Hasanuddin's Reviews > The Kite Runner
The Kite Runner
by Khaled Hosseini
by Khaled Hosseini
Terlalu berat peristiwa yang dialami oleh Hassan dan Amir pada usianya yang masih dini. Peristiwa yang membawa kisah persahabatan pada kenangan buruk di masa berikutnya. Terlalu berat bagi anak-anak seusia Amir untuk menjelaskan dan membuat keputusan ditengah doktrin Baba --sang ayah-- yang menekankan kehormatan dan kebanggaan. Permasalahan yang terlalu kompleks bagi Hassan saat diposisi sebagai pelayan...
Dan bagi Hassan, sungguh suatu sikap yang teguh dan tangguh karena tidak terseret perlakuan kelam yang pernah dialaminya. Hassan tetap mempertahankan loyalitasnya terhadap "tuannya". Hassan berusaha menjalani kehidupannya, dia tidak lari dan akan terus menghadapinya. Bahkan memaafkan.
Kenangan akan dunia bermain yang indah. Dimana nikmatnya mengejar layang-layang, membacakan sebuah cerita, berkhayal menjadi tokoh idola dan bermain sepuasnya di padang rumput adalah anugrah. Anugrah yang seharusnya menjadi kekuatan bagi Amir dan Hassan untuk menapaki usianya.
Namun demikian bagi Afghanistan, potret anak-anak ibarat sisi buram dari dunia yang terkoyak oleh konflik yang berkepanjangan. Dunia anak-anak adalah dunia yang tidak terperhatikan. Orang dewasa tak lelah bertarung dengan keyakinannya, dan anak-anak adalah bahan bakar dan komoditasnya yang larut dalam mesiu.
Dan anak-anak yang tumbuh di masa perang, ibarat layang-layang putus tanpa kendali. Membawa kisahnya terbang bersama angin. Seperti kisahnya Amir dan Hassan. Meski diantara mereka mengakui dan rindu akan saat keakraban pada masa lalu, tapi berbeda dalam menyelesaikannya. Amir berusaha lari dari masa lalu, Hassan mengenangnya sebagai bagian dari kehidupannya yang dipenuhi kesetiaaan tanpa batas sebagai seorang hamba.
Salut buat Khaled Hosseini yang telah membuat kisah menyayat dan pemaparan detail pada tokohnya. Konflik yang terjalin melalui kontruksi penyampaian yang sempurna. Bahkan, aku sempat curiga novel yang dibuatnya adalah kisah pribadinya...
Dan bagi Hassan, sungguh suatu sikap yang teguh dan tangguh karena tidak terseret perlakuan kelam yang pernah dialaminya. Hassan tetap mempertahankan loyalitasnya terhadap "tuannya". Hassan berusaha menjalani kehidupannya, dia tidak lari dan akan terus menghadapinya. Bahkan memaafkan.
Kenangan akan dunia bermain yang indah. Dimana nikmatnya mengejar layang-layang, membacakan sebuah cerita, berkhayal menjadi tokoh idola dan bermain sepuasnya di padang rumput adalah anugrah. Anugrah yang seharusnya menjadi kekuatan bagi Amir dan Hassan untuk menapaki usianya.
Namun demikian bagi Afghanistan, potret anak-anak ibarat sisi buram dari dunia yang terkoyak oleh konflik yang berkepanjangan. Dunia anak-anak adalah dunia yang tidak terperhatikan. Orang dewasa tak lelah bertarung dengan keyakinannya, dan anak-anak adalah bahan bakar dan komoditasnya yang larut dalam mesiu.
Dan anak-anak yang tumbuh di masa perang, ibarat layang-layang putus tanpa kendali. Membawa kisahnya terbang bersama angin. Seperti kisahnya Amir dan Hassan. Meski diantara mereka mengakui dan rindu akan saat keakraban pada masa lalu, tapi berbeda dalam menyelesaikannya. Amir berusaha lari dari masa lalu, Hassan mengenangnya sebagai bagian dari kehidupannya yang dipenuhi kesetiaaan tanpa batas sebagai seorang hamba.
Salut buat Khaled Hosseini yang telah membuat kisah menyayat dan pemaparan detail pada tokohnya. Konflik yang terjalin melalui kontruksi penyampaian yang sempurna. Bahkan, aku sempat curiga novel yang dibuatnya adalah kisah pribadinya...
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Kite Runner.
sign in »
Comments (showing 1-39 of 39) (39 new)
date
newest »
newest »
message 1:
by
Roos
(new)
-
rated it 5 stars
Jul 21, 2008 06:03pm
Whoaaaaaaaaaa...Anak Ayam...masak siy? Aku juga gak kepikiran tuh...tapi kayaknya enggak deh...hehehe.
reply
|
flag
*
Old Shutterhand dianggap pembacanya adalah Karl may. Kisah platonik Fahri Abdullah dikira pengalaman pribadi el Shirazy. Dan Amir Agha adalah personifikasi Khaled sendiri. Hebat yah penulis.hehe
Wah Ryan, g justru gak bisa bayangin Old Shatterhand itu Karl May bahkan hampir gak terima kalo d sama2in.Bayangan g jauuuuuh dr Karl May (Liatlampiran foto Karl May bgaya kayak Old Shatterhand d belakang buku Winnetou bikin g shock!!)
Kalo Khaled awalnya g juga curiga ini kisah nyata hehehe...
Kamsudenya alur ceritanya sist.. boleh jadi terinspirasi kisah pribadi si penulis itu sendiri. Soalnya menurut teori sastra, fiksi adalah kisah nyata yang mendapat tambahan2.
Seinget g kalo Karl May itu justru kbalik. Dia bikin cerita dulu baru berpetualang ke negeri2 yg dia kisahkan. Aneh tapi dia bisa mbuat pbaca berfikir kalo dia pnah ke tempat2 itu...Amazing'Kalo g ga salah inget lagi, justru dia juga banyak menelurkan karya2 emas pas dia masih d penjara
*Nginget2 sejarah karl may sambil makan roti goreng*
Akh!!! g jg pnasaran...kapan yah anak ayam menelurkan telur? heuheuheu...
Hasanudin = Hassan?? Jangan-jangan? heheheBro, anak ayamnya koq tinggal 47, empat lagi kemana? kemaren masih ada 51 ekor lho. Itung sendiri dah :P
Wow iya yah? jangan-jangan jangan-jangan heuheuheu...Dia ayam makan ayam, ksukaannya ayam goreng.Menurut u tuh anak ayam yg lain kmana cobaaa
*lirik atas*
Anak ayam masih d kandangin!untunglaaaaah...
@ dahliaIya sist. tunggu cukup umur dulu baru bisa dipotong. bisa ditegor kak seto lho, dari Komisi Perlindungan Anak (Ayam) Indonesia.
@ Abah Aaeman
Sanes 3-1 abah, eleh aing mah euy!
@ Erry
stop crying sist! it's just a fiction.
(halah padahal sayah juga sembap abis nonton, eh baca nopel ini hehe :P)
artinya : Ryan dua kali nangis yah? Huahahaha...G dunx cuman bkaca2, sisanya pengen ngamuk tapi ga tau ma siapa?
Pelariannya? makan pastina. Makan ayam pulak heuheuheu...*tetep kejam ma ayam*
Hehe, namanya juga bola bundar kok Ryan. Abah doain ntar juga Persib berjaya di Gasibu tuh. Iya ya suka kebangeten pisan Persija tuh. Sesekali senangin hatena urang Bandung atruh! kan klo abah ke Bdg ada yang suguhin colenak.
@ Dahliaproblem di afghan memang kompleks sist. gak di dunia nyata di dunia fiksi juga rumit. bener, saya juga bingung siapa yang salah kalo sudah begini : Baba? Amir? suku Hazara? Ibunya Hassan? Sovyet? Amerika Serikat? ulama2 Taliban? atau si mata satu?
@ Abah Aaeman
Eleh meunang mah teteub : Persib nu aing.
-ryan
To Amang n Roos...Ya awalnya sempete curiga klo ni kisah pribadinya Khaled. Aku terjebak dengan latar beakangnya yg sama2 Afghan n penuturannya yg halus. Tp untung aku sempet browsing n baca biografi singkat dia untuk memupus kecurigaan ku. Hasilnya, aku yang berprasangka...
To Ryan...
Klo Fahri di AAC, entah mengapa aku ga pernah kepikiran klo si tokoh ni Kang Abik. Aneh ga?
To all!!!! ^_^
Aku doyan ayam, aku demen ayam, aku suka ngumpulin ayam, main ama ayam, ngobrol n bcanda ama ayam. Ayamania! JAdi klo di pic ada yg ilang, yah taulah dah masuk ke perut... ^_^
tuh kan...tuh kan...anak ayam lebih kejaaaam hiks'Weureu' vocab yg dah jarang kudengar heueheuheu...bravo abahlah!
another bad spoiler :amir menyayangi hassan
hassan menyayangi amir
amir hanya seorang pengecut
hassan diso***i
amir mengkhianati hassan
keluarga hasan terusir
amir tidak bisa punya anak
baba mati terkena kanker
hassan ditembak mati taliban
sohrab menjadi budak
sohrab nyaris mati bunuh diri
amir berjanji akan sholat dan puasa
amir mengejar layang-layang
"untukmu keseribu kalinya"
kisahnya tidak terlalu tragis bukan?
hiks..hiks
Semoga yg belum baca Kite Runner ga baca komennya Ryan...Makan ayam dan telur tu enak dan bergizi. Hampir semua negara punya masakan mengolah ayam. Dari tinjauan nutrisi, ayam dan telur mengandung asam amino lengap yang dibutuhkan kecerdasan manusia. Promosi nih... ^_^
ayoooo...makan ayam!*ikutan promosi*
Kalo g blom baca, g siapkan magazen buat mbungkam spoiler!
*mmandang Ryan, evil grin*
Untung dah baca...
Dahlia ma Ryan nih...perang mulu yah....@ Ryan: pelaku spoiler...adalah temaaaaaaaaans di goodreads...ya gak Dahlia?
Dahlia aku bantu siapin ranjau darat, kawat penghalang, bazooka penjejak infra red, ntar kita bekalin google night vision! LEngkap deh...
granat, helikopter, radar, senjata pemusnah masal. senjata kimia, senjata biologi.perang dimulai....
kehancuran dimulai...
Nggak perang kok' dirikuw cinta damai,Khidmat& tenang...
*berpose ala buddha*
*bisik2 bsekongkol ma ayam*
Lebih keren bom nuklir ala Hiroshima ma Nagasaki buat bombardir rumah spoiler
Ya kita masyarakat cinta damai. Pasang wajah teduh seperti Mahatma Gandhi.*bisik2 juga ama Dahlia*
Bener lebih keren tuh, apalagi pas awan cendawannya keluar... Wuih sip!*
Tadinya abah ragu buat terusin buka2 vocab sunda disini. Takut ngawur! Tapi membaca apresiasasi Dahlia akan kata weureu, rasanya masih kredible deh klo sesekali abah teruskan. Smp memble. Yah daripada Dahlia kudu belajar basa Sunda di Oxford University segala. Melang aja abah mah. Jaba Dahlia lagi doyan2nya sama ayam lagih.
@Abah ~ horeeee...gpp bah, mang saya harus belajar lebih banyak. Kalo ke Bandung nanti, saya bakal nyari buku2 Sunda yg hampir d lupakan itu hiks'@Anak Ayam ~ Baru kali ini dirikuw benar2 bangga padamu
*menepuk2 pundak ayam*
*mikir : ayam ada pundaknya ga?*
Duh eta seneng pisan abah sama sumangad Dahlia. Iya neng klo ke Bdg bulan depan aja, kan nyari bukunya bisa sekalian ngabuburit di Braga tuh. Edas abah mah

