Amel Armeliana's Reviews > Prom and Prejudice

Prom and Prejudice by Elizabeth Eulberg
Rate this book
Clear rating

by
5983958
's review
Feb 08, 12

bookshelves: own, young-adult, jane-austen-s-and-sekuel
Read on February 08, 2012

Well, well, well, satu lagi novel yang mengadopsi Pride and Prejudice nya Jane Austen. Rasanya sudah tidak terhitung novel atau film yang mengadopsi Pride and Prejudice, tapi sebagai fans berat Jane Austen rasanya tidak bosan untuk tetap membaca dan menontonnya (dan membelinya^^). Contohnya buku ini, dengan sekali lirikan dan tertangkap kata "prejudice' di judulnya, langsung tanpa ragu dibawa ke kasir. Well, harus diakui, saya sepertinya memang penggemar Jane Austen akut^^. Hari ini mulai membacanya, hari ini juga langsung selesai. Pertama karena ceritanya lumayan menarik, kedua karena ini buku young adult yang tidak terlalu tebal dengan font tulisan yang besar-besar.

Tokoh utamanya tentu saja Elizabeth Bennet atau Lizzie dan William Darcy. Lizzie adalah seorang anak beasiswa di akademi Longbourn yang terkenal, yang isinya adalah anak-anak orang kaya. Sebagai anak beasiswa, Lizzie sering di bully dan diperlakukan seperti anak buangan (mengingatkan akan sesuatu? ya, benar sekali, Meteor Garden, Hana Yori Dango, BBF, atau apapun sebutannya). Untungnya Lizzie mempunya teman sekamar yang sangat baik hati yang bernama Jane. Ada suatu tradisi suci di akademi Longbourn yang sudah mendarah daging, yaitu prom alias pesta dansa. Dan dalam prom nanti, gadis-gadis dari akademi Longbourn harus menggaet cowok-cowok dari akademi khusus cowok Pemberley sebagai pasangan mereka. Dalam resepsi penyambutan siswa-siswa senior Pemberley, Lizzie bertemu dengan Will Darcy, teman dari Charles Bingley yang sepertinya naksir berat dengan Jane.

Berbeda dengan Charles yang baik hati, Darcy merendahkan Lizzie karena dia anak beasiswa. Dari situ timbul rasa sebal yang amat sangat di hati Lizzie kepada Darcy. Lizzie anggap Darcy adalah anak orang kaya manja yang tidak bisa menghargai orang lain yang dianggapnya tidak sederajat dengannya. Tetapi walaupun seperti merendahkan, anehnya Darcy juga perhatian kepada Lizzie ( yang tentunya tidak ditanggapi Lizzie dengan baik ). Apalagi adiknya Charles, Caroline sepertinya sangat sebal melihat Darcy perhatian dengan Lizzie. Lizzie yang harus bekerja sambilan di Junction Cafe untuk memperoleh uang saku tambahan, bertemu dengan George Wickham atau Wick, mantan anak beasiswa di Pemberley yang dikeluarkan dengan tidak hormat. Wick menimpakan kesalahan atas dikeluarkannya dia kepada Darcy yang dianggapnya cemburu kepadanya. Mendengar cerita Wick, Lizzie bertambah benci kepada Darcy. Apalagi Darcy memang menunjukkan mimik jijik ketika bertemu Wick, yang Lizzie anggap Darcy memang jijik kepada anak-anak beasiswa. Ditambah lagi kemudian Charles seperti menjauhi Jane yang dianggap Lizzie karena pengaruh dari Darcy.

Ketika Darcy mengakui bahwa dia tertarik kepada Lizzie dengan cara yang Lizzie anggap cukup merendahkan, Lizzie langsung meledak dan menolak Darcy mentah-mentah. Tetapi surel ( ini ceritanya jaman sekarang, jadi lupakan saja surat yang ditulis dengan tinta berbulu ) dari Darcy membuka mata Lizzie, bahwa selama ini dia salah sangka kepada Darcy. Wickham ternyata telah mempermalukan keluarga Darcy dan hampir memperkosa Georgina, adik kesayangan Darcy. Penyebab Charles menjauhi Jane juga karena pengaruh Caroline. Walaupun sangat menyesal, tapi Lizzie tidak mampu menemui Darcy dan menyatakan penyesalannya.

Tanpa disangka Lizzie mendapatkan undangan untuk melihat konser dari pianis idolanya, Claudia Reynolds di Carnegie Hall. Salah satu impian terbesar Lizzie adalah menjadi pianis besar yang suatu saat nanti akan bermain di Carnegie Hall seperti pianis idolanya. Dan yang lebih mengejutkan, Claudia Reynolds mengundang Lizzie ke rumahnya dan yang hampir membuat Lizzie pingsan, Claudia Reynolds ternyata ibunya Darcy. Well, well, well, dari sini cerita berjalan seperti seharusnya cerita-cerita roman berjalan yang disesuaikan dengan jalan cerita Pride and Prejudice, termasuk kaburnya Wick dan Lydia, adiknya Jane. Dan Darcy seperti juga di Pride and Prejudice berhasil menjadi "hero" di hati Lizzie.

Untuk penggemar berat P and P, kayanya buku ini harus baca. Walaupun genrenya young adult, tapi tetap asik dibaca dan dinikmati. Buku ini sekali lagi membuktikan "hebatnya" pengaruh Jane Austen sebagai salah satu penulis besar. Buku-bukunya bisa disadur dan diadopsi menjadi cerita dengan setting apa saja dan jaman apa saja. I love Jane Austen^^
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Prom and Prejudice.
sign in »

Reading Progress

02/08/2012 page 231
100.0%

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Aline (new)

Aline Bagus review-nya Mel! Sering2 dunk ngerepiu kyk gini hihihi.. Btw, pny ibuknya ga ya? *pengemis ibuk :D


Amel Armeliana Aline wrote: "Bagus review-nya Mel! Sering2 dunk ngerepiu kyk gini hihihi.. Btw, pny ibuknya ga ya? *pengemis ibuk :D"

Sering bikin ripiu kok, Line...tapi biasanya di fb, di notes,hehehe....Punya ibuknya. Bsk gw kirim ya. Banyak fanfic2 Jane Austen yang laen juga, gw kirim semua deh besok :)


message 3: by Aline (new)

Aline Yay! Makasi Amel *hugs


back to top