh nih *sniff*


miaaa emang asik ya punya pengasuh seperi cal *ikutan daftar juga*


message 17: by Inna (new) - added it

Inna @rosss..
dimana....dimana..
kapan..kapan..
more info dunk..
PM ..PM..
PM......




message 18: by gieb (new) - rated it 4 stars

gieb Jakarta's Bookworms mengundang teman-teman Bookwormers dan Goodreaders Indonesia untuk datang ke launching dan gelar tiker "Penggambar Mimpi" karya Nielam dkk. (anggota goodreads) dan Nobar bulanan dengan tema: "Merdeka untuk Bermimpi"

Yang akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal : Minggu, 31 Agustus 2008
Waktu : Pukul 13:00 – 17:00 WIB

Tempat : Cafe Strawberry
Jl. Gandaria I No. 75 (Depan Snappy 24jam)
Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Tel. (021) 7222051

Acara:
* Launching "Penggambar Mimpi"
* Gelar tiker bersama Hudan Hidayat & Gratiagusti Chananya Rompas dengan Harry Gieb sebagai moderator
* Launching Sobat Perpus
* Nobar "To Kill a Mockingbird" - yang jadi Book of the Month Goodreads Indonesia

Yang mau datang, silakan menghubungi para host kegiatan ini

Hosts: Roos, Aldo, Dian, Lita, Dahlia, Erry, Leli D, Gieb, Amang, Coki, Nanto, Ophelia a.ka. mia, Enny

Undangan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (kecuali untuk makan dan minum di Cafe tersebut).


nanto tenkyu-tenkyu...yang ingrisnya keren gak mang? gaya bahasa scoutnya gimana? seceriwis apa dia disitu?


message 20: by Leli (new) - rated it 5 stars

Leli selamat ya...



Roos Keplok-keplok ke Mas Nanto....mengharap Kopi Solong...hehehehe...

Dah balik belum siy?


Ordinary Dahlia keyeeeeeen...
*ngeces-ngeces*


Ordinary Dahlia mandi pake eces ma keringat naga nambah nyawa 2x loh Po'
(Sumber : Doraemon)


nanto hue....pantesan ada perasaan mendesak buat ngintip gudrids. heheh ternyata...Hatur tenkyu kepada dewan juri...kepada..semuanya muach-muach (hue hue hee berasa sleleb gak jelas) diriku masih di aceh euy, masih uber 1-2 narasumber


Ordinary Dahlia bener kok! tonton deh Doraemon the movie


message 26: by Tiwik (new) - added it

Tiwik Mark to read gara-gara baca reviewnya nanto(telat banget hehe...)


Ordinary Dahlia ya uda deh...buat Po g peras keringat
(dan...sang naga pun lari-lari d tempat)

lemayan sambil nunggu magrib


message 28: by Leli (last edited Sep 02, 2008 03:29AM) (new) - rated it 5 stars

Leli oleh2.. yang ini ikutan deh
nant, buka puasa kok jauh2 ke aceh


Sylvia Selamat Nanto..! Eh dia dapet pesawat gak sih wkt itu? Hahahhaa!


back to top