Palsay 's Reviews > Ishmael: Sebuah Novel Pencerahan

Ishmael by Daniel Quinn
Rate this book
Clear rating

by
567709
's review
Jul 18, 2008

it was amazing
bookshelves: phenomenal, translated-fiction, light-philosophy
Recommended to Palsay by: Hilman
Recommended for: everyone

Aku masih memandangi buku yang baru saja selesai kubaca, tiba-tiba gambar disampulnya yang tadinya tidak kuperhatikan kini menjadi begitu berarti.

Sejak halaman terakhir kukatupkan, aku merasa letupan-letupan yang ada dalam benakku mulai lepas kontrol. Mereka sudah menjadi ledakan yang tak sanggup kukendalikan. Aku meringsut, kembali membuka-buka beberapa halaman yang entah untuk keperluan apa kulipat diujung-ujungnya. Suasana tengah malam sunyi, namun seolah didalam kepalaku ada ratusan suara yang saling berteriak, bertanya, berdebat dan sesekali berusaha menggedor jiwaku mencoba mencari jawaban.

Ya, jawabannya selalu ada di hati, karena hati selalu mendapatlkan cara termudah untuk mengerti, sementara akal selalu mencari jalan yang tersulit.

Bagaimanakah hendak kutatap dunia setelah kubaca novel yang berasal dari pikiran orang gila ini? Bukan, bukan gila sebenarnya. Absurd, mungkin lebih tepat. Apakah masih ada harapan bagi mahluk sejenisku untuk mendapatkan kepercayaan dunia memperbaiki generasi yang cenderung melakukan kebodohan yang selalu mereka anggap sebagai kemajuan?

Apa yang diinginkan Dewa, Tuhan, Dzat, atau apalah namanya, terhadap dunia dan seisinya ini? Apakah setelah 3 juta tahun berlalu, Tuhan merasa bosan, lalu menurunkan ilham kepada suatu jenis mahluk yang volume otaknya kian bertambah, supaya membuat dunia lebih berwarna, dan fana, pada akhirnya?
Apakah hasil kemajuan (baca: kerusakan) yang kita lihat sekarang adalah semata-mata dari kesombongan mahluk yang bernama manusia, atau ada scenario anti kebosanan dari Tuhan seperti yang sudah kuutarakan tadi?

Seperti apakah yang akan terjadi bila 10 ribu tahun lalu manusia tidak jadi mengambil alih dunia lalu mencoba menguasainya sehingga evolusi tetap berjalan, dan ada mahluk lain yang berevolusi dari manusia yang bahkan kitapun tak sanggup membayangkannya?

Dengan kata lain, manusia, punah. Bukan bumi yang punah. Apakah gambaran kepunahan manusia lebih mengerikan daripada gambaran kepunahan bumi itu sendiri?

Aku berusaha untuk melihat masalah ini dari sudut pandang lain, namun aku tak bisa mengenyahkan kegelisahan yang meluap dalam dadaku, bahkan meski aku ingat bahwa aku tidak sendiri dan cerita dalam buku ini hanyalah sebuah pendapat saja.

Aku berusaha berfikir, kemudian mencoba berpaling, lalu sesak terasa.
Pada akhirnya pelarianku adalah sebuah tangisan sia-sia.


Suatu saat pada masa penciptaan manusia, malaikat bertanya, “ Ya tuhan kami, mengapa Engkau ciptakan mahluk yang akan melakukan kerusakan dimuka bumi?”
Tuhan menjawab, “Sesungguhnya aku lebih mengetahui tentang segala urusan”


Lalu bersamaan dengan turunnya manusia ke bumi, Tuhan berikan ia buku pedoman untuk hidup.
Namun lama kelamaan manusia merasa lebih pandai, dan memanfaatkan buku pedoman itu sebagai alasan baginya untuk memiliki dunia, dan berkuasa atasnya.

Dan sejak saat itu, proyek pengrusakan secara massive dimulai.

7 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Ishmael.
Sign In »

Comments (showing 1-29 of 29) (29 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Roos (new) - added it

Roos Okay....pastinya...


Leli duh.. nona say satu ini


message 3: by Roos (new) - added it

Roos Keren tapinya Miss Leli...pan habis mojok ama Kang Erie...jadinya tambah Woke....

Kapan keroyokan lagi yakkks? Sepertinya itu jadi peristiwa langka...hehehe.



message 4: by Palsay (last edited Jul 18, 2008 02:02AM) (new) - rated it 5 stars

Palsay  huaaaa...ilang semua!!!

inilah akibat kebegoan gw sama yg namanya teknologi...hihihi...apakah ini tanda-tanda bahwa gw sebenarnya termasuk "kaum peninggal"? (yg ga ngerti, istilah ini ada di dalam novel ini, merupakan hasil pembagian besar Ishmael atas 2 jenis manusia dalam peradaban dunia)

payah deh...gaptek...


message 5: by Roos (new) - added it

Roos Kalo itu tanya Amang, Pal....

Gue juga nyerah urusan mengedit mah...


Leli ciri2 self actualized person = resisted enculturation, that is, they were not susceptible to social pressure to be "well adjusted" or to "fit in" -- they were, in fact, nonconformists in the best sense.

gaptek rocks!



Palsay  Po, angkat dong telponnya....


Palsay  yaaayy...miss leli rockssss....\m/


Leli kaya ngangkat jemuran mang..


message 10: by Leli (new) - rated it 4 stars

Leli nabi. aku bersaksi bahwa.... :D
ide kesombongan paling kena di gw.


message 11: by Leli (new) - rated it 4 stars

Leli he-eh mang.
Apakah hasil kemajuan (baca: kerusakan) yang kita lihat sekarang adalah semata-mata dari kesombongan mahluk yang bernama manusia


Palsay  baca deh bukunya...

ga heran nih publisher (freshbook) nulis,"tidak dilarang untuk diperbanyak selama bukan untuk keperluan komersial",

mungkin karena gagasan Mr. Quinn terlalu edun untuk dihargai dengan uang semata (baca:nilai penjualan buku)...atau, hanya idealisme penerbit semata?

baca ajalah...gw rela menugaskan buku ini beredar dimanapun guna menunaikan misinya...hehehe...


Palsay  jadi gini yah ...ehm..ehm...eng ing eng

review ini mmg tidak terlalu menggambarkan isi buku, tetapi lebih kepada efek dahsyat yang gw alami setelah membaca buku ini.

karena buku ini sebenarnya sangat sederhana, hanya berupa dialog mengenai peradaban,alam semesta dan seisinya antara dua mahluk berbeda, yaitu manusia dan gorilla. disini Daniel Quinn sudah melakukan sindirannya yang pertama, dengan menempatkan seekor Gorilla sebagai Guru, dan manusia yang menjadi muridnya, yang bahkan dibiarkannya tanpa nama.

apakah kerusakan yang terjadi di bumi ini merupakan hasil dari kesombongan manusia?

secara implisit Ishmael mengarahkan kita ke pendapat seperti itu. namun manusia yang dimaksud di sini adalah manusia yang berasal dari 10 ribu tahun yang lalu, sejak ditemukannya teknik pertanian menetap yang dengan cerdasnya, dikaitkan oleh Quinn dengan kejadian Kabil & Habil. Manusia jenis ini, adalah manusia yang berusaha mengambil alih dunia dari tangan dewa-dewa, Tuhan, atau apapun namanya, dan mulai menganggap dirinya sebagai puncak dari penciptaan.

sementara manusia di jaman 3 juta tahun sebelumnya adalah manusia yang tak beda dengan mahluk lain seperti serangga, rusa ataupun macan, sekalipun, yang berada dalam kekuasaan dunia. Manusia jenis ini, meskipun langka, namun masih ada sisa-sisanya sampai saat ini. a.l suku bushman di Afrika.

sementara option satunya lagi atau ada scenario anti kebosanan dari Tuhan seperti yang sudah kuutarakan tadi?
itu mah akibat dari mind travelling gw sendiri..huehuehhuheuhue...

kesimpulannya mah "INCONVENIENT TRUTH" lah..



Palsay  ah kecoak mah bau Po...gw pilih burung cendrawasih aja, boleh, ga?? indah banget kan..;;)


Palsay  bisa idup 14 hari tanpa kepala ya Po? iiiiyyyyhhhhh...geuleuuhhh....


message 16: by Abah (new)

Abah Duh terusin atuh Pal, mani ngjelegur gituh, biarin aja meski abah smp geleng kepala juga. Ijinin abah buat terkesima yah.


Palsay
wuaa...Abah terkesima...pasti sama kecoak itu yah...


message 18: by Abah (new)

Abah (Geleng binun)... Kok abah terkesima sama kecoak sih? Huh, jaba abah dah minta ijin segala lagih...


Palsay  hihihi...engga yah...kalo gitu saya minta ijin utk menyimpulkan yg lain...hhihihih...nuhun atuh Bah...


message 20: by Abah (new)

Abah Mangga weh klo Pal mo simpulin yang lain mah, asal abah tetep boleh terkesima aja yah. Hehe.


Hilman Upaya Quinn yang mengungkap simbolisme di balik kisah Kabil dan Habil (Cain & Abel) itu yang paling stunning buat gue. Sampe sekarang masih mikir, iya kali ya...hahahaha.

Dosa ngga si?


Palsay  iya memang, freedom of thinking kadang menakjubkan, kadang mengerikan, dan kadang juga bikin ga pede sama nilai2 yang biasa kita anut, kaya elo...dosa ga si??
hahaha...
sebagai perspektif lain, menarik ya buku ini. thanks utk rekomendasinya.



message 23: by nanto (new) - added it

nanto ini novel ttg environment yah? perubahan iklim gitu kalo sekarang mah ngetopnya?


message 24: by Leli (last edited Jan 06, 2010 09:02PM) (new) - rated it 4 stars

Leli asosiasi gw thd novel ini ko' pusat primata schmutzer ya?? hahaha

nanto: lebih dr environment, ttg geosentris yg egois pakde.. :D


message 25: by nanto (new) - added it

nanto oo geo punya ego oge nya'?!? :D


 Δx Δp ≥ ½ ħ novel paporit saia neh. si Ishmaelnya keren banget :D


message 27: by Pandasurya (new) - added it

Pandasurya di mana bisa dapetin buku inih?
masih ada-kah?


 Δx Δp ≥ ½ ħ saia dapetnya dah lama banget uy. kalo mu nyari, nyarinya ke Ultimus ato toko buku "independen" cem Lawang Buku. masih banyak keknya. ceritanya keren banget Panda! wajib baca. kita bakal belajar ttg kehidupan dr seekor gorila bijak yang nasibnya...tutt..... kena sensor. heuheu


message 29: by Irwan (new)

Irwan hmmm... *penasaran*


back to top